
Hasna membolakan matanya saat Rayyan memperkenalkan dirinya sebagai calonnya.
"Apa katanya tadi?calon?calon apaan?nih cowok ngadi ngadi deh"gumam Hasna yang kini tersenyum kikuk saat ditatap oleh kedua4 orang tua pria yang belum lama dia kenali itu.
"Wah,namanya cantik seperti orang nya Pah?"
"Iya,anggun dan sopan lagi.Kamu pinter juga milih calon"
"Iya dong,anak siapa dulu"
"Bayu Gustiawan"kompak anak dan ayah itu menyerukan satu nama secara bersamaan.
Lalu mereka tertawa secara bersamaan,sedangkan Hasna sendiri dibuat salah tingkah oleh tatapan intens dari Nayma.
"Si Ray kamana?kok nggak ada?"tanya Rayyan yang menanyakan adik bungsunya itu.
"Tadi keluar,nyari makanan katanya.Mungkin bentar lagi balik"
Kini ayah dan anak itu tengah bersantai disofa tunggu yang ada diruangan VVIP tempat Nayma dirawat.
Sementara Hasna sendiri duduk dikursi yang ada disamping brangkar menemani Nayma.Meski kurang nyaman dengan situasi diruangan itu namun Hasna cukup bisa mengendalikan dirinya.
Dan tetap terlihat tenang meski rasa kesal kini begitu menyelimuti dirinya.Kesal dan juga marah tentu dirasa Hasna saat Rayyan tiba tiba memperkenalkan dirinya sebagai teman dekatnya
__ADS_1
Padahal pertemuan keduanya pun terjadi baru dua kali dan sebelumnya juga Rayyan tidak pernah membicarakan hal ini padanya.
"Kamu kuliah dikampus yang sama dengan Rayyan ya?"tanya Nayma memecah keheningan diantara keduanya.
"Iya Tante,namun kami beda fakultas"
"Kamu mengambil fakultas apa?"
"Ekonomi Tante"
"Kamu benar,karena Rayyan mahasiswa fakultas bisnis.Lalu menurut kamu bagaimana dengan Rayyan?"
"Maksud Tante?"
"Ya bagaimana perasaan kamu sama Rayyan?"
"Ka_kami belum lama saling kenal Tante,dan untuk perasaan aku sendiri jujur Hasna tidak punya perasaan khusus pada Kak Ray.Maaf jika kejujuran Hasna membuat Tante kurang nyaman namun lebih baik jujur kan dari pada berbohong?"
"Masya Allah,alangkah beruntungnya orang yang menjadi jodohmu kelak Nak.Terima kasih karena sudah mau kemari dan menutupi kebohongan anak kurang ajar itu.Maaf jika apa yang dilakukan nya membuat kamu kurang nyaman dan terganggu"
"Ti_tidak masalah Tante,maaf jika tidak sesuai harapan Tante"
"Tidak Nak,tapi kamu maukan berteman dengan Tante meski tidak berhubungan dengan Ray?"
__ADS_1
"Tentu Tante,dengan senang hati"
Keduanya pun kini terlibat obrolan ringan seputar perempuan.Nayma yang tidak memiliki anak perempuan begitu happy saat mendapatkan teman bicara yang bisa diajak berdiskusi seputar perempuan.
Tanpa mereka sadari interaksi keduanya tidak luput dari tatapan Rayyan yang ternyata sedari tadi begitu memperhatikan Hasna yang kini terlihat akrab dengan sang Mamah.
Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam akhirnya Hasna ijin pamit pulang karena hari sudah menjelang sore.
Dengan diantarkan oleh Rayyan tepat pukul 4 sore Hasna tiba didepan rumah mewah milik Arzio Maladewa.
"Makasih ya,kamu sudah mau menemani Mamah ngobrol dan sudah buat Mamah tersenyum lagi"ucap Ray saat mobil yang dia bawa sudah sampai didepan rumah milik Zio.
"Sama sama,lain kali jangan bohong apalagi sama orang tua itu tidak baik,dosa.Terima kasih sudah mengantarkan aku pulang,aku pamit ya.Assalamualaikum"
"Waalaikum'salam"
Hasna pun keluar dari mobil dan langsung berjalan ke arah pintu gerbang yangsudah dibukkan oleh satpam dirumah itu yang sudah cukup akrab dengan majikan mudanya itu.
"Tunggu"
Serua Rayyan menghentikan langkah Hasna yang baru saja akan menutup pintu gerbang itu.Rayyan setengah berlari menghampiri Hasna yang tengah berdiri diambang pintu gerbang menunggu apa yang ingin Rayyan katakan.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Ini,punya kamu terjatuh dimobil"
...****************...