Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.2)


__ADS_3

...🌸 Arsain Maladewa 🌸...


...***...


Waktu pun berjalan dengan begitu cepat dan tidak terasa kini dua tahun sudah Arsain berada dipondok.


Dan rencana nya ini adalah minggu terakhir dia berada disana karena ingin melanjutkan kuliah ke Kairo untuk memperdalam ilmu agamanya.Dan ini Satu hari sebelum kejadian naas yang menimpa Arsain dan gadis yang bernama Hasna.


"Ar nanti malam bisa bantuin aku beresin gudang nggak?ini giliran aku buat beresin dan bersihin isi gudang cuma si Dani lagi pulang kampung jadi aku nggak ada teman,bagimana kamu bisa bantu aku nggak?"tanya teman satu kamar Arsain yang bernama Zainal.


"Jam berapa?soalnya aku masih ada tugas yang belum selesai"


"Ba'da isya saja biar semua kegiatan kita sudah selesai dan biar tenang juga saat beresin gudang nya"


"Baiklah,setelah tugas aku selesai aku akan kesana untuk membantumu"


"Ok,terima kasih ya Ar,kamu teman yang baik"


"Iya,sama sama"

__ADS_1


Tepat setelah berjamaah sholat isya Arsain pun segera menuju ke sebuah gudang tempat penyimpanan barang.


Gudang itu memang selalu rutin dibersihkan satu minggu sekali dengan cara bergilir.Dan kini giliran Zainal dengan Dani yang merupakan teman satu kamar Arsain selama tinggal dipondok.


Setibanya disana Arsain tidak mendapatkan siapapun hanya ada dua sapu dan juga ember berisikan kain lap yang biasa dipake untuk membersihkan gudang itu.


Tanpa banyak berpikir dengan keberadaan Zainal yang entah kemana,Arsain pun mulai membereskan barang barang yang terlihat berantakan dan mengelap barang yang berdebu.


Saat asik membereskan seisi gudang dibagian pojok belakang,tiba tiba Arsain dikejutkan dengan suara pintu yang nampaknya ditutup dengan begitu kerasnya hingga menimbulkan sebuah suara yang menggema diruangan itu.


"Astaghfirullahaladzim,apa itu?"gumam Arsain yang langsung bangun begitu mendengar dentuman pintu yang ditutup dengan keras.


"Astaghfirullahaladzim,kamu kenapa dan apa yang terjadi sama kamu?"tanya Arsain menghampiri gadis yang tengah tersungkur dilantai dengan tangan yang terikat hingga membuatnya susah untuk bangun.


"Ka_kamu siapa?i_ini dimana?tolong jangan sakiti aku,aku mohon jangan lakukan hal buruk padaku"jawab gadis itu dengan suara yang bergetar dan menangis ketakutan.


"Tenanglah,aku penghuni pondok.Apa yang terjadi padamu kenapa kamu di ikat dan dibawa kesini?"tanya Arsain lagi sembari membantu membuka ikatan ditangan dan dimata gadis itu.


"A_aku juga tidak tahu.Tadi selepas pulang dari masjid aku menemani temanku untuk pergi ke perpustakaan namun belum tiba disana tiba tiba ada yang membekapku lalu mengikat tangan dan menutup mataku"jawab gadis itu begitu ketakutan.

__ADS_1


"Tenanglah,kamu aman sekarang"ujar Arsain sembari bangkit lalu mencoba membuka pintu yang ternyata terkunci.


"Astaghfirullah,kenapa terkunci?"gumam Arsain yang berusaha membuka pintu gudang itu namun tidak bisa karena terkunci dari luar.


"Kanapa?apa pintunya tidak bisa dibuka?"tanya gadis itu dengan berjalan mundur memberi jarak untuk keduanya.


"Iya,terkunci dari luar.Sepertinya ada yang sengaja mengunci kita disini"jawab Arsain yang nampak bingung harus melakukan apa.


Seandainya ada jendela yang cukup besar mungkin bisa saja Arsain merusaknya untuk bisa keluar dari sana.


Sayang diruangan itu hanya ada dua jendela kecil yang digunakan sebagai pentilasi udara.Sedangkan gadis itu masih terus menangis sesegukan dan begitu ketakutan.


"Maaf sepertinya kita harus menunggu hingga ada orang yang datang.Tenang saja aku tidak akan melukaimu dan semoga temanku yang akan membantu membereskan ruangan ini segera datang dan bisa membantu kita untuk keluar dari sini"ucap Arsain lagi yang diangguki oleh gadis itu.


"Ini pakai jaket aku,udara nya sudah mulai dingin"lanjut Arsain yang membuka jaketnya lalu memberikannya pada gadis itu.


Keduanya pun sempat saling bersitatap beberapa saat hingga keduanya sama sama memalingkan muka demi menjaga pandangan karena bukan mahram nya.


Arsain pun kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda sambil menunggu orang yang akan menolong keduanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2