Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.16


__ADS_3

Pagi ini Saina pergi kesekolah seperti biasa dengan menggunakan sepedah sederhana miliknya.Setelah memarkirkan sepedah miliknya diparkiran khusus motor Saina pun berjalan menelusuri jejeran mobil mobil milik siswa/siswi yang terpakrik disana.


Deg...


Jantung Saina tiba tiba seakan berhenti saat netranya dengan tidak sengaja menangkap sebuah mobil yang sudah satu bulan ini menghilang dari sana dan kini sudah ada lagi tempatnya biasa terparkir.


Seketika tubuh Saina pun dibuat lemas saat sesosok pria yang begitu dia takuti keluar dari mobil itu dan berjalan menuju ke arahnya berdiri.


"Ikut aku"


Ucap Zio dengan nada dingin dan datar melewati tubuh Saina begitu saja.Tanpa menjawab Saina pun berjalan mengikuti langkah Zio yang menuju ke arah dimana markas nya berada.


Dengan rasa takut yang teramat Saina pun ikut masuk kedalam ruangan itu saat Zio membuka pintu dan masuk kedalam,menaruh tas ranselnya disofa lalu berbalik ke arah Saina yang masih berdiri didepan pintu yang baru saja dia tutup.


Dengan langkah cepat Zio kembali menghampiri Saina lalu mendaratkan bibirnya diatas bibir Saina.Menghisap dan ******* bibir manis milok Saina.


Saina sendiri hanya bisa pasrah mendapat serangan itu dari Zio.Saina hanya bisa mencekram kuat jaket Zio sebagai pegangan tubuh limbung nya saat Zio kembali mencumbunya penuh dengan minat.

__ADS_1


"Ka_Kakak"lirih Saina ditengah nafasnya yang terengah engah saat pangutan itu dilepas oleh Zio.


"Pergilah,masuk kekelas dan belajarlah dengan baik.Terima kasih karena tidak menolakku"jawab Zio datar dan dingin,melepaskan diri dan memberi jarak pada Saina.


Tanpa menunggu lagi Saina pun segera keluar dari ruangan itu dan berlari ke arah kelasnya berada.


Dan tanpa keduanya tahu sedari tadi ada seseorang yang tengah menahan rasa marahnya saat melihat aksi mesra antara Zio dan Saina yang tengah berciuman mesra.


"Lihat saja,aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan kamu Zio.Kamu hanya milikku"gumam nya dengan kedua tangan terkapal kuat lalu beranjak dari sana dengan membawa rasa marahnya.


*


*


Selain belum kedatangan tamu bulanan Saina juga sering merasa mual dipagi hari dan jadi benci dengan beberapa makanan hanya dengan mencium baunya saja.


Merasa bukan seorang perawan lagi dan pernah melakukan hubungan intim itu Saina pun nekad membeli alat tes kehamilan yang dia beli dari apotek dengan alasan disuruh sang Ibu membelinya.

__ADS_1


Tangis Saina pun pecah didalam kamar mandi saat melihat tanda dua garis merah itu yang menandakan adanya kehidupan baru didalam rahimnya.


Meski sudah mempersiapkan mental untuk hal ini secara selama melayani Zio,dia maupun Zio sama sama tidak memakai pengaman dan Zio pun selalu mengeluarkan nya didalam.Namun tetap saja Saina merasa shock dengan keadaanya saat ini.


Saina pun segera membasuh wajahnya yang basah oleh air mata agar tidak membuat sang Ibu curiga dengan nya yang baru saja menangis.


Setelah merasa siap Saina pun segera keluar kamar dan bergegas berangkat kesekolah dimana dia akan membicarakan hal itu dengan ayah dari janin yang kini tumbuh dirahim nya.


Dan seperti biasa Saina akan datang secara bersamaan dengan Zio dan bertemu diparkiran.Saina selalu mengikuti Zio terlebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran.Satu minggu sudah Saina harus melayani Zio meski hanya sekedar berciuman saja dan tidak lebih dari itu.


Saina pun harus dengan suka rela melakukan nya agar foto fulgarnya yang ada di tangan Zio tetap aman.Meski merasa lega karena Zio hanya memintanya melayani berciuman saja namun kini Saina justru dibuat tegang dengan kondisi tubuhnya yang tengah berbadan dua.


"A_ada yang mau aku bicarakan Kak"ucap Saina memberanikan diri ditengah rasa takunya yang menyelimuti dirinya setelah pangutan diantara keduanya terlepas.


"Apa?apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Zio membelai lembut wajah Saina yang begitu terlihat gugup dan takut.


"A_aku,ha_hamil Kak"

__ADS_1


Deg...


...****************...


__ADS_2