Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.41


__ADS_3

Iya,Arzio membawa Arsain kesebuah pesantren yang cukup besar dan ternama diwilayah itu.


Lelah dengan semua kenakalan yang Arsa lakukan Zio pun akhirnya memutuskan untuk memasukan Arsa kesana atas saran dari Bu Nilam yang juga khawatir suatu saat akan terjadi sesuatu yang buruk pada cucu satu satunya itu jika dibiarkan terus.


Hingga sebuah kesepakatan pun di ambil oleh tiga orang tua dirumah utama Maladewa itu.


Semua pun sepakat memutuskan jika satu kali lagi Arsa membuat ulah dan terlibat perkelahian maka Zio harus ikhlas melepas Arsa untuk dididik oleh orang yang sudah berpengalaman dalam menangani anak yang masih labil yang selalu terkena masalah atau malah si pembuat masalah itu sendiri.


Dengan langkah pasti Zio pun melangkah menuju kantor utama untuk menemui seseorang yang sudah buat janji bertemu sebelumnya.


Dia adalah kyai Hasan Malik Hidayat,pemilik pesantren Al-Hasan.Sebuah tempat mondok untuk anak anak yang begitu susah dikendalikan oleh orang tuanya dan sebuah tempat belajar ilmu agama dan juga ilmu yang lain nya.


Pesantren itu bukan hanya untuk belajar agama saja namun sudah berkembang pesat dengan adanya pelajaran lain.


Selain kita bisa belajar agama kita juga bisa belajar pelatihan keterampilan kerja dan juga pengembangan karakter.

__ADS_1


"Assalamualaikum"ucap Zio memberi salam saat memasuki ruangan yang cukup luas dengan sofa tamu yang besar dan juga panjang.


"Wa'alaikumsalamwarahmatullahi wabbarakatu,eh Pak Zio silahkan masuk Pak"ucap seorang pria seumuran dengan Zio menyambut hangat kedatangn Zio dan juga Arsain.


Arsain yang masih bingung hanya terdiam saja mengikuti setiap langkah sang ayah.


"Iya terima kasih Ustad Ilham"


"Ayo Pak mari silahkan duduk,jadi ini yang mau mondok disini?"ujar pria yang bernama Ilham itu.


"Iya Ustad,saya mau menitipkan anak tunggal saya disini.Semoga setelah lulus dari sini dia bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi"jawab Zio sendu.


Berat sebenarnya berpisah jauh sang putra satu satunya itu,namun semua harus dilakukan demi masa depan Arsain yang jauh lebih baik.


Zio tidak ingin Arsain mengalami penyesalan yang mendalam seperti yang dia alami karena sebuah kenakalan dan emosi yang tidak terkendali.

__ADS_1


Zio ingin membangun Arsain jauh lebih baik dari pada dirinya.Dia ingin mewujudkan apa yang menjadi ke ingin Saina,yaitu untuk menjadikan anak mereka menjadi pria yang bertanggung jawab,baik akhlak dan juga perbuatan nya.


Apa yang Zio alami cukup menjadi pelajaran dan jangan sampai terulang oleh keturunan mereka kelak.


Setelah melakukan banyak pembicaraan dan pengisian berkas yang diperlukan untuk memasukan putra tunggalnya itu Zio pun mengajak Arsain untuk berbicara disebuah gazebo dipinggir pondok yang menghadap kesebuah pesawahan yang ada tepat disebelah pondok itu.


"Jaga dirimu baik baik disini,maaf jika Ayah harus melakukan ini padamu Nak"lirih Zio pada putranya yang sedari datang kesana memilih diam.


"Kenapa Ayah lakukan ini padaku?apa Ayah tidak mau hidup bersama denganku lagi?"jawab Arsa yang malah balik bertanya dengan sendunya.


Bahkan suaranya terdengar bergetar menahan tangis.Arsa tidak pernah menyangka kalau akan diasingkan ditempat yang bahkan baru dia lihat hari ini.


"Bukan begitu Nak,jika bisa Ayah ingin selalu bersama denganmu.Tapi Ayah tidak mau kalau kenakalan yang kamu lakukan membawamu kejurang penyesalan seperti yang Ayah alami.Tidak mudah hidup dengan diselimuti rasa bersalah yang bahkan hingga kini terus membayangi meski kata maaf itu sudah terucap.Kelak Ayah akan ceritakan bagaimana buruknya kelakuan Ayah diseusiamu,hingga membuat seorang gadis cantik dan lugu menderita karena ulah Ayah yang tidak bisa mengontrol diri dan hawa nafsu.Belajarlah jadi diri yang jauh lebih baik lagi,setelah itu pulanglah kami semua menunggu kepulanganmu dengan diri pribadi yang jauh lebih baik".


...****************...

__ADS_1


__ADS_2