Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.27


__ADS_3

Sementara Saina,kini sudah mulai bisa tersenyum dan menerima kehamilan nya.Ternyata tinggal didesa membuatnya jauh lebih baik.


Suasana yang tenang dan orang orang yang ramah dan menerima keadaan nya membuat kondisi mental Saina juga kian hari kian membaik.


Terlepas dari apa yang terjadi padanya,Saina kini merasa bersyukur karena dikelilingi orang orang yang begitu mengasihi dan menyayanginya.


Saina pun menjalani kehamilannya dengan penub suka cita.Tidak ada lagi bayangan Arzio yang kejam dalam hidupnya semua seakan lengap begitu saja berganti dengan orang orang baru yang penuh kasih sayang.


Meski sesekali masih teringat pada Bayu namun itu hanyalah rasa rindu pada seorang sahabat.Rasa terima kasih pada Bayu yang selalu ada untuknya membuat Saina terus mengingat nama Bayu dengan baik.


*


*


10 Tahun kemudian...


Zio menatap tajam pada dua orang yang berdiri didepan nya.Sudah satu tahun dia mempercayakan pencarian Saina namun tetap hasilnya nihil.


Dan ini untuk kesepuluh kalinya Zio mengganti tim pencarian Saina,namun nampaknya sepuluh tahun masih belum cukup bagi semesta menghukum dirinya hingga sampai detik ini keberadaan Saina pun masih belum menemukan titik terangnya.


"Keluar kalian dari sini,aku tidak mau melihat wajah kalian lagi"ucap Zio dingin dan penuh amarah pada dua pria itu.

__ADS_1


Dan tanpa kata dan tanpa bantahan lagi keduanya pun berlalu dari hadapan Zio.Zio menghela nafas panjang dan juga berat saat kembali harus menelan kekecewaan karena masih belum bisa menemukan Sainan.


Tidak ingin larut dalam kepiluan nya Zio pun segera bangkit dan bergegas keluar dari ruangan nya.Langkahnya terhenti saat melihat wanita cantik begitu dia benci tengah berdiri didepan pintu dan hendak masuk kedalam ruangan nya.


"Mau apa kamu kemari?"tanya Zio ketus.


Namun seolah hal itu biasa untuknya sehingga wanita itu pun tidak memperdulikan sikap dingin dan cuek Zio padanya.


"Aku mau mengajak kamu makan siang,aku tahu kamu pasti belum makan"ujar nya bergelayut manja dilengan Zio.


"Apa kamu pikir aku masih bisa makan denganmu?setelah apa yang aku alami karena perbuatan mu?ingat Angel aku diam buka berarti aku menerima dan memaafkan apa yang kamu lakukan pada Saina"Zio pun berlalu meninggalkan Angel yang masih berdiri mematung didepan pintu ruangan kerjanya.


Dengan perlahan Angel pun mulai melangkah setelah Zio menghilang masuk kedalam lift.Lagi lagi Angel harus merasa kecewa oleh penolakan Zio padanya.


Bukan hanya karena ditolak oleh Arzio yang membuat nya sakit dan kecewa.Namun sebuah nama yang selalu Zio gaungkan kala menolak ajakannya.


Saina,iya Saina.Selalu Saina yang Zio ucapkan dan itu memaksa Angel untuk mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu.Dimana dengan teganya Angel menyebar luaskan foto Saina dan memfitnah gadis lugu itu.


Meski sudah sepuluh tahun nampaknya Zio masih belum bisa memaafkan dirinya meski Angel sudah berusaha berbuat sebisa dia untuk menebus kesalahan nya.


Mulai dari minta maaf pasa pihak sekolah hingga membuat kegaduhan dilingkungan sekolah dan membuat Angel dijauhi semua orang.Bahkan mwmbantu Zio menyiapkan orang untuk membantu mencari Saina namun tetap tidak membuat hati Zio luluh dan memaafkan perbuatan nya.

__ADS_1


"Mari kita sama sama berlutut dihadapan Saina.Jika dia memaafkan kita maka aku juga akan memaafkan kamu"


Begitulah kira kira ucapan Zio saat Angel meminta maaf padanya sambil berlutut.Lelah rasanya namun rasa cinta Angel pada Zio mengalahkan segalanya.


*


*


Bayu sendiri nampak begitu sibuk didalam kantornya.Sudah 6 bulan lamanya Bayu kembali ketanah air dan begitu disibukan dengan urusan kantor.


Ting....


Sebuah notif pesan masuk kedalam ponselnya yang membuat Bayu mengalihkan perhatian dari berkas berkas diatas meja pada benda pipih itu.


Bayu meraih ponsel itu dan menatap sebuah pesan dari nomer tidak dikenal.Dengan malas Bayu pun segera membuka pesan itu.


Seketika tubuh Bayu membeku saat membaca setiap kata demi kata yang tertulis didalam pesan itu.


Setelah selesai membaca semua pesan itu dengan hati yang bergemuruh Bayu pun segera bangkit dan pergi meninggalkan ruang kerjanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2