
"Ini Kak minumnya,maaf kami hanya memiliki ini"ujar Saina menyodorkan satu gelas susu coklat hangat dan satu piring pisang goreng yang baru saja selesai dibuat oleh Bu Nilam.
"Terima kasih,padahal kamu tidak usaha repot begini aku kan jadi tidak enak hati"ujar Bayu mencoba mencairkan suasana nya.
"Nggak apa apa Kak,lagi pula Ibu buatnya banyak kok jadi Kakak tidak usaha khawatir ya"jawab Saina berusaha untuk tersenyum.
"Apa besok kamu akan kesekolah?"tanya Bayu tiba tiba dan membuat senyuman diwajah Saina memudar.
"Iya,besok Nana akan kembali kesekolah seperti biasa"jawan Saina lagi.
"Kamu belum siap buat cerita tentang apa yang dilakukan Zio sama kamu?"tanya Bayu lagi
Deg....
Pertanyaan itu seakan menghantam hati Saina.Benar,kejadian semalam kenapa Saina bisa melupakan hal itu.
Mendengar pertanyaan dari Bayu,Saina hanya bisa menundukan kepalanya dan meremas tangan nya yang saling bertautan dibawah meja.
Bahkan tubuhnya kini mulai gemetar kembali saat mengingat apa yang Zio lakukan padanya.Melihat Saina yang nampaknya masih shock dengan kejadian yang tadi malam dia alamu membuat Bayu tidak tega untuk melanjutkan pertanyaan nya.
__ADS_1
"Sudahlah tidak usah dipikirkan,lagi pula kamu tidak cerita pun aku sudah tahu apa yang dilakukan Zio pada kamu"lanjut Bayu.
Deg...
Lagi lagi jantung Saina berdegup dengan begitu kencang saat Bayu mengatakan kalau dia mengetahui kejadian itu.
Mendengar itu Saina pun mendongakkan kepalanya dan menatap nanar pada Bayu.Ketakutan pun kembali menyeruak dalam diri Saina.
Bagaimana pun Bayu adalah sahabatnya Zio yang mungkin bisa saja akan memanfaatkan kondisi Saina saat ini untuk kepentingan pribadinya.
Mengingat kalau Bayu juga salah satu dari empat orang pembuat onar disekolahnya.
"Aku tahu ini berat untuk kamu,aku juga menyesalkan kenapa Zio melakukan hal bejad itu pada kamu.Tapi percayalah aku tidak akan memanfaatkan kondisi mu untuk kepentingan aku.Aku juga janji jika kamu butuh bantuan kamu bisa minta tolong padaku.Aku akan selalu membantu kamu Na,ingat itu.Cari aku kalau kamu butuh pertolongan,Ok"lanjut Bayu yang di angguki oleh Saina.
Sementara didalam mobil yang tidak jauh terparkir dari mobil Bayu,nampak seseorang tengah menatap tajam pada kedua teman sekolahnya yang terlihat jauh lebih akrab dari sebelumnya itu.
Kedua tangan nya terkepal kuat di atas bundaran setir mobil sport yang dia bawa.Matanya berkilat marah ke arah keduanya.
Merasa kesal dengan pemandangan yanga da didepan nya dia pun segera melajukan kembali mobilnya meninggalkan lingkungan rumah Saina.
__ADS_1
*
*
"Kamu sudah siap sekolah Nak?"tanya Bu Nilam saat melihat Saina keluar kamar sudah rapih dengan seragam abu dipadukan dengan kemeja batik sekolah tidak lupa dengan rambut yang dikepang dua yang sudah menjadi ciri khasnya selama bersekolah.
"Sudah Bu,lagi pula aku juga sudah mendingan kemarin hanya kecapean saja dan mungkin terlalu lama belajarnya jadi ya meriang deh Bu"jawab Saina sedikit berbohong agar sang Ibu tidak kepikiran dengan apa yang sudah terjadi padanya.
"Ta sudah kalau begitu lebih baik kamu sarapan dulu sebelum berangkat biar nggak sakit lagi"
"Iya baik Bu"
Saina bersama dengan Bu Nilam pun sarapan bersama sama dengan lauk yang dimasak oleh Bu Nilam untuk dijual namun sengaja memisahkan satu mangkung untuk dimakan dirumah.
Dan hal itu sudah menjadi kebiasaan nya.Bu Nilam dan Saina sudah terbiasa makan sisa masakan yang tidak terjual habis atau kalau pagi suka menyisakan sedikit kemangkok kecil untuk keduanya sarapan.
Namun meski begitu keduanya nampak Jauh lebih bersyukur.Bu Nilam adalah seorang istri yang ditinggalkan suaminya begitu saja saat hamil Saina.
Tanpa kejelasan dan tanpa kabar 17 tahun sudah sang suami pergi meninggalkan dirinya dan juga sang anak.Namun Bu Nilam tidak pernah menyerah dengan hidupnya.
__ADS_1