Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.8)


__ADS_3

1 Tahun kemudian...


"Bagaimana Nak persiapan kamu masuk kampus sudah siap?"tanya Nenek Nilam disela sarapan keluarga Maladewa pagi ini.


"Alhamdulillah Nek sudah siap semua dan hari ini adalah hari pertama Hasna kuliah"


"Baguslah,ingat meski kamu wanita dan seorang istri jika masih ada kesempatan untuk menimba ilmu maka gunakan dengan baik.Tidak ada salahnya melanjutkan kuliah meski sudah menikah,asal kamu bisa menjaga marwahmu sebagai seorang wanita dan juga sebagai seorang istri.


"Insya Allah Hasna akan senantiasa menjaga amanat Nenek dan doakan semoga Hasna bisa menjalankan pendidikan dan juga tugas sebagai seorang istri secara bersamaan ya Nek"


"Iya sayang,kamu tenang saja doa Nenek akan selalu menyertai disetiap langkahmu Nak"


Percakapan terhentyi saat Arsain mengajak Hasna untuk berangkat bersama berhubung keduanya berkuliah dikampus yang sama dengan fakultas yang berbeda.


Hasna yang mengambil ekonomi sedangkan Arsain mengambil bisnis karena kelak harus menggantikan sang ayah diperusahaan nya menjadi seorang CEO dari dua perusahaan sekaligus.


Yaitu perusahaan Ardana grup dan juga Maladewa grup yang merupakan perusahaan turunan dari sang Kakek dan juga sang ayah.


*


*


"Hasna pamit ya,jika nanti Mas pulang terlebih dahulu pulang saja.Biar aku naik taksi saja pulangnya karena takut buat Mas terlalu lama nunggu"


"Baiklah,kabari saja biar aku tahu jadwalmu"

__ADS_1


"Baik Mas,Hasna pamit Assalamualaikum"


"Waalaikum'salam"


Setelah menyalami tangan Arsain dengan takzim Hasna pun turun dari mobil dan berlalu menuju ke gedung dimana dia menimba ilmu yang diminatinya.


Setelah melihat punggung Hasna tidak terlihat lagi Arsain pun ikut turun danbbergegas menuju kegedung yang berbeda tempat yang sudah satu tahun ini dia tempati untuk menimba ilmu bisnis.


"Ar tunggu"


Seruan seseorang yang memanggil namanya menghentikan langkah kaki Arsain dan menoleh ke arah suara seorang gadis yang nampak tengah berlari ke arahnya.


"Naya?kamu baru datang juga?"


"Ya sudah leboih baik kita masuk jam nya Bu Sofikan bentar lagi mulai"


"hhmm"


Keduanya pun berjalan beriringan menuju kekelas dimana keduanya akan menghabiskan waktu hampir dua jam dengan segudang tugas yang diberikan oleh Dosen.


Arsain sendiri kini sudah mulai bisa beradaptasi dengan dunia kampus.Hadirnya teman baru yang asik dan menyenangkan juga membuat Arsain lumayan betah berada dilingkungan kampus.


Meski sempat telat masuk kuliah karena lebih memilih menimba ilmu agama terlebih dahulu tidak membuat Arsain terlihat kaku saat mulai kembali kedalam lingkungan pendidikan normal.


Selain karena otaknya yang cerdas Arsain juga tipekal orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru jadi Arsain tidak memiliki kesulitan yang berarti saat harus kembali kedunia pendidikan normal setelah dua tahun hidup disebuah pondok yang ruang lingkupnya terbatas.

__ADS_1


Berbeda dengan Arsain yang sudah terbiasa dan memiliki teman baru dikampus,Hasna malah masih terlihat kebingungan saat masuk kedalam kelas dan melihat semua meja sudah terisi oleh para mahasiswi/wa yang sudah siap meja masing masing.


Tinggal Hasna yang masih celingukan tidak jauh dari pintu masuk mencari tempat duduk yang kosong.


"Kamu mahasiswi baru ya?"sebuah sapaan cukup membuat Hasna kaget dan menoleh ke arah sumber suara.


"Iya"


"Baru masuk ya?kok baru lihat?"


"Iya,ini hari pertama masuk"


"Ooohhh,kenapa bengong disini?"


"Ku_kursinya sudah pada penuh"


"Masih ada kok ayo ikut aku"


"Maaf ta_tapi bisakan kalau tidak pegangan?ki_kita bu_bukan marham jadi tidak boleh bersentuhan"lirih Hasna saat pria yang baru saja mengajaknya bicara langsung menarik tangannya untuk di ajak duduk dimejanya yang kebetulkan kursi disamping nya kosong.


"Astaga,maaf"jawab nya reflek melepas genggaman tangan nya ditangan Hasna.


"Ti_tidak apa apa"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2