
"Sepertinya kita terlambat Zio"lirih Bayu saat mengetahui kalau Saina dan Bu Nilam telah pergi dari sana dan keduanya entah pergi kemana tidak ada yang tahu.
"Antar aku kekantor Papah Bay"ucap Bayu sembari masuk kedalam mobil Bayu.
Tidak menunggu lama Bayu pun mengikuti langkah Zio masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil sport itu kearah perusahaan dimana Papah Ardana berada.
Setibanya disana para karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengan Zio dan Bayu pu menunduk sopan,karena mereka sudah tahu dan hapal betul dengan pemuda itu yang diketahui adalah putra tunggal si pemilik perusahaan.
"Papah"lirih Zio saat memasuki ruang kerja Ardana yang begitu luas itu.
Mendengar namanya dipanggil Ardana pun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dimana sang anak tengah berdiri lesu menatap nanar ke arahnya.
"Zio?Bayu?tumben,ada apa kemari?"tanya Papah Ardana sembari bangkit dari duduknya dan menghampiri dua anak muda itu.
Bruuggkkkk...
Ardana dan juga Bayu dibuat kaget dengan aksi Zio yang tiba tiba saja menjatuhkan dirinya,berluntut dan bersimpuh dikaki sang Papah.
__ADS_1
"Hey ada apa Nak?kenapa seperti ini?"tanya Ardana yang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Zio.
sedangkan Bayu sendiri sangat paham alasan apa yang membuat Zio melakukan aksi itu didepan Papahnya.
"Maafkan Zio Pah,Zio sudah melakukan kesalahan besar dan mungkin tidak bisa dimaafkan"lirih Zio yang kini sudah tidak bisa lagi manahan air mata penyesalan nya.
"Ayo bangunlah,kita bicara baik baik.Ayo bangun dan duduklah"jawab Ardana membangunkan putranya dan membawa kesofa untuk duduk dan bicara disana.
"Ayo katakan apa yang sebenarnya terjadi?kenapa kamu seperti ini?"tanya Ardana lagi saat ketiganya sudah duduk disofa yang terdapat diruangan kerja Ardana.
Zio pun mulai menceritakan kegilaan nya satu bulan setengah yang lalu.Dimana dirinya dengan gelap mata sudah melecehkan seorang gadis teman sekolahnya.
Zio juga menambah keterkejutan untuk Ardana dimana dia dengan angkuhnya menolak bertanggung jawab atas janin yang tumbuh ditubuh gadis itu bahkan dengan tanpa perasaan Zio menuduh Bayulah pemilik janin itu.
Karena diketahuinya selama ini Saina jauh lebih dekat dengan Bayu.Tidak hanya Ardana yang dibuat kaget dengan pernyataan Zio tentang ayah janin itu,Bayu pun dibuat jauh lebih shock lagi oleh tuduhan dari sahabatnya itu.
Meski memiliki perasaan khusus pada Saina namun Bayu tidak pernah memanfaatkan keadaan Saina barang sedikit pun.
__ADS_1
Jangankan memanfaatkan nya melihatnya yang terus berwajah lesu dan sedih saja sudah membuat hati Bayu bagai di iris iris silet,sakit dan perih.
Namun Bayu hanya bisa mengapalkan kedua tangan nya demi menekan amarahnya karena saat ini Zio belum selesai dengan ingkapan penyesalan nya.
"Arzio Maladewa,sebajingan inikah kamu hah?ya ampun Zio,bahkan umur kamu itu belum genap 18 tahun dan kamu sudah melakukan hal sekejam itu?apa kamu gila,hah?"pekik Ardana begitu mendengar cerita Zio tentang gadis bernama Saina.
Arzio sendiri hanya bisa menunduk melihat kemarah pria paruh baya yang sudah dia anggap Papah kandung nya itu.Meski pada kenyataan nya dia adalah seorang paman bukan ayahnya.
"Dimana gadis itu?nikahi dia sekarang,bertanggung jawablah jangan jadi pria pengecut Zio"lanjut Ardana merendahkan suaranya dan memilih tenang dalam menghadapi permasalahan anaknya.
Marah pun rasanya percuma,toh semua sudah terjadi kini yang harus Ardana lakukan adalah menyeret putranya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
"Tapi Dia sudah pergi Pah,aku tidak tahu dia pergi kemana"jawab Zio sendu.
Helaan nafas panjang dan berat pun terdengar dari mulut Ardana saat sang anak mengatakan kalau sang gadis yang telah dilecehkannya telah pergi entah ke mana.
Ardana yang tidak tahu bahkan tidak mengenal Gadis itu pun merasa buntu Entah harus kemana dia mencari gadis itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya pada pada gadis itu.
__ADS_1
...****************...