Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.11


__ADS_3

"Masuk dan pakai ini"ucap Zio menyodorkan sebuah paperbag berukuran kecil lalu menunjuk ke arah kamar mandi yang ada didalam kamar apartemen nya.


"I_ini apa Kak?"tanya Saina dengan tangan bergetar meraih paperbag itu.


"Masuk saja kesana dan ganti pakaian kamu dengan ini,sudah sana jangan banyak tanya lagi atau kamu ingin foto ini aku share,hhmm"


Saina pun langsung berlari ke arah kamar mandi dengan membawa paperbag yang diberikan oleh Zio tadi dan menutup rapat lalu mengunci pintu kamar mandinya.


"Ibu maafkan Nana,maafkan Nana Bu karena Nana menjadi seperti ini"lirih Saina menatap dirinya sendiri yang berbalut lengerie seksi dan transfaran dari pantulan cermin yang ada didalam kamar mandi milik Zio.


Brukk brukk brukk...


"Hey Saina,kamu nggak tidur didalamkan?ayo cepat keluar"


Sebuah gedoran pintu dan seruan dari Zio membangunkan Saina dari lamunan nya dan dengan tubuh yang gemetar Saina melangkah menuju ke arah pintu.

__ADS_1


Cklek...


Zio tersenyum penuh dengan rasa penasaran saat sudaj terdengar suara kunci pintu yang dibuka oleh orang yang ada didalam kamar mandi.


Zio begitu terpesona saat melihat Saina yang perlahan keluar dari kamar mandi dengan berbalut baju dinas yang diperuntukan untuk para istri itu.


Kulit putihnya begitu kontras saat dipadukan dengan lengerie berwarna merah menyala membuat tubuh indah Saina semakin terlihat seksi dan menggairahkan.


"Cantik"ucap Zio menatap Saina tanpa berkedip sedikit pun.


Zio pun mulai melangkah mendekati tubuh Saina yang masih berdiri tidak jauh dari pintu kamar mandinya.


"Puasin gue malam ini dan loe akan aman dari gangguan orang orang yang jahil juga suka membuat onar itu dan yang terpenting foto loe akan aman tersimpan baik didalam sini tanpa ada yang bisa mengambilnya,jangankan mengambilnya melihatnya pun tidak akan pernah bisa.Bagaimana loe mengertikan apa yang harus loe lakukan untuk membuat kamu aman dari segala hal"bisik Zio tepat didepan wajah Saina yang kini sudah nampak pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya saat ini.


Karena tidak ada lagi penolakan atau pemberontakan yang dilakukan oleh Saina maka Zio pun mulai menuntun Saina menuju ke arah ranjang besar miliknya.

__ADS_1


Hancur dan juga sakit dirasakan oleh Saina saat ini.Bahkan Saina hanya bisa menatap kosong kearah langit langit kamar itu saat Zio mulai mencumbu tubuhnya dengan ganas.


Hingga tanda merah yang kini sudah mulai memudar warna nya pun kembali jelas dengan ditimpa tanda yang baru dibuat oleh pria bajingan bernama Arzio Maladewa itu.


Saina pun hanya bisa meratapi kehancuran hidupnya dalam hati.Bahkan tidak ada sedikit pun ******* yang keluar dari mulutnya saat penyatuan itu berlangsung.


Seolah mati rasa,Saina bahkan tidak mengluarkan ekspresi apapun meski Zio menggempur tubuhnya secara terus meterus.


*


*


Lagi lagi Saina pergi meninggalkan apartemen itu saat Zio masih terlelap diatas kasur besar dan nyaman nya.Sekilas Saina menatap wajah yang begitu tampan namun sayang dia seorang bajingan,sebelum akhirnya benar benar pergi meninggalkan gedung menjulang tinggi itu.


Saina berjalan gontai menelusuri jalanan gang sempit dimana rumahnya berada.Dengan mendorong sepedah yang sebelumnya telah Saina temukan disemak semak dekat rumahnya lalu dia bawa ke bengkel sepeda untuk diperbaiki karena ada beberapa bagian yang rusak karena dibanting begitu saja oleh Zio.

__ADS_1


Saina terus berjalan bersama dengan sepedah kesayangan nya,Saina meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan dan juga memalukan.Saina tidak menyangka kalau di usianya yang baru 17 tahun dia harus kehilangan satu satunya harta paling berharga bagi setiap wanita yang belum menikah.


Namun naas menimpa dirinya,dimana kini dia harus melayani seorang pemuda layaknya seorang istri pada suaminya karena sebuah ancaman yang dilakukan Zio padanya.Karena terlalu sibuk dengan lamunannya itu Saina pun baru menyadari kalau kini dia sudah tiba dirumahnya dan ternyata sudah ada seseorang yang tengah menunggu kepulangan nya didepan teras rumah.


__ADS_2