Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.38


__ADS_3

Seperti biasa sebelum tertidur Zio akan selalu duduk sebuah sofa single yang ada dikamarnya dan menghadap kesebuah foto berukuran raksasa dengan menampilkan wajah cantik Saina tengah tersenyum manis.


Foto yang dulu sempat di ambil oleh Bayu sahabatnya secara diam diam.Dengan kecanggihan teknologi saat ini foto usang itu selalu nampak baru setelah mendapat pembaruan yang berskala.


Inilah rutinitas Zio sejah 18 tahun yang lalu,memandangi wajah cantik Saina yang ada didalam bingkai foto yang dibuat indah dan juga cantik.


Dulu foto besar itu ada diruangan kerja Zio karena berharap sipemilik wajah yang ada difoto akan menjadi teman dan akan selalu ada disampingnya saat menutup dan membuka mata.


Namun tuhan ternyata menghukumnya dengan sebuah kenyataan pahit dimana saat ini dia mendapatkan seorang anak dari gadis itu namun kehilangan wanita yang sebenarnya begitu dia cintai.


Rasa cinta yang tidak dia sadari dan tidak dia pahami dengan benar membawanya kesebuah petaka yang dia ciptakan sendiri.


Menodai hingga membuat gadis itu malu dan tifak memiliki muka untuk kembali kesekolah bahkan hingga membuatnya harus terusir dari rumahnya sendiri adalah hal kejam yang pernah Zio lakukan karena rasa cemburu yang dia rasakan saat melihat Saina dekat dengan Bayu sahabatnya sendiri.


"Apa kabar kamu disana Na?sudah bahagiakah kamu disana?kamu tahu,Arsain tumbuh dengan baik dan menjadi pemuda yang aktif dan juga pintar tapi tidak luput dari kenakalan.Ini tahun terakhirnya disekolah tapi dia malah terkena berbagai masalah yang membuat aku harus bulak balik kesekolahan mengurusi anak kita itu.Seandainya ada kamu mungkin dia tidak akan senakal itu,kenapa kamu harus pergi Na?kenapa kamu meninggalkan kami,meninggalkan aku bahkan sebelum aku mengucap kata maaf dan bersujud dihadapanmu"ucap Zio yang kini mulai terisak kembali.


Sudah 8 tahun terlewati dan Arsain pun sudah tumbuh dengan baik.Namun tidak pernah sehari pun dilewatkan Zio tanpa sebuah penyesalan dan air mata.

__ADS_1


Meski tangisnya tidak berarti apa apa,namun setidaknya itu jauh membuatnya merasa lega dari sekian rasa sesak yang dia rasakan.


Zio menyandarkan tubuhnya disandaran sofa single itu,ingatan nya melayang pada hari pertama kali dia bertemu dengan Saina.


Seorang gadis cupu dan culun yang tidak sengaja membuat kemeja seragam sekolah nya kotor oleh air jus yang dia bawa.


*


*


🌸 Flash Back...


*


Brugggkkk....


"Ah,ma_maaf,sa_saya tidak sengaja"ucap Saina dengan nada yang bergetar karena takut sembari mengambil kotak tisu yang ada dimeja untuk membersihkan jus yang tumpah dikemeja putih bersih milik Arzio Maladewa.

__ADS_1


Tangan Saina semakin bergetar saat melihat sebuah nama yang menempel dibagian depan kemeja itu.


"Arzio Maladewa?"gumam Saina yang perlahan menaikan tatapan nya dari dada Zio ke arah wajah tampan namun terlihat garang itu.


"Lihat apa?ayo bersihkan?"ucap Zio dingin dan datar saat Saina menatap wajahnya dengan penuh rasa takut.


Saina yang pernah diberi tahu kalau Zio anti disentuh oleh wanita pun reflek menjauhkan diri dari tubuh Zio yang masih anteng duduk dibangku kantin tempat biasanya dia dan teman teman nya berkumpul untuk mengisi perut mereka.


"Kenapa menjauh?ayo bersihkan"bentak Zio yang membuat Saina semakin takut dan gemetar seluruh tubuhnya.


"Ba_baik Kak,se_sekali lagi ma_maaf"jawan Saina yang memberanikan diri maju mendekati Zio dan kembali meraih tisu baru untuk membersihkan kemeja milik Arzio.


Dengan tangan yang masih gemetar Saina mulai mengelap kemeja itu untuk membersihkan nya dari tumpahan jus yang Saina bawa.


Namun ternyata noda jus itu tidak bisa menghilang sepenuhnya dan perlu dicuci jika ingin kembali bersih.


Karena kesal Zio pun bangkit dan langsung membuka kemeja yang dia kenakan lalu melemparkan kemeja itu tepat kemuka Saina yang kini semakin ketakutan.

__ADS_1


"Cuci sampe bersih,jika tidak jangan harap kamu bisa sekolah dengan nyaman disini".


****************


__ADS_2