Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.37)


__ADS_3

Sementara Hasna sendiri nampak duduk seorang diri dipinggir sebuah danau buatan.Berulang kali Hasna terlihat menghela nafas berat saat bayangan suaminya berpelukan lagi dengan seorang wanita hadir dalam benaknya.


"Melamun sendirian,awas kesambet loh"


Suara bariton seseorang nampak membangunkan Hasna dari lamunan nya dan tersentak kaget saat melihat pria itu sudah duduk disamping nya dengan jarak aman.


"Ka_kamu?ngapain disini?"


"Sama kaya kamu?"


"Maksudnya?"


"Ya sama,kita sama sama lagi nenangin diri dari masalah hidup"


Lagi lagi terdengar helaan nafas berat dari Hasna yang membuat si pria menoleh ke arahnya.


"Kanapa?ada masalah apa?"tanya pada Hasna.


"Kita tidak sedekat itu untuk saling berbagi cerita"


"Kita sudah pernah bertemu,bahkan aku mengantarkanmu pulang,kamu juga sudah berkenalan dengan keluargaku.Masih kurang dekat apa lagi coba?"


"Astaghfirullah al adzim,terserah deh"


Mendengar Hasna yang mengerutu membuat tawa pria tadi lepas begitu saja


Dia tidak menyangka jika keputusan nya pergi kesana bisa mendapatkan hiburan dari seseorang yang memang sudah menarik perhatian nya sejak awal pertemuan keduanya.

__ADS_1


"Kamu pernah dijodohkan tidak?"tanya laki laki itu memecah keheningan diantara keduanya.


"Tidak,kenapa?"


"Hanya nanya saja.Kenapa setia orang tua selalu memiliki pemikiran jika dengan perjodohan anaknya akan mendapatkan kebahgiaan?bisa bantu cari jawaban nya?"


"Entahlah,aku baru mau jadi calon orang tua jadi tidak tahu harus jawab apa.Memang kenapa?tidak suka dengan wanita yang dijodohkan dengamu?"


"Mana bisa suka,baru satu kali bertemu"


"Bisa kok,asal berpasrah pada pemilik kehidupan.Contohnya aku"


"Kamu?"


"Iya,aku malahan lebih parah.Pertama kali bertemu dengan nya,besoknya langsung nikah"


"Kamu sudah nikah?"


"Ng_nggak,aku kira masih ada peluang"


"Peluang?untuk?


"Tidak,lupakan.Lalu bagaimana kamu melalui hidupmu setelah bersama dengan nya?"


"Awalnya berat,tapi setelah ikhlas menjalani semua berjalan dengan baik.Meski sempat terjadi kesalah pahaman namun semua bisa terselesaikan dengan baik,hingga membawa kami kesatu titik kita sama sama bisa saling menerima dan mencintai satu sama lain"


"Hebat,aku salut"

__ADS_1


"Kamu sendiri kenapa menolak perjodohan itu?ada gadis lain kah?"


"Mmmm,tapi sudah terlambat.Dia ternyata sudah menikah bahkan mau jadi ibu"


"Yang sabar ya,kita nggak tahu kapan'dimana dan pada siapa cinta itu berlabuh.Semoga kamu bisa menerima hal itu dengan ikhlas dan semoga seegera mendapatkan penggantinya.Tidak baik berharap pada pasangan orang lain,selain dosa kita juga akan merasa sakit yang berkepanjangan"


"Kamu benar,semoga aku bisa segera melupakan nya.Meski rasanya akan begitu sulit"


Hasna tersenyum tipis sembari kembali membuang pandangan nya ke arah depan.Memandang kambali luasnya hamparan air didanau buatan yang membuat hatinya sedikit tenang.


"Sayang"


Suara bariton yang menyerukan kata 'sayang' mengalihkan pandangan kedua insan yang tengah sama sama menikmati kegalauan mereka dari danau kearah sumber suara.


Hasna langsung bangkit dari duduknya saat melihat Arsain berlari mendekat ke arahnya.


Greeeppphhh....


Belum selesai keterkejutan Hasna akan kehadiran sang suami disana,Hasna kembali dikejutkan dengan sebuah pelukan yang dilakukan oleh Arsain padanya.


"Jangan pergi,aku mohon dengarkan penjelasan ku.Aku minta maaf tapi sungguh itu bukan kehendakku sayang"bisik Arsan disela nafas yang memburu karena mungkin kelelahan berlari ditambah rasa sesak karena setelah hampir dua jam baru bisa menemukan sang istri.


"Mas,jangan begini.Ini tempat umum"


Hasna pun berusaha mengurai pelukan suaminya namun Arsain semakin erat memeluk tubuh mungilnya.


"Ehheeemmmm".

__ADS_1


.


🌸🌸🌸


__ADS_2