
Dua bulan berlalu dari hari jadi pernikahan Hasna dan Arsain.Keduanya pun kini sudah kembali beraktifitas seperti biasa.
Sibuk dengan tugas kuliah masing masing.Namun sudah satu minggu ini Arsain absen dari kampus untuk menggantikan Zio mengurus perusahaan karena kondisi kesehatan Zio yang tengah drop dan harus mendapatkan perawatan.
Meski tidak dirawat dirumah sakit namun Zio benar benar harus berisitirahat total dari segala aktifitas dan hanya berdiam diri didalam kamarnya.
Sementara Hasna sendiri masih aktif berkuliah dan juga menjaga Ayah mertuanya dengan begitu sangat telaten.
Ting tong...
Suara bel dirumah itu mengalihkan perhatian seisi rumah yang tengah melakukan makan siang bersama diruang makan.
"Mbok,tolong lihatoin dong siapa yang datang"seru Nenek Nilam pada salah satu artnya yang tengah berada didalam dapur kotor.
"Biar aku saja Nek,kasihan Mbok Inah dan mbok Rumi baru saja selesai bekerja dan tengan makan"ucap Hasna yang langsung bangkit dari duduknya.
"Tapi kamu juga baru makan sayang"ujar Arsain kurang setuju saat sang istri akan meninggalkan tempatnya.
__ADS_1
"Nanti juga bisa dilanjutkan Mas"
Hasna pun mengabaikan wajah cemberut Arsain yang tidak suka ditinggalkan oleh sang istri saat makan.
Dengan langkah cepat Hasna menghampiri pintu saat bel nya kembali berbunyi.
Deg...
Naya terkesiap saat melihat siapa yang membukakan pintu rumah mewah itu.Sedangkan Hasna sendiri tidak kalah terkejutnya dengan Naya saat mereka saling bertemu didepan pintu rumah.
"Maaf,mencari siapa ya?"tanya Hasna pura pura tidak mengenali gadis itu,setelah bisa mengndalikan perasaan nya saat melihat wanita yang pernah ada didalam dekapan sang suami.
Belum sempat Hasna menjawab pertanyaan dari Naya,kedua gadis itu dikejutkan dengan suara bariton seorang pria dari arah dalam rumah.
"Sayang siapa yang datang?kok lama?ayo temani makan,sebentar lagi aku harus balik kekantor"ucap Arsain sembari memeluk tubuh Hasna dari samping lalu mendaratkan satu kecupan dipucuk kepala yang tertutup hijab instan yang kini dikenakan oleh Hasna.
"Mas ada tamu,malu"protes Hasna saat Arsain memeluk dan mencium dirinya meski sebuah ciuman dipucuk kepala.
__ADS_1
"Memang siapa yang data___?Naya,ada apa?"tanya Arsain yang cukup kaget dengan kedatangan teman kampusnya namun tidak serta merta melepaskan pelukannya dipinggang Hasna dan itu membuat hati Naya terasa diremas.
Naya bergeming,masih berusaha menetralkan perasaan nya yang bergemuruh sehingga menimbulkan rasa sesak didada.
"Ayo masuk dulu Mbak,ngobrolnya didalam saja biar lebih santai"ucap Hasna membangunkan Naya dari lamunan nya.
"Hah,eh tidak usah.Disini saja,ini aku mau kasih catetan yang kamu minta sama Bumi.Bumi tidak bisa kemari karena harus kekantor papanya jadi dia suruh aku untuk kasih ini"Naya pun menyerahkan lebih dari tiga buku pada Arsain.
Buku catatan tentang materi kuliahnya yang dia lewatkan karena harus fokus dengan perusahaan sang ayah.
"Oh,ok.Terima kasih ya sudah mau anterin buku buku ini"jawab Arsain sembari melepas satu tangan nya dari pinggang Hasna untuk mengambil buku yang Naya sodorkan namun tangan satunya masih setia bertengker dipinggang sang istri.
"Kalau begitu aku pamit ya Ar"lanjut Naya setelah buku yang dia serahkan sudah berpindah tangan pada Arsain.
"Loh nggak masuk dulu mbak?sekalian ikut makan siang sama kami"
"Tidak terima kasih Mbak,maaf saya pamit dulu masih ada yang harus saya lakukan"
__ADS_1
.
🌸🌸🌸