
Setelah kejadian itu Hasna pun tidak pernah lagi bertanya tentang apapun yang dilakukan Arsain.Hasna menunggu dan tetap memunggu hingga Arsain sendiri yang membuka suara prihal kejadian apa saja yang dia alami dan kegiatan apaun yang dia lakukan dibelakang Hasna.
Hubungan keduanya nampak jalan ditempat meski kini pernikahan mereka mau memasuki usia dua tahun.
"Woy,ngelamun aja dari tadi.Kelas udah kelar mau ampe kapan bengong disini"seru Rey membangunkan Hasna dari lamunan nya.
"Astaghfirullah al adzim,duh sampai mana ya tadi materinya?"
"Makanya fokus belajar Neng,bukan melamun.Nih semua sudah aku catet disini kamu bawa aja dulu kerumah besok jangan lupa bawa lagi,ok"
"Makasih ya Rey,maaf jadi repotin kamu"
"Kamu kenapa sih?ada masalah?"
"Nggak,aku nggak apa apa kok"
"Kalau mau cerita boleh,aku siap loh dengerin keluh kesah kamu"
"Beneran Rey aku baik baik saja.Makasih ya perhatian nya"
"Sama sama Neng *geulis"
(*Cantik)
__ADS_1
Keduanya pun terkekeh bersama dan berjalan beriringan menuju keluar untuk pulang kerumah masing masing.
"Aku balik duluan ya,sorry ga bisa temanin kamu keperpus.Mamah aku minta anter belanja buat nyambut kepulangan Abang aku"
"Iya nggak apa apa Rey,lagian aku udah gede kok ga perlu diantar antar terus"
"Ok deh kalau begitu,aku duluan ya Na.Bye"
"Iya Rey,hati hati ya"
Sepeninggalan Rey Hasna pun segera berbelok menuju lorong lain.Sebuah lorong yang menuju kesebuah perpustakaan kampus yang menjadi tempat favoritnya kala gundah melanda hatinya.
*
*
Dadanya sesak,bahkan tanpa permisi cairan bening yang berasal dari mata indahnya kini sudah turun membasahi wajah cantiknya.
Hatinya hancur berkeping keping saat menatap seorang pria yang tengah memeluk mesra tubuh seorang wanita cantik yang dulu pernah Hasna lihat ada didalam mobil yang sama dengan si pria.
Bahkan tangan kekarnya begitu lembut saat membelai surai hitam milik gadis itu.Hasna segera menundukan wajahnya dan juga tatapan nya saat netranya bertemu netra pria itu yang tak sengaja menoleh ke arahnya dan menemukan dirinya tengah berdiri disana
Dan tengah menatap sendu pria yang kini sedang memeluk mesra seorang wanita asing dan nampak begitu menikmati pelukan itu.
__ADS_1
Perlahan Hasna memundurkan langkahnya dan segera berbalik dari sana.Rasanya sudah tak sanggup lagi melihat sang suami tengah memeluk wanita lain.
Satu hal yang tidak pernah Arsain lakukan padanya.Padahal pernikahan keduanya sudah memasuki tahun kedua dan pernikahan itu resmi secara hukum dan agama.
Hasna terus berlari kearah pintu gerbang kampusnya dan tidak menghiraukan suara teriakan yang memanggil namanya dan memintanya untuk berhenti.
Tepat saat Hasna tiba dipintu gerbang kampus bertepatan juga dengan sebuah mobil lewat dan berhenti tepat didepan nya.
Tanpa diduga Hasna pun langsung memasuki mobil itu dan membuat si pemilik mobil tercengang dan bingung.
"Itu jalan nya sudah kosong,ayo cepat jalan"titahnya yang lagi lagi membuat si pemilik mobil dibuat melongo.
"Ayo cepat jalan Mas,aku nebeng sampai halte ya"lanjut Hasna yang begitu terlihat panik dan juga takut karena terus melirik ke arah belakang.
Merasa ada yang tidak beres dengan wanita berhijab yang kini duduk disamping nya itu si pemilik mobil pun segera tancap gas dan pergi meningglkan kampus itu.
Tanpa dia ketahui ada seorang pria pria yang mengumpat kesal karena tidak bisa mengejar Hasna dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sial,brengsek"
Arsain yang kesal karena tidak dapat mengejar Hasna terus mengumpat sembari memukul dan menendang udara.
...****************...
__ADS_1
Note.Nih aku bonusian buat reader tersayang 🤗🤗🤗