Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.31)


__ADS_3

Tok tok tok...


"Masuk"


"Permisi Pak,saya membawa sekertaris pengganti yang kemarin terpilih dari beberapa karyawan baru"ucap Bagas sembari membawa seorang wanita cantik dengan menggunakan stelan kerja normal biasanya.


Rok span selutut berwarna hitam juga blezer dengan warna yang sama ditambah dengan kemeja putih untuk ********** membuatnya tampil begitu elegan.


"Iya baiklah,masuk dan perkenalkan dirimu"jawab Arsain tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop yang ada didepan nya.


"Ayo masuk lalu perkenalkan dirimu"titah Bagas mengintrupsi wanita yang baru memasuki ruangan itu.


"Selamat pagi Pak,perkenalkan nama saya Melia Lestari dan saya akan membantu Bapak selama beberapa bulan kedepan sebagai sekertaris baru"ucapnya nya.


Arsain pun sejenak menghentikan gerak tangan nya diatas keyboard lalu menegakkan tubuhnya dan melihat bagaimana wajah sekertaris barunya itu.


"Ok,selamat bergabung,semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.Untuk tugas yang akan kamu kerjakan sudah ada di Pak Bagas,silahkan berkomunikasi dengan beliau dan selamat bekerja"


Begitulah kata sambutan yang di ucapkan oleh Arsain yang membuat sang sekertaris baru itu kecewa.Pasalnya Arsain sama sekali tidak mengenalinya.


"Baik Pak"

__ADS_1


"Mari ikut saya keruangan saya,kita akan membahas apa saja yang akan kamu kerjakan selama menggantikan sekertaris yang masih dalam masa cuti melahirkan"


Melia pun keluar mengikuti Bagas dengan wajah penuh kekecewaan.Setelah semua usaha yang dia lakukan selama ini ternyata berbuah kekecewaan karena orang yang dia perjuangkan bahkan tidak mengenalinya.


Lai Arsain yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya lain juga Hasna yang tiba tiba dipulangkan oleh pihak kampus karena tiba tiba tidak sadarkan diri saat menmgikuti meteria dikelasnya.


Dibantu oleh Rey yang selalu setia membantu kapanpun Hasna membutuhkan nya,akhirnya Hasna yang dalam kondisi lemah pun dibawa masuk kedalam rumah.


Tok tok tok...


Cklek...


"Assalamu'alaikum"ucap Rey mengucap salam dengan sopan.


"Maaf Mbok bisa kita bawa dulu Hasna nya masuk kasihan badan nya lemas,ayo Lin bawa Hasna masuk"titah Rey pada teman wanita yang ikut bersama dengan nya mengantarkan Hasna pulang.


"Iya Rey,maaf Bi kamar Hasna nya dimana ya saya mau bawa Hasna kesana"tanya Alina yang juga ikut dengan Rey untuk membantu memapah Hasna karena Rey tahu betul jika Hasna bukan perempuan yang bisa berdekatan apalagi disentuh oleh seorang pria yang bukan mahramnya.


"Sebelah sini Non,mari si Mbok bantu"


"Makasih ya Mbok,maaf merepotkan"ucap Hasna lirih karena menahan denyut dikepanya dan juga tenaganya yang terasa habis tak tersisa.

__ADS_1


Dengan perlahan Alina pun membaringkan Hasna diranjang besar yang ada dikamarnya.Sejenak Alina terpaku kala netranya menangkap sebuah bingkai foto berukuran cukup besar yang menampilkan wajah Hasna dan juga Arsain dalam balutan baju pengantin.


"Terima kasih ya Lin,kamu sudah mau bantuin aku"lirih Hasna yang membangunkan Alina dari lamunan nya.


"Hah,eh iya.Santai aja kali Na,kita kan teman nggak usah sungkan.Tapi,mmmm___"Alina pun nampak bingung untyuk melanjutkan ucapannya.


"Ada apa?tanya aja nggak apa apa?"


"Di_dia bukan nya Arsain Maladewa anak fakultas bisnis ya?kok dia sama kamu__"tunjuk Alin pada foto pernikahan Hasna dan juga Arsain yang ada di atas dasboard.


Hasna pun hanya mengangguk tanpa melirik foto yang dimaksud oleh Alina tadi.Ya pernikahan keduanya memang belum banyak yang tahu karena tidak pernah melakukan resepsi pernikahan.


Karena memang keduanya masih ingin fokus dengan kuliah nya,Jadi hanya orang orang terdekatlah yang tahu jika Arsain adalah suami dari Hasna.


"Kalian?"


"Iya,dia suami aku"


"Hah,apa??".


.

__ADS_1


🌸🌸🌸


__ADS_2