
Bruuuggkkk...
"Hey,ada apa?apa yang terjadi?"tanya Ardana pada Zio saat Zio tiba tiba menjatuhkan semua berkas yang ada ditangan nya setelah melihat isi pesan yang baru saja masuk kedalam ponsel miliknya.
"Ada apa Zio?apa terjadi sesuatu?"tanya Ardana lagi saat tidak ada jawaban dari Zio.
"Sa_Sa_Saina Pah,Saina"ucap Zio terbata dengan tangan yang gemetar menunjukan isi pesan yang baru saja dia terima dari Bayu.
Ardana yang mengerti akan maksud Zio akhinya menutup laptop dan semua berkas yang ada dimeja kerjanya lalu beranjak dari duduknya.
"Ayo kita kesana,biar Papah yang antar"ujar Ardana yang diangguki oleh Zio.
Dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu Zio mengikuti langkah Ardana keluar dari ruangan dan juga kantornya menuju kesebuah alamat yang tertulis jelas dipesan yang Bayu kirimkan padanya.
Sementara Bayu sendiri hanya bisa menghela nafas panjang sesaat setelah mengirimkan pesan yang dia terima dari nomer yang tidak dikenal.
Sebuah pesan yang ditujukan untuknya dan juga untuk Arzio yang mengabarkan tentang keberadaan dan juga alamat tempat tinggal Saina sekarang.
Bayu pun kini tengah dalam perjalan menuju kesana dengan bantuan seorang supir kantor Bayu pergi terlebih dahulu karena sudah tidak sabar ingin menemui Saina yang begitu dia rindukan.
*
*
Akhirnya setelah berjam jam lamanya didalam perjalan mobil yang dibawa Zio secara bergantian dengan Ardana pun tiba disebuah desa kecil namun sudah lumayan padat penduduknya.
__ADS_1
Zio dan juga Ardana begitu menikmati keindahan alam desa yang begitu asri dan sejuk.Sangat jauh dari suasana kota yang sudah tidak ada kata sejuk didalam nya.
Zio pun berulang ulang menatap layar ponsel miliknya untuk memastikan alamat yang dia tuju itu benar dan tidak kesasar.
Hingga Zio pun menghentikan mobil miliknya didepan sebuah warung yang ramai oleh pembeli untuk menanyakan rumah yang tengah dia tuju.
Zio pun segera turun dan mulai berbicara dengan beberapa ibu ibu yang tengah belanja sayur di warung itu.
"Permisi,maaf saya mengganggu.Ada yang mau saya tanyakan Bu"ucapnya saat tiba diwarung itu.
Beberapa ibu ibu yang ada disana pun mentap penuh tanya pada orang asing yang baru pertama kali mereka lihat dikampung nya.
"Iya ada apa ya Mas?"jawab wanita paruh baya yang diketahui adalah pemilik warung.
"Begini Bu,saya mau tanya kalau rumahnya Mang Maman itu disebelah mana ya?"tanya Zio ramah.
"Disini sih tertulisnya Mang Maman pemilik ternak ayam sama kambing Bu"jawab Zio yang melihat kembali keterangan yang ada didalam ponselnya.
"Oh Mang Maman,itu Mas sebelah sana.Mas lurus saja lalu nanti di ujung jalan ada rumah berwarna coklat pager besi berwarna putih,nah itu rumahnya"jawab pemilik warung yang sengaja keluar dari dalam warungnya untuk menunjukan dimana rumah Mang Maman.
"Oh iya baik Bu,terima kasih"
"Iya Mas,sama sama"
Setelah mendapatkan informasi dari pemilik warung itu,Zio kembali masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke arah ujung jalan.
__ADS_1
Dan benar saja,disana ada sebuah rumah yang nampak begitu sederhana namun terlihat nyaman dengan berbagai tanaman hias mengiasi halaman depan rumah itu.
Zio dan juga Ardana sama sama turun dari mobil dan memasuki pekarangan rumah sederhana itu.Dengan mempercepat langkahnya Zio begitu tergesa gesa memasuki halaman rumah itu dan jauh lebih dulu tiba didepan pintu rumah lalu mengetuknya.
Tok tok tok....
"Permisi,ada orang dirumah?"seru Zio dari arah luar rumah itu.
Sepi tidak ada jawaban.Zio kembali mengetuk pintu itu sedikit lebih keras agar si pemilik rumah bisa mendengarnya.
Tok tok tok....
"Permisi,adakah orang dirumah?"seru nya lagi sedikit mengeraskan suaranya.
"Sebentar..."
Lega,itulah perasaan yang Zio rasakan saat ada jawaban dari dalam dengan suara seorang wanita.
Tap tap tap....
Derap langkah pun mulai terdengar yang membuat Zio semakin berdebar.Tidak sabar ingin melihat siapa wanita yang ada didalam rumah yang baru saja menjawab seruan nya.
Cklek...
"Iya,ca___"
__ADS_1
Deg....
...****************...