Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.19)


__ADS_3

"Apa Mas menyukainya?"


"Menyukai apa?pelukan nya apa orang nya?"


"Kedua duanyalah"


"Kalau orang sih nggak karena jujur aku hanya menganggapnya teman tidak lebih,tapi kalau untuk pelukan nya,ya lumayan suka,enak anget"


"iissttt,nyebelin.Awas ah aku mau keluar aja"


"Eh kok ngembek?becanda sayang,sini peluk lagi.Atau mau aku peluk dia lagi?"


"Ja_jangan,ng_nggak boleh.Kan bukan mahram"lirih Hasna menundukan kepalanya karena malu dan dibuat salah tingkah oleh tatapan intens yang dilakukan oleh Arsain padanya.


Gemes melihat tingkah lucu istrinya Arsain pun langsung menarik tangan Hasna agar kembali ketempat semua,agar dia bisa memeluk tubuh wanita yang kini sudah menjadi miliknya seutuhnya.


"Boleh aku tanya sesuatu?"tanya Arsain saat membelai lembut wajah Hasna yang kini ada tepat didepan wajahnya.


"Tanya apa Mas?"


"Apa kamu,tidak memiliki perasaan apapun,padaku?"

__ADS_1


"Ke_kenapa Mas bertanya seperti itu?ji_jika aku tidak memiliki perasaan pada Mas,maka tidak mungkinkan aku bersedia melayanimu?"


"Bisa saja itu hanya sebatas kewajiban yang harus kamu lakukan sebagai seorang istri"


"Te_tentu saja tidak"


"Lalu apa kamu sudah mencintaiku?"


Mendengar pertanyaan itu dari Arsain,Hasna hanya bisa menubrukkan tubuhnya ke tubuh Arsain dan menyusupkan wajahnya didada bidang Arsain sembari menganggukkan kepala,untuk menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Jika kamu sudah mencintaiku,kenapa kamu mau melepaskan aku untuk bersama wanita lain?"


"Itu berlaku untuk orang yang pacaran sayang,kita itu berbeda,kita sudah menikah dan kita tidak boleh mempermainkan pernikahan.Hubungan kita tidak bisa berakhir begitu saja,seperti layaknya orang yang berpacaran yang kala sudah tidak ada kecocokan maka akan bubar jalan"


"Aku hanya tidak mau membuat Mas merasa tidak nyaman hidup bersama denganku,kita belum saling mengenal satu sama lain saat kita dipaksa menikah oleh insiden memalukan itu.Lalu bagaimana mungkin aku memaksakan perasaan aku yang tumbuh begitu saja seiring berjalannya waktu kita bersama tanpa tahu bagaimana perasaan Mas sendiri terhadapku"


"Aku tidak mau egois Mas,karena mungkin saja cinta yang ku rasakan hanya sebuah kekeliruan"lanjutnya.


"Tapi jika Mas bilang kalau Mas sudah jatuh cinta padamu di awal kita menikah,apa kamu percaya?apa kamu mau berjuang lagi demi pernikahan ini?"


"Ma_maksud Mas,apa?"

__ADS_1


Hasna mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan Arsain,Hasna ingin mencari kebohongan dimata Arsain namun nampaknya Hasna harus bersyukur karena apa yang di ucapka Arsain benar adanya.


Jika Arsain sudah mulai tertarik pada Hasna sejak awal pernikaha mereka.Hanya saja minimnya ilmu pendekatan antara lawan jenis membuat Arsain bingung harus mulainya dari mana.


Dan kesalaham paham pun mulai terjadi karena tidak adanya komunikasi diantara keduanya.Arsain menyatukan kembali bibir mereka setelah membisikkan kata kata yang selama ini Hasna ingin dengar dari mulut suaminya itu.


"Aku mencintai Hasna Khumaira Hidayat"


"Aku juga,aku juga mencintamu Mas Arsain Maladewa"


Keduanya pun kembali menyatukam bibir mereka,merengkuh nikmatnya surga dunia bagi pasangan halal.Ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan pun kini beralih menjadi ******* dan hisapan yang menuntut.


Tangan Arsain pun tidak hanya tinggal diam saja.Tangan kekar itu pun terulur dan perlahan membuka satu persatu kancing baju gamis yang dikenakan oleh Hasna.


Tangan Arsain menelusup masuk dan meremas lembut kedua bukit kembar milik istrinya yang mendadak menjadi mainan kesukaan nya.


Arsain hampir saja membuak hijab instan yang dipakai oleh Hasna saat sebuah ketukan pintu menyadarkan keduanya dari lenaan hasrat yang minta untuk dituntaskan.


.


🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2