Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.39


__ADS_3

"Kamu cari siapa?"tanya Bayu saat melihat Saina celingukan didepan pintu ruangan yang sudah dijadikan markas oleh ke empat anak pemilik sekolah itu.


"Eh,maaf Kak saya mau ngsih baju ini sama Kak Zio"jawab Saina takut takut.


"Tidak usah takut sini biar titip di aku aja"ujar Bayu mengulurkan tangannnya mengambil paperbag yang Saina bawa yang berisikan kemeja yang kemarin terkena tumpahan jus.


"Terima kasih Kak"ucap Saina tersenyum pada Bayu dan hal itu tanpa sengaja tersaksikan oleh Zio yang mendadak tidak suka akan hal itu.


Dan mulai saat itu semakin Saina tersenyum pada pria lain maka Zio akan semakin marah dan selalu menyuruh Saina melakukan hal yang aneh aneh.


Namun entah kenapa Saina adalah satu satunya siswi yang tidak pernah menangis meski Zio terus menerus membuatnya susah dan kesulitan selama disekolah.


Dan itu semakin membuat Zio tertarik untuk terus membuat Saina kesusahan.Puncaknya saat Zio yang begitu marah karena Saina terus tersenyum manis pada Bayu namun padanya tidak pernah sedikit pun menampilkan senyuman itu.


Zio yang diliputi amarah pun gelap mata dan melakukan hal yang mengerikan pada Saina dan membuat Saina trauma hingga harus pergi meninggalkan sekolah dan juga rumahnya.

__ADS_1


[Flash Back end.]


***


Zio terus menghela nafas panjang dan juga berat saat mengingat semua perlakuannya dulu pada Saina.Rasa kesepian yang dia rasakan karena kurang nya perhatian dari Ardana dan juga Mariana membuat Zio tumbuh menjadi remaja yang nakal dan juga bandel.


Bahkan Zio nekad tinggal sendirian diluar rumah meski umurnya baru 17 tahun.Hari harinya hanya di isi dengan kegiatan hura hura dan juga menghamburkan uang kedua orang tuanya namun tetap tidak membuat rasa sepi yang Zio rasakan hilang.


Dan kini kenakalan itu harus di ulang kembali oleh sang anak Arsain yang selalu membuatnya pusing tujuh keliling.


Meski tumbuh tidak kekurangan apapun dari keluarganya namun Arsain juga nampaknya tumbuh normal yang tidak luput dari sebuah kenakalan anak remaja pada umumnya.


Apa lagi sang Nenek yang selalu jadi orang pertama yang panik hingga menangis jika sesuatu terjadi pada cucu semata wayangnya itu.


Setelah merasa cukup terobati rasa rindu itu pada sosok wanita yang begitu teramat dia rindukan,Zio pun bangkit dari sofa kesayangan nya lalu membaringkan tubuh lelahnya diranjang untuk mengumpulkan tenaga untuk esok hari memulai hari baru dengan kejadian tak terduga selanjutnya yang mungkin saja akan terjadi karena ulah putra tunggalnya itu.

__ADS_1


*


*


"Kamu mau lanjut kuliah dimana Ar?sebentar lagi kamu akan lulus loh,harus segera mengambil keputusan mau lanjut kuliah dimana"tanya Zio disela sarapan yang menjadi rutinitas wajib keluarga Maladewa setelah Nilam bergabung menjadi keluarga itu secara resmi dan menjadi satu satunya Ibu negara dikeluarga konglomerat itu.


"Bolehkah kalau aku istirahat dulu yah,aku lelah terus belajar"keluh Arsa yang sudah mulai ngeyelan.


"Kamu harus lanjut dulu sekolah sayang,setelah wisuda baru boleh bebas.Nenek nggak mau loh cucu kesayangn Nenek sampe putus pendidikan hanya karena terlena dunia permainan"ujar Nilam yang mencoba membujuk sang cucu yang enggan berkuliah.


"Tapi aku nggak mau kuliah jauh Nek,Ayah terus terusan menyuruhku kuliah diluar"


"Kenapa harus diluar?disini jugakan banyak universitas yang bagus.Kalau lanjut disini saja gimana?"


"Boleh deh,nanti aku lihat lihat kampusnya kalau ada yang nyaman aku lanjut disana"jawab Arsa yang membuat semuanya merasa lega karena akhirnya setuju juga untuk lanjut kuliah oleh bujukan sang Nenek.

__ADS_1


"Kamu lihat Saina,Arsain begitu penurut dengan Neneknya.Jika ada kamu disini mungkin dia tidak akan senakal ini dan ngeyelan seperti saat ini"gumam Zio dalam hatinya menatap sendu putranya yang lagi asik menikmati makanan nya.


****************


__ADS_2