
..."Kak,anak kita kini sudah berusia 6 bulan dan dia sudah mulai gerak.Kakak tahu?setiap kali aku cerita tentang Kakak,dia seolah tahu kalau itu cerita tentang ayahnya dan langsung menendang sebagai tanda kalau dia merespon.Lucu menggemaskan tapi juga sakit dan ngilu"...
...***...
..."Kak,hari ini aku sudah mulai kontrakasi.Ya Allah sakitnya luar biasa sampai rasanya mau mati saja.Tapi setelah melalui jam jam yang begitu menyakitkan anak kita akhirnya lahir dengan sehat,selamat dan sempurna"...
...***...
..."Kak,hari ini aqiqahan nya Arsain.Meski acaranya di adakan secara sederhana namun semua yang datang mendoakan doa doa kebaikan untuk anak kita"...
...***...
..."Kak,Arsain sudah mulai tumbuh gigi loh padahal usianya baru sembilan bulan dan dia terus mengigit ****** saat menyusu.Sakit tapi Masya Allah pengalaman yang berharga buat aku."...
...***...
..."Kak,ini ulang tahun pertama untuknya,Meski Kakak tidak ada bersama kami semoga Kakak juga bahagia seperti kami yang sudah bahagia dengan hidup kami."...
...***...
__ADS_1
..."*Titip Arsain Kak,aku tidak bisa menjaga dan merawatnya lagi.Aku juga sudah memaafkan apa yang pernah Kakak lakukan meski sampai detik ini aku masih belum tahu alasan Kakak melakukan semua itu padaku,tapi percayalah kalau aku sudah memaafkan apa yang Kakak lakukan.Jaga dan sayangi Arsain ya Kak,karena dia adalah putramu,darah dagingmu."...
^^^🌸 Saina Arzenita*.^^^
...***...
*
Itulah isi dari beberapa lembar isi diary yang ditulis oleh Saina lengkap dengan tanggal dan tahun nya.
Meski tidak setiap hari dia menuliskan semua kegiatan nya,namun Saina tidak pernah melewatkan satu hal pun yang terjadi dan yang di alami oleh si kecil Arsa selama masa pertumbuhan nya.
Zio pun hanya bisa mendekap buku kecil itu untuk melepas rasa rindunya pada sosok gadis manis dan lugu yang dia kenal 10 tahun yang lalu.
Merasa tidak sanggup untuk melanjutkan Zio pun menyimpan kembali buku itu didalam laci dan kembali lagi kedalam kamarnya.
Zio naik ke atas ranjang dimana putranya tengah tertidur lelap di atasa ranjang besar milik Zio.Nampak begitu tenang dan damai.
Direngkuhnya tubuh mungil itu dan didekap erat seolah tidak mau lagi kehilangan orang yang begitu dia rindukan selama ini.
__ADS_1
"Maafkan Ayah Nak,maaf karena tidak ada disaat saat kamu membutuhkan sosok Ayah dalam hidupmu.Maafkan aku Saina,aku benar benar menyesal.Tenanglah disana sayang,aku janji akan membesarkan anak kita penuh dengan kasih sayang meski tanpa seorang ibu disisinya.Tunggu aku disana sayangku,setelah tugasku untuk menjaga Arsain usai aku akan segera menyusulmu."gumam Zio dalam hati saat mendekap tubuh mungil putranya.
Lelah menangis Zio pun akhirnya terlelap setelah membawa Arsa masuk kedalam pelukan nya.Pelukan hangat tubuh kecil persi mini dirinya itu ternyata begitu ampuh membuat hati dan juga perasaan nya tenang hingga tidak membutuhkan waktu lama untuk Zio menyusul sang anak ke alam mimpi.
*
*
Hari berganti hari,minggu berganti minggu begitu pun dengan bulan yang silih berganti.Kehidupan Zio pun kini sudah mulai membaik meski setiap malam tidak pernah dia lewatkan dengan sebuah tangisan.
Arsain pun sudah kembali bersekolah disebuah sekolah elite yang merupakan sekolah yang dibangun oleh keluarga Maladewa dengan Ardana yang menjadi pemiliknya.
Arzio sendiri lebih memilih fokus dengan perusahaan nya sendiri.Dan untuk sekolahan yang didirikan oleh empat keluarga itu kini dipegang oleh Ardana sebagai pemegang saham terbanyak.
Dan si kecil Arsain pun kini bersekolah disekolah milik keluarganya itu.Tidak butuh waktu lama untuk Arsain mendapatkan teman,selain anaknya yang mudah bergaul Arsa juga tidak pernah pandang bulu dalam berteman.
Zio sendiri tidak pernah melewatkan waktu untuk Arsain.Meski dalam ke adaan lelah pun Zio akan selalu berusaha ada untuk Arsa agar Arsa tidak kehilangan kasih sayang orang tuanya meski tidak ada sosok Bunda yang menemani tumbuh kembangnya.
****************
__ADS_1