Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.22)


__ADS_3

"Sayang,Mas kemasjid dulu ya"seru Arsain dari balik kamar mandi.


"Iya Mas"jawan Hasna dari balik kamar mandi.


Arsain pun segera beranjak menuju ke lantai bawah dimana Ayah dan juga Kakeknya tengah menunggu untuk berangkar ke masjid komplek bersama sama.


“Wah sepertinya ada yang habis mendapatkan vitamin cinta nih?”ledek Kakek Ardana saat melihat cucunya muncul dwengan wajah yang berbinar tidak sepertri biasanya yang menampilkan wajah datar dan dingin.


kini wajah itu tidak lepas dari senyuman bahagia.Zio yang ada disana pun tidak henti henti nya menatap sang putra tunggal nya dan memang menangkap ada yang berbeda dari wajah putranya itu.


“Kakek tahu saja”jawab Arsain cengengesan.


“Ayo nanti kita terlambat”ajak Zio yang berjalan mendahului dan bergegas pergi ke masjid komplek.


Ketiga pria beda generasi itu pun akhirnya berjalan beriringan menuju ke masjid komplek untuk melakukan ibadah subuh berjamaah dengan warga komplek lain nya.


Meski keluarga Maladewa terkenal dengan keluarga konglomerat namun keluarga itu terkenal dengan kerendahan hati mereka.

__ADS_1


Mereka tidak ragu untuk berbaur dengan warga lain nya,seperti beribadah berjamaah atau melakukan kegiatan lain nya,layaknya warga biasa lain nya.


*


*


"Assalamualaikum,sayang"


"Waalaikum'salam,Mas"


Saat pulang dari mesjid Arsain menemukan sang istri ada dimeja makan tengah menyiapkan sarapan untuk para pria yang baru pulang dari mesjid bersama Nenek Nilam.


"Astaghfirullah al adzim,Mas malu ada Nenek"protes Hasna saat Arsain dengan cueknya mendaratkan bibirnya di atas bibir Hasna.


"Nggak apa apa sayang,Nenek juga pernah muda pasti beliau ngerti kok"jawab Arsain cuek.


"Nenekmu memang pernah muda dan pasti memaklumi,tapi ingat disini ada yang tidak memiliki guling hidup jadi mohon pengertian nya ya anak muda"ucap Kakek Ardana menjawab ucapan dari cucu tunggalnya itu sembari melirik ke arah putranya,Zio.

__ADS_1


"Lagian kenapa sih yah tidak mau menikah.Bunda juga pasti tidak akan keberatan jika Ayah menikah"


"Yang keberatan justru Ayah Ar,sudahlah jangan bahas masalah ini lagi.Ayah tidak suka"


Lagi lagi,Zio tidak pernah mau dan tidak pernah suka jika membahas tentang pernikahan.Rasa sesal yang begitu mendalam membuatnya masih merasa kurang menghukum dirinya sendiri jika hanya sekedar tidak pernah menikahi wanita lain.


Entah harus bagaimana lagi Zio menghukum dirinya sendiri agar terlepas dari rasa sesal yang begitu menyesakkan dada itu.Meski Zio sudah berhasil membesarkan Arsain dengan penuh kasih sayang namun Zio merasa tidak layak bahagia saat ada seorang wanita yang sudah kehilangan masa depannya dan juga nyawanya karena perbuatan nya dulu.


Bahkan selama 12 tahun ini Zio tidak akan pernah bisa tidur jika belum menatap wajah cantik Saina yang ada didalam bingkai foto berukuran raksasa yang ada didalam kamarnya.


Itulah satu satunya kegiatan Zio yang selalu membuatnya tenang.Meski Saina tidak bisa menjawab semua ocehan Zio,namun Zio tetap melakukan nya.Menceritakan semua yang dia alami dan dia lakukan sepanjang harinya pada foto Saina.


Dan hal itu cukup mengobati rasa rindunya yang tak berujung pada ibu dari anaknya yang kini sudah tenang disurga.


Kini keluarga Maladewa pun melanjutkan kegiatannya dengan sarapan bersama.Tidak ada lagi yang membahas tentang pernikahan karena hal itu paling dibenci oleh Zio.


Mereka hanya mengisi acara sarapan itu dengan obrolan biasa,yang membahas seputar kuliah Arsain serta Hasna.Dan sesekali membahas bisnis juga karena mau tidak mau,siap tidak siap lambat laun Arsain harus terjun keperusahaan untuk menggantikan sang Ayah.

__ADS_1


.


🌸🌸🌸


__ADS_2