Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.40


__ADS_3

Lagi lagi Zio harus menghadap pada pihak sekolah karena ulah sang anak.Kala teman satu angkatannya sibuk dengan persiapan ujian akhir sekolah.


Si putra tunggal malah bikin rusuh dengan teman teman satu geng nya.Mereka ribut hingga terjadi tawuran dengan sekolah lain yang merupakan rival sekolah elite itu dari semasa Zio masih duduk dibangku sekokah dulu.


Tak henti hentinya Zio memijit pelipisnya yang berdenyut saat sang putra tidak memiliki sedikit pun rasa bersalahnya sudah membuat anak orang babak belur.


"Arsain Maladewa,kini alasan apa lagi untuk kejadian ini,hhmm?"geram Zio namun berusaha menahan emosinya agar tidak ada kekerasan yang dia lakukan untuk sang anak.


Kedua tangan nya terkepal kuat dibawah meja kerjanya demi menekan rasa yang begitu bergemuruh menghadapi kenakalan sang putra tunggalnya itu.


"Mereka yang mulai duluan yah,aku hanya melayani dan menuruti kemauan mereka"jawab Arsain santai.


Sejenak Zio seakan tertampar oleh jawaban Arsa.Zio ingat dengan beberapa belas tahun yang Lalu dimana Zio akan mengatakan hal yang sama seperti yang Arsa ucapkan kala Ardana menegurnya.


Zio tidak pernah menyangka jika kenakalan dan kebandelan nya dulu akan menurun pada putra tunggalnya itu.Jika dulu Zio memiliki alasan untuk kenakalan nya namun entah dengan Arsain sendiri.

__ADS_1


Setahu Zio Arsain tidak pernah kehilangan kasih sayang dan perhatian dari seluruh keluarganya.Meski tidak ada sosok Bunda namun Nenek,Kakek dan ayahnya begitu mencurahkan semua perhatian mereka pada pemuda yang begitu mirip dengan Arzio saat masih seusianya itu.


"Pulanglah,persiapkan dirimu untuk ikut Ayah kesuatu tempat"ujar Zio pada akhirnya.


"Kemana Yah?aku nggak mau kalau harus keluar negri,gamua jauh dari Nenek"jawab Arsain menolak ajakan sang Ayah.


"Tidak akan,lagi pula untuk keluar negri butuh waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.Paspor aja kamu belum punya bagaimana bisa keluar negri"


Tidak menunggu waktu lagi,Zio pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan mendahului Arsain yang masih berdiri didepan meja kerja Zio.


Kebersamaan antara ayah dan anak itu pun selalu jadi pusat perhatian para karyawan apalagi karyawati yang sebagian dari mereka yang masih lajang dan pemuja para cogan cogan yang menyegarkan mata bagi siapa saja yang melihatnya.


Namun hal itu sama sekali tidak membuat ayah satu anak itu tertarik akan lawan jenis nya itu.Meski banyak dari rekan bisnisnya begitu tertarik untuk menjadikan Zio menantu mereka namun kini Zio seakan mati rasa dan tidak memiliki ketertarikan untuk lawan jenisnya.


Kepergian Saina nampaknya turun juga membawa semua rasa cinta dan ketertarikan yang Zio punya pada lawan jenis.

__ADS_1


Terbukti,meski sudah delapan tahun Saina pergi tidak membuat hati Zio berpaling pada wanita lain.Meski tidak ada lagi didunia ini namun Saina selalu hidup didalam hati dan juga hidup Zio.


Dan Saina tidak akan pernah tergantikan oleh wanita manapun yang selama ini mencoba dekat dengan nya namun selalu Zio tolak mentah mentah.


*


*


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam dengan bantuan seorang supir akhirnya mobil yang membawa Zio dan juga sang anak tiba disebuah bangunan yang nampak seperti bangunan sekolah namun ini memiliki halaman dan bangunan yang jauh lebih luas.


Arsa menyatukan kedua alisnya saat melihat sekeliling dirinya begitu nampak asing.Belum lagi orang orang yang berseliweran disekitaran bangunan itu rata rata laki laki semua dengan berpakaian muslim lengkap dengan peci hitam menyertai kelengkapan pakaian mereka.


Bukan hanya mereka yang pusat perhatian dari Arsain,namun kedatangan Arsain dan juga Zio tidak kalah menjadi pusat perhatian para santriawan disana.Tidak jarang juga yang tengah berjalan mendadak berhenti demi melihat siapa gerangan yang datang ke tempat mereka mondok.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2