
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum'salam,kenapa dengan istri mu Ar?kok pulang pulang berenggut?kalian berantem?"
"Hanya ada kesalah pahaman sedikit Nek,ya sudah aku kekamar dulu ya"
" Baiklah,jangan buat dia kelelahan dan stres.Itu tidak baik buat janin nya"
Seketika Arsain menghentikan langkahnya setelah mendengar kata 'janin' dari Nenek Nilam.Arsain pun kembali berbalik dan bertanya untuk menghilangkan rasa penasaran nya.
"Maksud Nenek apa?janin?siapa yang hamil?"
"Loh,memang istri mu belum bilang kalau dia lagi hamil?"
"Be_belum"
Arsain pun segera berlari kedalam kamar untuk menemui Hasna dan meminta penjelasan mengenai kehamilan yang tadi dibicarakan oleh Nenek Nilam.
"Jangan berlari Ar,bahaya"seru Nenek Nilam yang melihat cucunya berlari menaiki anak tangga menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Setibanya didalam kamar,tidak nampak Hasna disana namun gemercik air membuktikan jika Hasna tengah berada didalam kamar mandi.
Arsain pun berinisiatif untuk mandi dikamar mandi lain yang terdapat dikamar Ayahnya Zio.
Setelah membawa baju ganti yang diambilnya dari dalam lemari pakaian di kamarnya Arsain pun segera keluar kamar dan pergi ke arah kamar sang ayah.
Tok tok tok...
"Masuk"
"Ayah,Ayah ada didalam"
__ADS_1
"Iya,masuk Ar.Ada apa?"
"Numpang pake kamar mandi yah"
"Loh kamar mandi kamu kenapa?"
"Dipake ibu negara"
"Kenapa ga pake bareng bareng aja sih,kan halal Ar"
"Ibu negara lagi merajuk Ayah,mana berani aku ganggu.Sudah ah Arsa mau mandi dulu,gerah ga kuat"
Zio pun hanya menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah anak semata wayangnya itu.
"Kamu lihat sayang,anakmu kini akan miliki anak,yang berarti kita akan memiliki cucu.Apa kamu bahagia sayang?jika iya,tolong ajak aku bersama mu kesana"gumam Zio sembari menatao wajah cantik yang ada didalam bingkai dikamarnya.
Tidak ingin terlihat rapuh didepan putra nya,Zio pun kembali mengalihkan pandangan ke arah buku yang ada dipangkuan nya.
Karena jika tidak maka Arsain pasti akan melihat sisi rapuhnya dan Zio tidak mau itu terjadi.
*
*
Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Hasna dari ponsel miliknya ke arah pintu,dimana pintu itu dibuka dari luar.
Hasna menyatukan kedua alisnya saat melihat suaminya sudah nampak segar dengan rambut yang masih basah dan juga baju yang berbeda dengan yang tadi dia kenakan.
"Assalamu'alaikum Umma"
Sapa Arsain memberi salah pada calon ibu untuk anaknya itu.Sapaan Arsain yang tak biasa membuat Hasna kembali mengernyitkan dahinya sambil menjawab.
__ADS_1
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"jawab Hasna pelan.
Arsain pun mendudukan dirinya ditepi ranjang tepat disamping Hasna kini tengah duduk berselonjoran kaki.
Arsain meraih tangan mungil Hasna yang tengah memegang ponsel lalu membawanya dalam kecupan hangat dan lembut.
"Kenapa tidak bilang,hhmm?"tanya Arsain saat membelai wajah cantik istrinya.
"Bilang apa?"jawab Hasna dengan nada ketus.
"Bilang,jika sebentar lagi akan ada yang memanggilku Abi?"
Deg...
Hasna langsung menatap Arsain saat Arsain sudah mengetahui prihal kehamilan nya.
"Ta_tahu dari siapa?"
"Nenek.Benarkah itu?benarkah jika aku akan menjadi seorang ayah?"
"Insya Allah Mas,doakan saja semoga kehamilan nya lancar dan aku serta bayi kita diberi kesehatan hingga lahiran nanti,Aamiin"
"Aamiin sayang Aamiin"
Arsain pun langsung berhambur memeluk tubuh sang istri.Bahagia dan juga haru bercampur menjadi satu.
"Terima kasih sayang,ini adalah hadiah terindah setelah kamu yang dikirim Allah untuk aku"
Tidak henti hentinya Arsain menciumi pucuk kepala Hasna yang kini sudah melepas hijabnya.
Setelah keduanya menerima satu sama lain,Hasna pun mulai melepas hijab saat dirinya hanya berdua dengan sang suami.
__ADS_1
.
🌸🌸🌸