Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.13)


__ADS_3

"Assalamualaikum"


"Waalaikum'salam"


Sekilas Hasna mengalihkan pandangan nya dari Ayah mertuanya ke arah pintu masuk.Dimana seseorang tengah menyerukan salam dan masuk keruangan rawat inap dimana Zio kini terbaring lemas dengan selang infus ditangan nya.


Namun setelah tahu siapa yang datang,Hasna segera memalingkan wajahnya dan kembali fokus kembali pada Zio yang masih memejamkan matanya.


Deg....


Jantung Arsain terasa terhenti saat mendapati sikap dingin dan cuek Hasna yang seakan tidak lagi peduli akan kehadirannya.


"Bagaimana keadaan Ayah Nek?"tanya Arsain pada Nenek Nilam dan secara tidak langsung kini sudah berdiri tepat disamping Hasna.


"Ayah mu meski dirawat dulu Ar,terlalu memaksakan diri bekerja membuat tubuhnya lemah dan akhirnya drop.Tapi tenang saja semua sudah baik baik saja tinggal menunggu pemulihan"

__ADS_1


Seketika hati Arsain terasa diremas.Bukan karena kondisi Zio saat ini melainkan sikap Hasna yang menjadi dingin dan cuek padanya.


Bahkan tidak ada sapaan dan menyalami tangan Arsain seperti yang selama ini sering Hasna lakukan meski ditanggapi datar oleh Arsain.


Hasna lebih memilih menepi,duduk sendiri dikursi tunggu yang terletak diluar ruangan.Manghindar,itulah yang kini Hasna lakukan demi mempertahankan hatinya agar tidak merasakan sakit yang lebih lagi.


Cukup kejadian tadi siang yang membuat hatinya sakit dan juga nafasnya terasa sesak,seakan oksigen didunia ini tidak ada lagi untuknya.


Bohong jika selama ini Hasna tidak memiliki perasaan,hidup bersama didalam satu rumah,satu kamar bahkan satu ranjang membuat gadis yang beberapa hari lagi akan merayakan ulang tahun yang ke 20 tahun itu tidak membutuhkan waktu lama untuk jatuh cinta pada sosok Arsain Maladewa.


Pria yang satu setengah tahun yang lalu mengucapkan qobul atas nama dirinya didepan sang Ayah.Namun nampaknya apa yang dirasakan oleh Hasna tidak dirasakan oleh Arsain.


Hasna bukan begitu menginginkan itu,hanya saja untuk ukuran pria normal sungguh sangat aneh jika Arsain tidak memiliki hasrat itu.


Apa lagi keduanya telah sah dimata hukum dan agama,yang artinya tubuh Hasna halal untuk dijamah olehnya.

__ADS_1


Hasna yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Arsain memeluk erat tubuh wanita lain dengan nyaman nya sudah cukup menjawab semua pertanyaan yang ada didalam benaknya selama ini.


Bukan karena Arsain belum siap menjadi seorang ayah karena keluarga Hasna memang menganut ajaran yang mengharamkan pengunaan alat kontrasepsi,yang artinya jika suami istri sudah bercampur tentu harus siap untuk menjadi orang tua.


Namun ternyata Arsain harus menjaga perasaan seseorang yang mungkin dicintai olehnya.Hasna nampak beberapa kali menghela nafas berat saat bayang bayang Arsain menempelkan tubuh kekarnya pada seorang wanita yang tidak pernah dia lakukan pada istrinya sendiri.


Merasa lelah dengan pikiran nya yang terus dibayangi perbuatan Arsain siang tadi Hasna pun memutuskan untuk pergi sejenak dari tempat yang dimana ada Arsain juga disana.


Hasna ingin mengadu dan bercerita pada sang penciptanya tentang apa yang dia alami saat ini,karena saat Hasna beranjak dari duduknya bertepatan juga dengan suara adzan berkumandang.


Hasna yang awalnya kebingungan ingin membawa langkah kakinya kemana kini menemui tujuannya.Mushola,itulah yang kini sedang dituju oleh Hasna.


Setelah Hasna menghilang di ujung jalan karena sudah berbelok menuju ke mushola yang ada disekitaran rumah sakit,bertepatan dengan Arsain yang juga keluar dari ruangan rawat inap sang ayah guna melaksanakan ibdah.


Arsain menautkan kedua alisnya saat tidak mendapati Hasna diluar ruangan,sekilas Arsain mengedarkan pandangan nya ke sekeliling area rumah sakit demi mencari wanita yang sudah satu setengah tahun ini menjadi bagian dari hidup nya.

__ADS_1


Namun nihil,Arsain harus menelan rasa kecewa saat dia tidak menemukan orang yang dia cari selama ini.


...****************...


__ADS_2