
"Kami titip putri kami Pak Zio,maafkan jika Hasna masih memiliki banyak kekurangan dan tolong bimbing dia agar bisa menjadi istri yang baik dan bertanggung jawab kepada suami dan juga keluarga barunya"ucap Kyai Hasan saat akan melepaskan kepergian Hasna si putri bungsu sekaligus putri satu satunya dikeluarga itu untuk ikut bersama dengan Arsain yang kini sudah menjadi suaminya.
"Tenang saja Pak Kyai,saya akan selalu memantau mereka dan akan selalu berusaha membimbing keduanya agar bisa bertanggung jawab pada apa yang telah mereka jalani saat ini"jawab Zio yang begitu mengerti dengan kecemasan yang dirasakan oleh Kyai Hasan karena dia pun merasakan hal yang sama.
Hasna sendiri masih menangis sesegukan didalam pelukan Ummi Nurmala.Berat rasanya untuk pergi mengikuti pria yang meski sudah menjadi imamnya namun keduanya pasutri itu sama sekali tidak saling mengenal.
Mungkin jika satriawan lain pasti sudah kenal dengan sosok Hasna si gadis alim,sopan dan pintar putri semata wayang dari Kyai Hasan yang begitu membuat keluarganya bangga dengan sosoknya.
Namun berbeda dengan Arsain yang langsung menutup diri dari orang luar selama tinggal disana.Keseharian pemuda itu selalu dia habiskan dengan belajar dan belajar.
Bahkan orang yang akrab dengan nya hanya teman satu kamarnya saja tidak ada yang lain karena Arsain sendiri nampaknya tidak begitu meinat membuka pertemanan disana.
Lalu dimana Zainal?iya pria konyol dengan sejuta obrolan receh namun bisa membuat tertawa itu seketika hilang entah kemana.
Bahkan hingga Arsain meninggalkan pondok itu Zainal masih belum menampakan dirinya.Entah apa yang terjadi pada pemuda yang diperkirakan seumuran dengan Arsain itu sehingga raib entah kemana.
Arsain masih saja memandangi tubuh Hasna yang masih bergetar karena masih saja terisak,bingung harus melakukan apa untuk menenangkan sang istri.
__ADS_1
Meski sudah resmi menikah namun Arsain masih enggan untuk menyentuh gadis itu karena mereka memang tidak saling mengenal dan masih butuh waktu untuk keduanya menerima kehadiran satu sama lainnya.
Saat ini kedua pasutri itu tengah berada mobil yang akan membawa keduanya pulang kerumah Maladewa.
Setelah bermusyawarah dengan keluarga besan,akhirnya dua keluarga itu sepakat untuk membawa Hasna ikut bersama dengan keluarga Arsain.
Hal itu dilakukan untuk meredam perdebatan yang terjadi diantara penghuni pondok yang saling bertentangan.Setengah dari penghuni pondok mendukung Hasna dan juga Arsain dan mempercayai kalau keduanya tidak mungkin melakukan hal memalukan itu namun banyak juga yang mencemooh bahkan selalu bergosip dibelakang membicarakan keburukan kedunya.
Sehingga keputusan pun diambil,setelah keduanya menikah mereka akan menjalani kehidupan berumah tangga dikota dimana keluarga Maladewa berada dan tinggal.
*
*
"Iya Nek terima kasih,Assalamualaikum"jawab Hasna lalu mengucap salam.
"Waalaikum'salam warrahmatullahi wabarrakatuh"
__ADS_1
Jawab semua penghuni rumah termasuk Arsain yang berdiri tepat dibelakang Hasna dengan membawakan tas besar milik gadis yang baru dia kenal selama 2 hari namun sudah sah menjadi istrinya.
"Ar,ajak istrimu beristirahat dan kamu juga istirahat lah.Kalian pasti lelah"ujar Zio mempersilahkan anak dan menantunya untuk istirahat terlebih dahulu.
"Iya Ayah,ayo Na ikut aku kekamar"ajak Arsain yang masih enggan menyentuh gadis itu meski pun hanya sebuah gandengan tangan.
Hasna pun hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Arsain menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Dengan perasaan gugup dan canggung dua pasutri itu mulai memasuki ruang pribadi yang akan mereka tempati saat ini,esok dan mungkin selamanya.Aamiin 🤲🤲ðŸ¤ðŸ¤
"Assalamualaikum"ucap Hasna mengucap salam saat masuk kedalam kamar Arsain yang juga kini akan menjadi kamarnya.
"Waalaikum'salam warrahmatullahi wabarrakatuh"
"Mulai sekarang ini akan jadi kamar kita,kamu tidak keberatan kan kalau kita berbagi kamar,ranjang dan selimut?"tanya Arsain dengan perasaan yang begitu canggung.
"Insya Allah nggak Mas,lagi pula ini hal yang wajarkan untuk suami istri?"jawab Hasna dengan wajah yang malu malu.
__ADS_1
...****************...