
...🌸 Arsain Maladewa 🌸...
...***...
Arsain yang merasa kelelahan setelah membersihkan seluruh ruangan gudang seorang diri pun tanpa terasa teridur dengan bersandar di dinding sama seperti yang gadis yang kini ada bersama dengan nya.
Namun sebuah guncangan ditubuhnya membangunkan Arsain dari alam mimpi dan juga tidur lelapnya.
"Ba_bangun Kak sudah jam 3 pagi,semoga ada yang kemari dan menolong kita"ujar gadis yang terkurung semalaman bersama dengan Arsain didalam gudang itu.
"Hah,su_sudah jam 3 pagi?dari mana kamu tahu?"tanya Arsain sembari bangkit dari duduknya dan meregangkan otot ototnya nampak kaku karena tertidur dengan posisi duduk.
"Ini kan sudah jam nya kita bangun untuk melakukan sholat malam,dan lagi sudah ada sayup sayup suara dari arah masjid"lirih gadis itu.
"Oh begitu,Maaf kalau boleh tahu kamu siapa ya?kenapa santriwati ada diwilayah santriawan?"
"Kan semalam sudah aku ceritakan kronologinya kenapa aku ada disini.Saya Hasna,kalau kamu?"
"Hasna?adik ustad Ilham?oh aku Arsain tapi panggil saja Arsa sepertinya kita seumuran"
"Iya,baiklah Kak Arsa.Lalu apa yang harus kita lakukan?kita sudah semalaman disini tapi tidak ada yang datang"
__ADS_1
"Tunggu biar aku cek lagi pintunya"
Arsain pun beranjak lagi ke arah pintu dengan harapan kini pintu itu bisa terbuka dan membebaskan keduanya dari kurungan itu.
Tap tap tap...
Ceklek...
Baik Arsain mau pun Hasna sama sama menyatukan kedua alisnya.Pasalnya tadi malam pintu itu begitu sulit untuk dibuka namun kali ini hanya satu kali putaram dihendel pintu.
Pintu itu sudah terbuka.Rasa lega pun dirasa dua insan berbeda jenis kelamin itu.Namun nampak nya rasa lega itu kini berganti dengan rasa shock untuk keduanya.
"A_Abi,A_Abang"
lirih Hasna begitu melihat dua pria yang begitu Hasna hormati dan cintai berdiri paling depan diantara beberapa orang yang ada disana menyaksikan dirinya keluar dari ruangan itu bersama dengan Arsain.
"Pak Kyai,Pak Ustad"
Sambung Arsain yang juga merasa shock dengan apa yang terjadi kini.Bingung dan juga takut tentu begitu dirasa oleh dua insan berbeda jenis itu.
"Kalian ikut Abi sekarang"titah Kyai Hasan menatap dingin pada kedua anak muda yang masih terpaku didepan pintu gudang itu.
__ADS_1
Sementara Ustad Ilham menatap sendu pada keduanya.Rasa tak percaya begitu menyelimuti dirinya namun apa yang dia lihat saat ini juga nyata.
"Hubungi keluarga pemuda itu Ham,kita selesaikan masalah ini setelah keluarganya datang"
Lanjut Kyai Hasan yang kini beralih berbicara pada anak sulung nya yaitu Ustad Ilham yang selama ini sudah dipercaya untuk kepengurusan pondok utama.
Sedangkan untuk anak keduanya Kyai Hasan utus untuk mengurus pondok cabang yang ada diluar kota lain nya.
Dan untuk putrinya sendiri yang merupakan anak perempuan satu satu nya kini masih mendalami ilmu agamanya dipondok itu bersama santriwati lain nya.
Namun belum juga usai kini sang putri terkena skandal memalukan dengan seorang pemuda yang juga dikenal sebagai murid dipondok.
Tanpa perlawanan kedua muda mudi itu di iring masuk kedalam ruangan kantor pondok.Kyai Hasan sendiri langsung masuk kedalam ruangan dimana biasanya beliau beristirahat atau sekedar merenung saja.
Kedatangan Hasna dan Arsain disambut sendu oleh Nyai Nurmala dan juga Aida yang merupakan Ibu kandung Hasna dan juga Kakak Iparnya,istri dari Ilham.
"Ummi"lirih Hasna memeluk erat tubuh wanita paruh baya yang sudah melahirkannya itu.
Tepat dibelakang Hasna berdiri Ilham dan juga Arsain yang masih setia menundukan kepalanya.Semuanya pun akhirnya memutuskan membawa masuk kedua pemuda yang entah memang saling mencintai atau apa sehingga dengan nekadnya berbuat hal yang memalukan disebuah gudang pondok.
...****************...
__ADS_1