
Hasna terus menatap benda pipih yang menampilkan dua garis merah yang ada dalam genggaman nya.
Setelah dilakukan pemerikasan oleh dokter kemari dirumah besar keluarga Maladewa,Hasna dinyatakan positif hamil dan usia kandungan nya sudah memasuki minggu ke 10.
Namun sayang sang suami tercinta belum mengetahui kabar bahagia ini karena tengah menghadiri pertemuan bisnis diluar kota bersama dengan asisten dan sekertarisnya.
Hasna harus menunggu keesokan harinya untuk bertemu dengan Arsain karena pertemuan itu memakan waktu yang lama dan mengharuskan Arsain menginap disana.
Paginya pun Hasna kembali belum bisa menemui sang suami karena Arsain langsung kekantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Hasna pun berinisiatif membawa benda pipih itu sebagai kejutan buat Arsain dengan mendatangi kantor sang suami sekaligus membawakan makan siang untuknya.
Senyum bahagia pun terus terpancar dari wajah cantiknya meski tanpa polesan makeup yang berlebihan.
Hanya dengan memakai sedikit bedak tabur dan liptint warna bibir sudah membuat wajahnya tampil cantik paripurna.
Kedatangan Hasna pun disambut baik oleh para karyawan yang sebagian besar sudah mengetahui tentang pernikahan perwaris tunggal Maladewa grup itu.
Bahkan semua yang berpapasan dengan Hasna menundukan kepalanya sebagai tanda rasa hormat mereka pada istri dari calon pemilik perusahaan itu.
Sebenarnya Hasna kurang nyaman dengan apa yang dilakukan para karyawan disana.Namun mau tidak mau Hasna tetap harus mengikuti apa yang sudah menjadi peraturan dan ketentuan perusahaan.
Dimana seluruh karyawan harus dan wajib memberi hormat kepada petinggi dan dewan direksi diperusahaan itu beserta seluruh anggota keluarganya.
__ADS_1
Dan disini posisi Hasna diperusahaan itu tentu berada diposisi paling teratas karena Hasna merupakan istri dari orang nomor satu diperusahaan itu.
Ting...
Hasna melangkah dengan pasti saat pintu lift khusus yang diperuntukan untuk CEO perusahaan itu terbuka dan membawa Hasna tepat dilantai 15 dimana ruang kerja sang suami berada.
Saat baru beberapa langkah meninggalkan lift Hasna berpapasan dengan Bagas yang sepertinya baru keluar daru ruang kerja Arsain.
"Selamat siang nyonya muda"
"Selamat siang Pak Bagas,apa suami saya ada?"
"Ada nyonya,silahkan masuk beliau ada didalam ruangan nya"
"Iya nyonya,silahkan"
Setelah saling bertegur sapa dengan asisten dari suaminya itu Hasna pun melangkah terus menuju ruangan sang suami.
Sejenak Hasna melirik meja sekertaris yang nampaknya tengah kosong.Hasna pun menghiraukan hal itu.
Selain belum pernah bertemu dan melihat bagaimana rupa sekertaris pengganti itu,Hasna juga merasa tidak perlu memperdulikan nya lalu segera masuk kedalam ruangan Arsain tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena pintu ruangan nya sudah sedikit terbuka.
"Assalamu"a____"
__ADS_1
Braakkkk....
Traannnggggg...
Sontak Hasna menghentikan ucap salamnya dan karena begitu shok melihat pemandangan didalam ruangan itu
Hasna pun menjatuhkan rantang yang berisi makan siang untuk Arsain sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras,menggema diseluruh ruangan itu
Dan membuat keduan orang yang kini terlihat begitu intim itu pun dibuat kaget oleh suara benda jatuh itu.
"Astaghfirullah al adzim"seru Hasna langsung berlari keluar dari ruangan itu mengabaikan suara Arsain yang berteriak memanggil namanya dan terus berlari lalu masuk kedalam lift dengan perasaan yang hancur dan sakit.
Sementara Arsain sendiri langsung melepaskan pelukan Melia dan berlari mengejar sang istri yang begitu shock melihatnya dipeluk erat oleh sang sekertaris.
Namun sayang langkah nya kurang cepat hingga Arsain harus kehilangan Hasna yang sudah menghilang masuk kedalam lift.
Arsain menggeram,dadanya bergemuruh menahan amarah pada seseorang yang masih berada didalam ruangan nya.
Arsain pun kembali masuk kedalam ruangan nya dengan rahang yang telah mengeras dan juga kedua tangan yang terkepal kuat.
"PERGI SEBELUM AKU MENYERETMU KELUAR DARI RUANGAN INI".
.
__ADS_1
🌸🌸🌸