
Zio berjalan gontai memasuki ruang kerjanya kembali.Dia begitu penasaran dengan apa yang ditulis oleh Saina dihalaman buku kecil itu selanjutnya.
Yang belum sempat dia baca karena terjeda oleh acara makan malam bersama untuk pertama kalinya dengan sang anak dirumah utama keluarga Maladewa.
Dan meski hari sudah kian larut malam namun rasa kantuk itu sepertinya enggan menyapa Zio saat rasa penasaran tentang isi Buku itu begitu menyeruak didalam diri Zio saat ini.
Setelah menemani Arsa mengobrol banyak hal tentang dirinya dan juga Saina hingga putranya itu tertidur lelap.
Zio pun kembali duduk dimeja kerjanya dan mengambil buku itu dari dalam laci meja kerja itu.Dengan perlahan tapi pasti Zio membuka kembali buku catatan milik Saina yang tadi sempat tertunda.
Zio melewatkan lembar pertama karena sudah dia baca.Lalu lanjut lembar kedua ternyata kosong tidak ada tulisan apapun disana.
Lalu kelembar yang ketiga juga kosong yang membuat kedua alis Zio menyatu,bahkan hingga lembar ke lima masih kosong.Dengan malas Zio kembali membuka lembar ke enam namun kali ini berbeda.
Dilembar ke enam itu ada tulisan yang cukup panjang yang Saina tulisakan dan itu masih tentang Arzio Maladewa.
*
__ADS_1
...Dear Diary......
..."Hari ini aku lagi lagi bagaikan seorang begal yang tengah mengawasi target pembegalan nya.Dengan berdiri dibalik riuhnya didauna pagar rumput yang menjulang tinggi melebihi tubuhku aku tetap setia melihat pemandangan didepan sana yang selalu membuat aku semangat kesekolah meski sering dirundung oleh teman teman yang lain....
..."Arzio Maladewa ❤,si pria dingin dan kejam yang pernah aku lihat.Namun entah kenapa hati ini selalu berdebar saat melihat wajah tampan nya dan enggan melapas pandangan ini darinya"...
..."Ada yang aneh dengannya hari ini,dia nampak begitu sedih.Dia kenapa ya?apa terjadi sesuatu dengan nya?seandainya dia sebaik Kak Bayu mungkin aku akan kesana dan menemaninya.Tapi sayang aku tidak punya keberanian itu karena dia terlalu menakutkan jika marah"...
*
Tulis Saina yang membuat jantung Zio berdebar tidak karuan disertai rasa sakit yang begitu menyayat hati.Dimana dia akhirnya tahu kalau dulu ada yang selalu memperhatikan nya dan meneani dirinya meski tidak nampak oleh pandangan nya.
Dan itu benar benar membuat Zio terkejut,pasalnya dulu sewaktu masih sekolah Saina hanya menunjukan rasa takut bukan nya suka seperti anak perempuan yang ada disekolahnya.
Hingga entah dilembar yang keberapa Zio dibuat kaget dengan tulisan yang Saina tulis.Dimana Saina yang begitu kecewa dan juga marah dengan apa yang Zio lakukan padanya.
Dan dilembar itu hanya umpatana saja yang Saina tulis untuknya.Dan dari tanggal nya itu tepat dua hari setelah Zio memperkosanya.
__ADS_1
*
...Diary......
..."Hari ini aku kecewa dan hancur.Apa yang aku jaga selama ini di ambil paksa oleh nya.Oleh orang yang selama ini aku kagumi dan aku sukai."...
..."kenapa harus seperti ini?kenapa begini Kak?apa salah Saina pada Kakak sehingga Kakak dengan mudahnya menghancurkan hidup aku kaya gini"...
..."Jika tidak menyukaiku kenapa tidak usir aku saja dari sana karena aku yakin Kakak punya kekuasaan itu.Kenapa harus dengan cara itu Kakak menghukimku.Sakit Kak,aku sakit,aku hancur."...
*
Ungkapan hati Saina itu semakin mengiris dan menyayat hati Zio.Zio merutuki kebodohan dan kegilaan nya dulu yang begitu tega merampas apa yang menjadi kebangga setiap wanita dan juga harga diri seorang wanita hanya karena tidak terima jika Saina selalu tersenyum pada pria lain.
Zio pun tidak bisa lagi menahan air matanya.Zio lagi lagi menangis,sebuah penyesalan yang Zio rasakan dan itu semua entah kapan berakhir,kala semesta menghukumnya dengan mengambil Saina bahkan sebelum dirinya sempat meminta maaf dan menebus semua kesalahan nya pada gadis lugu itu.
Zio pun kembali melanjutkan membuka lembaran buku yang selanjutnya dan kini berisikan semua yang dia alami setelah keduanya berpisah dengan Saina yang pergi dan menghilang.
__ADS_1
...****************...