Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.15


__ADS_3

"Saina"suara bariton yang sudah tidak asing itu kembali menyeruak ditelinga Saina saat jam pulang sekolah.


Saina tersenyum manis menyambut kedatangan seorang pria yang sebentar lagi akan meninggalkan sekolah dan beralih ke sebuah kampus elite dan juga ternama.


"Kak Bayu"


"Kamu mau langsung pulang?"tanya Bayu setelah ada didepan Saina.


"Mmm,hari ini Ibu ada pesanan nasi box untuk acara pengajian jadi aku mau pulang cepat dan bantuin Ibu"


"Aku ikut ya,kita pulang bareng sekalian ada yang mau aku bicarakan sama kamu"


"Boleh deh kebetulan aku nggak bawa sepedah"


Keduanya pun segera memasuki mobil pajero sport hitam milik Bayu lalu mobil Bayu pun melaju meninggalkan area sekolahan.


Dan kebersamaan antara Bayu dan Saina pun tidak luput dari pandangan Zio yang baru saja tiba disekolah untuk mengambil tugas yang selama ini dia tinggalkan karena harus berangkat ke Singapura untuk menemani sang Mamah dirumah sakit.


Iya,selama satu bulan ini Zio memang menghilang dari area sekolahan karena satu hari setelah pertengkaran nya dengan Bayu,Zio langsung berangkat ke Singapura karena sang Mamah masuk rumah sakit.


Dan selama satu bulan ini Zio menemani Mamahnya yang tengah menjalani kemoterafi karena kanker rahim yang dideritanya.

__ADS_1


Karena itulah Zio tidak memiliki saudara karena Mamahnya memiliki penyakit berat.Meski begitu Mamah Mariana tidak pernah berhenti berusaha untuk kesembuhan nya.


Bahkan rela meninggalkan anaknya demi pengobatan yang dia lakukan selama ini.Selama disana Zio pun disibukan dengan keadaan sang Mamah yang naik turun.


Hingga saat ini Zio pun terpaksa meninggalkan sang Mamah karena harus melakuka ujian akhir sekolah yang harus dia ikuti demi kelangsungan masa depan nya.


Setelah mobil yang dibawa oleh Bayu menghilang dari pandangan Zio pun mulai memasuki kawasan sekolah dan bergegas menuju ke ruangan guru untuk mengambil tugas dan juga materi yang akan dia pelajari untuk persiapan ujian nanti.


*


*


"Assalamualaikum,Saina pulang Bu"ucap Saina saat memasuki rumah dan menghampiri Bu Nilam untuk menyalaminya dengan takzim dan di ikuti oleh Bayu dibelakang nya.


"Wa'alaikumsalam,alhamdulillah kalau sudah pulang.Eh ada Nak Bayu juga ternyata,ayo lebih baik duduk didepan saja disini kotor"ijar Bu Nilam melihat sekeliling dapur yang masih nampak berantakan.


"Iya Bu,maaf kalau kedatangan saya mengganggu"jawab Bayu yang terlihat akrab dengan Ibu dari teman nya itu.


"Nggak apa apa kok Nak,lagi pula Ibu senang kalau Nana punya teman yang mau main kesini.Na lebih baik ajak Nak Bayu didepan saja ya,disini kotor san berantakan"


"Kalau begitu Nana dan Kak Bayu kedepan dulu ya Bu"

__ADS_1


"Kami pamit kedepan dulu ya Bu"pamit Bayu menunduk sopan pada Bu Nilam.


"Iya baik Nak"


Kedua siswa dan siswi itu pun berjalan kembali ke arah teras rumah dan bersantai disana menikmati angin sore yang menyejukkan.


"Bukan nya tadi ada yang mau Kakak bicarakan?"tanya Saina setelah keduanya duduk dikursi teras.


"Apa kamu tidak akan memberi tahu Ibu tentang apa yang kamu alami?"tanya Bayu tiba tiba mengingatkan nya kembali pada hari hari buruk yang Saina alami.


"A_aku tidak tahu Kak.Aku takut"jawab Saina sendu.


"Baiklah jika kamu memang belum siap tidak apa apa,tapi lebih baik kamu bicarakan hal itu dengan Ibu.Aku takut jika Zio kembali dia akan melakukan hal buruk itu lagi padamu"bujuk Bayu pada Saina.


Jujur hal itu pun begitu ditakutkan oleh Saina.Namun selama satu bulan ini dia merasa baik baik saja karena Zio tiba tiba menghilang tanpa sebab dan tanpa kabar.


Bahkan ketiga teman nya pun tidak mengetahui dimana dan apa yang sedang Zio lakukan hingga meninggalkan sekolah begitu lama.


"Pikirkan baik baik sebelum semuanya terlambat.Aku yakin Ibu akan mengerti dan mencarikan jalan keluar untuk permasalahan kamu"lanjut Bayu secara tinggal beberapa saat saja Bayu ada disekolahan karena sebentar lagi akan lulus dan masuk universitas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2