
Hasna pun berusaha mengurai pelukan suaminya namun Arsain semakin erat memeluk tubuh mungilnya.
"Ehheeemmmm"
Hingga suara deheman seorang pria menyadarkan Arsain jika diantara mereka amsih ada orang lain.
Arsain pun segera mengurai pelukannya pada Hasna lalu menoleh ke arah suara seorang pria yang baru saja mengeluarkan suaranya.
"Rayyan?"
"Arsain?"
"Ngapain loe sama istri gue?"
"Jadi dia suami kamu?"bukannya menjawab pertanyaan Arsain,Rayyan malah balik bertanya pada Hasna dan diangguki oleh gadis cantik yang masih ada didalam dekapan suaminya.
"Tenang bro,gue nggak ada maksud.Kita cuma kebetulan ketemu disini"
"Ka_kalian saling kenal?"
"Nggak"
"Iya"
Jawaban yang kompak dari Arsain dan juga Rayyan yang menjawab dengan jawaban yang berbeda membuat Hasna menyatukan kedua alisnya.
"Kalian kenapa sih?musuhan?"
__ADS_1
"Iya"
"Nggak"
Lagi lagi jawaban yang berbeda terlontar dari dua pria yang ada didepan Hasna secara bersamaan,membuat Hasna semakin yakin jika keduanya saling kenal dan tengah saling berseteru.
"Ya udah deh,mumpung suami kamu sudah disini.Aku pamit ya,semoga kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan baik"
Rayyan pun akhirnya pergi meninggalkan Hasna dan Arsain.Dan membiarkan pasutri oitu menyelesaikan maslahanya tanpa ada nya orang asing dianatar keduanya.
"Kamu kenapa dimana dengan dia?"tanya Arsain yang kini bermuka garang dengan rahang yang mengeras.
"Pernah dua kali tidak sengaja bertemu dan dia antar aku pulang"
"Kapan?"
Jawab Hasna jujur dan Arsain akui itu bahkan karena Rayyan lah akhirnya Arsain menyentuh Hasna dan mengungkapkan perasaan nya pada Hasna.
"Mas sendiri?siapa wanita itu?"tanya Hasna yang menyadarkan Arsain dari permasalahan yang kini tengah mereka hadapi.
"Astaghfirullah al adzim,iya Mas lupa jika mau menjelaskan nya"
"Ka_kalian ti_tidak___??"
"Tidak sayang,kamu salah paham.Dia memang memelukku dan bilang jika dia mencintai aku bahkan dia bilang rela dijadikan yang kedua dalam hidupku.Tapi aku tidak segila itu sayang,aku mohon percaya dengan suamimu ini.Aku sangat mencintai kamu dan takut keghilangan kamu,jadi mana mungkin aku bisa menduakan kamu.Itu tidak mungkin"
"Mas yakin?"
__ADS_1
"Tentu sayang,aku berani bersumpah atas nama almarhumah Bunda jika kamu tidak percaya"
"Tidak,jangan begitu"
"Makanya,ayo pulang dan kita selesaikan ini dirumah.Lagian kenapa sih tadi pake lari segala?bikin panik dan khawatir saja"
"Habis,ga aku nggak sanggup lihat ada wanita lain didalam pelukan Mas,nyebelin"jawab Hasna sembari memukul mukul dada bidang Arsain.
"Sana jauh jauh,nggak suka ada bau wanita lain ditubuhmu"
"Iya,Ok.Makanya ayo pulang biar aku bisa mandi dan berganti pakaian.Pakaian ini biar aku buang aja jika kamu masih nggak suka"
Hasna pun berjalan terlebih dahulu mendahului Arsain dan mengabaikan sang suami yang berjalan didepan nya.
"Loh kok duduk dibelakang sih sayang?"tanya Arsain saat melihat Hasna membuka pintu mobil bagian belakang.
"Nggak mau deket kamu,wangi wanita itu msih nempel ditubuh kamu"
"Ya sallam,begini amat sih.Mana kangen banget tapi meski jauhan"gumam Arsain dalam hati.
Tidak mau berdebat yang akan membuat sipermaisuri kembali merajuk bahkan mungkin kembali menghilang Arsain pun memilih mengalah dan membiarkan sang istri duduk dijok bagian belakang.
Sepanjang perjalanan keduanya nampak terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing masing.Hingga tanpa terasa mereka sudah sampai dihalaman rumah.
Hasna turun terlebih dahulu dan masuk begitu saja mengabaikan sang suami yang masih sibuk membuka seatbelt nya dan melepas kunci mobil sebelum menyusul sang istri masuk kedalam rumah.
.
__ADS_1
🌸🌸🌸