
"Terima kasih dan maaf jika aku menyakitimu"
Arsain mendaratkan kecupan dikening Hasna setelah pelepasan yang dia lakukan,tubuhnya terkulai lemas disamping tubuh polos Hasna yang masih mengatur nafasnya yang memburu.
Lelah,sakit,ngilu dan juga nikmat dirasakan oleh keduanya secara bersamaan.Kesal dan juga marah mendapati sang istri pulang bersama dengan pria lain membuat Arsai akhirnya mampu menggauli Hasna yang sebelum nya begitu enggal dia lakukan.
Bukan karena tidak menyukai Hasna,hanya saja Arsain ingin melakukan hal itu setelah keduanya memiliki perasaan yang sama.Dan entah mengapa setelah mendengar ucapan demi ucapan yang Hasna ucapkan tadi menbuatnya yakin untuk melakukan penyatuan itu.
Arsain yakin jika Hasna pun kini memiliki perasaan yang sama dengan nya.Arsain dan juga Hasna yang belum pernah jatuh cinta sebelumnya merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana mengekpresikan perasaan nya.
Hingga keduanya memilih untuk diam memendam apa yang selama ini dirasakan oleh hati mereka masing masing.
Hasna yang sudah jatuh cinta dibeberapa bulan awal pernikahan mereka tentu tetap meilih diam saat melihat Arsain yang selalu bersikap dingin dan juga datar tanpa espresi.
Sementara Arsain sendiri memilih diam karena takut,takut jika perasaan nya hanya bertepuk sebelah tangan.
Arsain menarik tubuh polos Hasna untuk masuk kedalam dekapan nya.Tidak lupa Arsain pun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
"Ki_kita belum sholat Ashar Mas"gumam Hasna saat Arsain memluk erat tubuh polosnya.
Tadi sebelum penyatuan itu dilakukan Hasna memang berniat sholat Ashar namun hal itu urung dia lakukan demi melayani sang suami yang tengah diliputi amarah dan juga hasrat yang telah naik hingga ke ubun ubun karena melihat tubuh Hasna yang setengah polos untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Bahkan rambut setengah basah milik Hasna yang tergerai begitu saja membuat tampilan Hasna semakin seksi dimata Arsain sore itu,sehingga Arsain tidak bisa lagi menahan hasratnya dan menuntut Hasna agar memberikan haknya sore itu juga.
"Kita bersih bersih barenga dan sholat bareng ya"jawab Arsain sembari mendaratkan satu klecupan dipucuk kepala istrinya lalu mengurai pelukan nya dan bangkit dari tidurnya.
Hasna memkik kaget saat tubuhnya terasa melayang,reflek Hasna pun segera mengalungkan kedua tangan nya dileher Arsain karena takut terjatuh saat Arsain membawa tubuh polosnya masuk kedalam kamar mandi dalam gendongan nya.
"A_aku bisa jalan sendiri Mas"lirih Hasna yang merasa begitu malu saat Arsain menggendong tubuhnya.
"Aku tahu jika tubuhmu sangat tidak nyaman,apalagi saat berjalan.Sudah jangan banyak protes,ayo cepat bersihkan dirimu takut waktu Asharnya keburu habis"
Keduanya pun fokus membersihkan diri masing masing tanpa drama mengulang aksi panas yang tadi mereka lakukan karena mengejar waktu ibadah sore yang hampir mereka lewatkan.
*
*
"Aku mau keluar,bantuin Nenek siapin makan malam Mas"protes Hasna saat Arsain membawa tubuhnya kembali berbaring diranjang.
"Sudah tidak usah,kan sudah ada Mbok Rumi dan Mbok Inah.Sini aku mau cerita"ujar Arsain membawa Hasna dalam pelukannya.
"Cerita apa Mas?"
__ADS_1
"Tentang wnaita yang kamu lihat waktu itu"
Deg...
Sungguh Hasna belum siap mendengar pengakuan suaminya tentang siapa sebenarnya wanita itu.Namun Hasna tidak bisa terus menerus menghindar,lambat laun Hasna pasti akan tahu siapa sebenarnya wanita yang beberapa waktu lalu ada didalam pelukan suaminya itu.
"Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan Hasna.Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan nya"
"Tapi Mas memeluknya"
"Bukan aku yang memeluknya tapi dia yang memelukku"
"Iya,tapi Mas membalasnya kan?"
"Iya,aku minta maaf untuk itu.Aku hanya merasa kasihan padanya,saat itu dia begitu terpuruk karena ditinggalkan oleh ayahnya"
"Apa Mas menyukainya?"
"Menyukai apa?pelukan nya apa orang nya?"
"Kedua duanyalah".
__ADS_1
.
🌸🌸🌸