Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.42


__ADS_3

Arsain menatap sendu mobil yang kini mulai melaju meninggalkan pondok yang akan menjadi tempatnya tinggal.


Sesak terasa kala orang yang begitu kita sayangi dan kita cintai pergi dan entah kapan akan bertemu lagi,hingga tanpa terasa cairan bening itu kini sudah turun diwajah tampan itu.


"Tenanglah dan belajarlah menjadi pribadi yang lebih baik.Bapak yakin ayahmu punya maksud baik dengan menitipkan kamu disini"ujar Ustad Ilham menepuk pundak pemuda yang seumuran dengan adik bungsunya itu.


Beliau tahu akan situasi hati Arsain saat ini,namun Ustad Ilham juga tahu betul kalau Zio menitipkan anaknya agar menjadi lelaki sejati yang tahu akan rasa tanggung jawab serta baik akhlak dan perbuatan nya.


Zio tidak ingin anak tunggalnya mengalami apa yang dia saat ini.Hidup dalam bayangan rasa bersalah yang tidak berkesudahan karena belum bisa meminta maaf sepenuhnya pada Saina karena Saina telah pergi sebelum Zio menebus semua kesalahan yang sudah dia perbuat.


Sesak dan rasa sakit itu tidak pernah hilang meski sejuta kegiatan dan kesibukan telah dia lakukan.


Arsain sendiri nampak pasrah menerima takdirnya yang harus jauh dengan keluarga yanh begitu teramat dia sayangi dan menyayanginya.


Namun Arsain juga tidak bisa menahan gejolak jiwa muda yang mudah tertantang dan tersulut emosi saat ada yang menantang atau menyinggung nya hingga membuat dirinya terdampar disebuah tempat yang bahkan baru dia lihat saat ini.

__ADS_1


*


*


Hari berganti hari,minggu berganti minggu dan bulan pun ikut berganti.Arsain pun sudah mulai terbiasa hidup mandiri jauh dari keluarga dan juga kemewahan yang dulu pernah dia rasakan.


Meski begitu anak yang begitu bandel itu kini menjadi sesosok pria kalem dan juga dingin.Jarang bertutur kata bahkan begitu menghindari bertatapan dengan lawan jenis.


Berbaur dan berkenalan dengan berbagai macam orang dan berbagai kalangan membaut Arsa belajar banyak dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.


Senyumnya akan terlihat jika keluarganya nampak berkunjung setiap satu bulan sekali kesana.Setelahnya Arsa akan kembali menajdi manusia super dingin yang anggan mengeluarkan suara indahnya.


Merasa belum cukup puas diri dengan pelajaran agama yang selama satu tahun dia emban,Arsa pun memutuskan kembali menunda kuliahnya dan memilih tinggal lagi disana.


Hingga suatu ketika sebuah kejadian yang membuat seluruh pondok dibuat geger oleh kejadian yang membuat Arsain harus di adili oleh sebuah kesalah pahaman.

__ADS_1


"Tapi kami tidak berbuat apa apa Abi,demi Allah dan Rasullnya ini hanya salah paham"ucap seorang gadis barnama Hasna yang merupakan putri bungsu kyai Hasan disela isak tangisnya.


Sementara Arsain sendiri hanya terdiam duduk dengan kepala tertunduk dihadapan semua keluarga kyai Hasan dan juga keluarganya.


"Kami tahu Nak,tapi semua penghuni pondok sudah terlanjur melihat kalian ada didalam ruangan yang sama dan keluar saat dini hari yang membuat semua berpikiran negatif Hasna.Abi tahu putri Abi pasti akan dan bisa menjaga marwahnya"ucap Kyai Hasan menenangkan putri bungsunya yang nampak begitu terpukul dengan insiden yang dia alami dengan Arsain kemarin malam.


Dimana dirinya menjadi korban ke isengan yang entah itu siapa,yang membuatnya harus terkunci semalaman bersama dengan Arsain disebuah gudang penyimpanan yang terletak dibagian paling belakang gedung pondok pesantren.


Arsain sendiri tengah memikirkan siapa pelaku dibalik kesalah paham yang membuat dua keluarga harus berkumpul untuk membuat sebuah kesepakatan,yaitu Pernikahan.


...****************...


Note.Berhubung tidak ada lagi cerita untuk Zio maka othor akan menyudahi kisah Zio setelah satu bab terakhir terbit.


Nah jika masih ramai dan antusian reader masih baik maka akan othor lanjut ke seasion 2 tentang kisah Arsain,tapi itu juga jika diminati.

__ADS_1


Namun jika tidak maka akan stop saja,yuuk masuk di kolom komen yang minat sama kisah Arsain.Kalau banyak yang minat othor lanjut.


...🌸 Happy Reading......


__ADS_2