
Bu Nilam menatap penuh kebingungan pada beberapa orang yang baru saja datang bersama dengan Ardana.
Mereka adalah pengurus kampung,Mang Maman selaku paman Nilam berserta sang istri,beberapa tetangga dan juga seorang penghulu dikota dimana tempat Nilam kini berada.
"Maaf ini ada apa ya?kok rame rame datang kesini?Mang ada apa ini?"tanya Nilam pada sang paman yang berdiri disamping Ardana.
"Lebih baik biarkan kami masuk dulu,nanti kami jelaskan didalam saja Sari"jawab Mang Maman.
"Ah maaf,silahkan masuk"ujar Nilam mempersilahkan tamu nya masuk kedalam rumahnya.
"Begini Sari,kami kemari untuk menjadi saksi pernikahan kamu dan juga Ardana.Satu bulan yang lalu Ardana datang pada kami dan meminta restu Mang untuk menikahi kamu dan Mang juga Bibi sudah memberikan restu kami untuk kalian"jawab Mang Maman yang membuat Nilam membulatkan matanya kaget setengah mati.
Pasalnya Ardana tidak pernah datang lagi setelah perpisahannya tempo hari saat mengetahui kalau Saina adalah anaknya namun telah berpulang ke Rahmatullah.
"Ma_maksud Mang Maman Sari akan nikah?begitu?"tanya Nilam memastikan
"Iya Sari,bersiaplah masa mau nikah baju kamu seperti itu"kini Bi Marni yang merupakan istri dari Mang Maman yang menjawabnya.
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya tapi tolong ijinkan saya bicara dengan Mas Arda terlebih dahulu"tanpa menunggu lama Nilam pun segera menarik tangan Ardana untuk masuk kedalam.
Lebih tepatnya ke arah dapur yang terletak agak dalam rumah itu sehingga pembicaraan keduanya pun akan samar terdengar oleh orang orang yang ada diruang tamu nya.
"Mas Arda apa apa sih?kenapa tiba tiba begini Mas?"tanya Nilam saat keduanya sudah berada didapur rumah sederhana itu.
"Aku sudah cukup lama menahan diri Sari,bahkan sampai aku harus kehilangan putriku sebelum aku mengenalnya.Cukup sudah,kini aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi demi apapun dan apapun akan aku lakukan untuk bersama dengan mu"tegas Ardana dan tidak ingin ada penolakan dari Nilam lagi.
"Tapi Mas___"
"Cukup Sari,setidaknya lakukan ini demi Arsa.Dia sudah kehilangan Ibunya dan aku tidak mau Arsa juga kehilangan kasih sayang Kakek dan Neneknya dan setelah ini aku akan membawamu bersamaku untuk sama sama membesarkan Arsa"Nilam pun tidak bisa berbuat apa apa lagi saat nama sang cucu yang menjadi alasan dari apa yang dilakukan oleh Ardana saat ini.
Setelah resmi menikah Nilam pun langsung diboyong oleh Ardana ke rumah utama keluarga Maladewa dan kedatangan sang Nenek sungguh membuat si kecil Arsa begitu bahagia karena kini bisa berkumpul dengan seluruh keluarga meski tanpa Saina diantara mereka.
*
*
__ADS_1
🌸 8 Tahun Kemudian...
*
Zio menatap tajam pada putra semata wayangnya itu.Ini sudah ketiga kalinya dalam satu tahun Zio dipanggil kesekolah karena Arsa lagi lagi terlibat perkelahian.
Tidak henti henti nya Zio memijit pelipisnya demi menetralkan kepalanya yang terasa berdenyut karenan ulah sang anak.
Meski tumbuh penuh dengan kasih sayang dari Ayah,Kakek dan Neneknya,namun Arsa juga tidak luput dari kenakalan anak remaja pada umumnya.
Dan salah satunya adalah perkelahian antara siswa yang membuat Zio lagi lagi harus berhadapan dengan pihak sekolah untuk meminta maaf atas apa yang sudah anaknya lakukan.
"Sekarang alasan apa lagi untuk perkelahian yang ini Ar?ini bahkan sudah ketiga kalinya kamu berkelahi"tanya Zio yang akhirnya membuka suara telah hampir satu jam terdiam dan hanya menatap sang anak yang terlihat berantakan dan lebam dibeberapa bagian wajahnya.
"Hanya masalah kesalah pahaman Yah"jawab Arsa menyengir kuda memasang wajah tanpa dosa.
"Kesalah pahaman apa yang membuat kamu harus berkelahi,hhmm?"
__ADS_1
"Aku cuma nggak terima dituduh merebut pacar orang Yah,lagi pula aku hanya mempertahankan diri dari serangan dia dan bukan aku juga yang mulai"
****************