Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.23


__ADS_3

"Masuk"ucap Zio saat melihat Bayu berdiri didepan pintu rumah Papah Ardana.


Setelah kematian Mamah Mariana,Zio memang ikut dengan Papah Ardana dan tinggal disana.Meski awalnya ragu karena takut pasangan baru Papah Ardana keberatan atau mungkin tidak menyukainya.


Namun semua itu terpatahkan saat tiba disana ternyata Papah Ardana belum menikah lagi meski sudah 5 tahun menduda.


'Lalu dimana wanita yang menyebabkan perceraian diantara Papah Ardana dan juga Mamah Mariana?'batin Zio.


Itulah yang terus mengganggu pikiran Zio selama berada dirumah Papahnya itu.Namun tidak ada tanda tanda bahwa ada seorang wanita yang tinggal disana.


Dan wanita yang ada disana hanya si Mbok Rumi,art yang dulu bertugas mengasuh Zio saat Zio masih kecil.Namun Mbok Rumi ikut dengan Papah Ardana saat Papah Ardana dan Mamah Mariana bercerai.


"Tunggu disini,aku ambil jaket dan ponselku dulu"lanjut Zio lagi setelah keduanya masuk kedalam rumah.


"Zio__"


"Aku tahu maksud kedatanganmu kemari.Jadi tunggulah disini,aku siap siap dulu dan kita kesana bersama sama"lanjut Zio memotong ucapan Bayu dan bergegas pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


Bayu sendiri hanya bisa menghela nafas saat melihat punggung Zio menghilang dibalik pintu kamar yang terletak dilantai bawah tidak jauh dari ruang tamu.


Selama dalam perjalan keduanya memilih sama sama diam.Tidak ada pembahasan apapun yang mengisi perjalanan mereka hingga mobil Bayu pun mulai memasuki halaman sebuab rumah sederhana milik Bu Nilam.


Zio dan juga Bayu keluar secara bersamaan dari pintu sisi kiri dan kanan mereka.Keduanya berjalan beriringan menuju kearah rumah lalu mengetuk pintu rumah sederhana itu.


Seketika Bayu merasa heran karena keadaan rumah itu nampak sepi.Bahkan warung yang biasanya ramai pun kini masih tertutup rapat.


Tok tok tok...


"Bu Nilam,Saina.Permisi Bu ini Bayu"seru Bayu namun tidak ada jawaban dari dalam.Sunyi,sepi seperti tidak berpenghuni.


"Aku juga tidak tahu,tapi kemarin mereka masih disini.Bahkan aku pulang dari sini sore hari dan mereka masih disini"jawab Bayu yang juga tidak yakin kalau Saina dan Bu Nilam ada didalam rumah.


"Maaf,kalian cari siapa ya?"seru seorang wanita paruh baya yang kebetulan lewat dan melihat kebingungan diantara Bayu dan juga Zio didepan rumah Bu Nilam.


"Eh,maaf Bu apa ibu tahu kemana Bu Nilam dan saina?kok rumahnya sepi ya?"tanya Bayu berjalan menghampiri wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Bu Nilam dan Saina pulang kampung.Ini kunci rumahnya juga malah dititip disaya,jika ada perlu didalam rumah itu ayo biar saya antara dan bukakan pintunya"jawab Wanita paruh baya barusan.


"Oh tidak Bu tidak usah.Jika memang Saina nya tidak ada kami permisi saja mungkin nanti saya kesini lagi saja saat Bu Nilam dan Saina sudah kembali"jawan Bayu lagi.


"Tapi mereka nggak akan kembali kesini lagi,semalam selain menitipkan kunci Bu Nilam juga berpesan untuk segera menginformasikan kalau rumah ini akan dijual.Begitu katanya"jelas Wanita paruh baya tadi yang membuat Bayu dan Zio saling lirik dengan wajah yang sama sama kebingungan.


"Maksud Ibu Saina dan Bu Nilam pergi dan tidak akan kembali kemari lagi Bu?"tanya Bayu lagi untuk lebih meyakinkan.


"Iya Nak,jika tidak ada yang bisa Ibu bantu Ibu pamit ya mau masak dulu"ujar Ibu tadi berpamitam dengan Zio dan Bayu yang masih terpaku ditempatnya berdiri.


"Sebentar Bu,apa Ibu tahu kemana mereka pergi?"ucap Zio yang kini giliran bertanya akan keberadaan Saina dan Ibunya.


"Maaf Nak tapi Bu Nilam tidak mau memberi tahukan pada saya kemana tujuan mereka pergi jadi maaf Ibu tidak bisa membantu karena Ibu sendiri pun tidak tahu kemana mereka pergi"


"Baiklah Bu terima kasih informasinya"


"Sepertinya kita terlambat Zio"lirih Bayu saat mengetahui kalau Saina dan Bu Nilam telah pergi dari sana dan keduanya entah pergi kemana tidak ada yang tahu.

__ADS_1


"Antar aku kekantor Papah Bay".


...****************...


__ADS_2