Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.15)


__ADS_3

Tidak henti hentinya Arsain melirik jam yang melingkar ditangannya.Sudah lebih 15 menit dirinya berdiri menunggu kedatangan Hasna yang tidak kunjung datang.


Kegelisahan Arsain tidak luput dari pandangan Naya yang sedari tadi kekeh menemaninya menunggu orang yang ingin Arsain temuin.


"Kamu kenapa sih Ar?kok gelisah gitu?"


"Kok lama ya?kenapa dia belum kelihatan juga ya?padahal ini sudah 15 menit lewat dari jam pulang"


"Memang kamu nunggu siapa sih?pegel tahu dari tadi berdiri disini"


"Akukan sudah bilang kalau kamu boleh pulang duluan,lagi pula ini urusan pribadi aku tidak ada hubungan nya sama kamu.Kenapa kamu juga harus repot"


Ucapan Arsain ternyata mampu membungkam mulut Naya yang begitu cerewet sedari tadi.Kesal karena tidak kunjung menemukan Hasna ditambah lagi dengan kecerewetan Naya membuat Arsain jengah dan berucap cukup ketus pada Naya.


Arsain beranjak dan berjalan menuju seseorang yang Arsain tahu satu kelas dengan Hasna.Tidak sabar menunggu lagi akhirnya Arsain memutuskan untuk bertanya pada teman satu fakultas dengan Hasna.


"Permisi,kamu anak fakultas ekonomi ya?"tanya nya pada seorang gadis dengan hijab navy dan juga gamis senada yang merupakan teman dekat Hasna dikampus.


"Iya Kak,ada apa ya?"tanya Maura.


"Kamu lihat Hasna ngga?apa dia masih dikelas?"

__ADS_1


"Hasna?Hasna sudah pulang dari 15 menit yang lalu Kak,tadi dia bilang buru buru karena sudah ada janji"


"Oh gitu ya,ya sudah makasih ya infonya"


"Iya Kak,mari Kak saya duluan kalau begitu.Assalamualaikum"


"Waalaikum'salam"


Arsain hanya bisa mengumpat kesal saat dirinya kembali kecolongan dan kembali kebilangan Hasna yang entah pulang bersama siapa dan lewat mana.


Kesal karena ditinggalkan oleh istrinya yang pulang duluan,Arsain pun memilik pergi menghiraukan seruan Naya yang memanggil namanya.


*


*


"Kenapa aku juga harus ikut?inikan urusan keluarga kamu Ray,aku bisa mau pulang"gerutu Hasna sepanjang berjalan dikoridor rumah sakit.


Rayyan yang memberikan tumpangan pada Hasna tanpa sepengetahuan nya sengaja membawa Hasna untuk diperkenalkan sebagai teman dekat,agar tidak lagi dituntut dan dijodoh jodohkan oleh Mamah nya.


Ide gilanya itu saat Hasna tiba tiba meminta ijin untuk menumpang didalam mobilnya.Awalnya Rayyan enggan datang kerumah sakit menemui Mamahnya yang tengah dirawat karena kondisinya tengah drop karena kelelahan.

__ADS_1


Rayyan enggan menemui kedua orang tuanya karena pasti akan terus dibujuk untuk segera menikah padahal kuliahnya juga masih belum selesai dan tengah fokus dengan skripsinya.


Tok tok tok...


"Masuk"


Setelah ada seruan yang mempersilahkan masuk Rayyan pun dengan pe'denya membawa Hasna untuk bertemu seluruh keluarganya yang siang ini tengah berkumpul disana guna menjenguk Mamah Nayma.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum'salam"


"Akhirnya kamu datang juga,dasar anak kurang ajar.Mau bikin Mamah kaya gini sampai kap___"amukan Mamah Nayma terhenti saat netranya menatap sesosok gadis cantik yang berjalan tepat dibelakang Rayyan.


"Kok nggak diterusin ngamuknya Mah?maaf Rayyan sibuk skripsi,jadi baru bisa kemari"ujar Rayyan sembari menyalami Mamah Nayma dan juga Papah Bayu secara bergantian dan di ikuti oleh Hasna namun saat berhadapan dengan Papah Bayu Hasna hanya mengangguk dan mengatupkan kedua tangan nya didada sebagai tanda salam dari nya


"Kamu bawa siapa Ray?tumben bawa gandengan?"tanya Bayu membuka suaranya setelah mengamati sosok cantik yang datang bersama putra sulungnya.


"Calon Pah,kenalin namanya Hasna.Cantikkan?".


...****************...

__ADS_1


__ADS_2