
Setelah kembali kerumah selama tiga hari,Arsain pun kini mulai melanjutkan kuliahnya untuk mempersiapkan diri sebelum masuk kedalam perusahaan milik sang ayah dan kelak menjadi miliknya.
Sementara untuk pernikahannya sendiri masih belum banyak yang tahu karena selain acara dilakukan dadakan acara sakral itu pun dilakukan dipondok yang tentu tidak akan ada yang tahu selain orang yang hadir menjadi saksi.
Pemberkasan pernikahan juga masih di urus oleh orang kepercayaan Zio dan masih dalam proses jadi Arsain dan sang istri masih belum memiliki buku nikah.
Setelah melakukan segala persiapan Arsain pun segera bergegas untuk pergi kekampus yang dia pilih untuk menimba ilmu bisnis dan ekonomi seperti yang ayahnya minta sebagai bekal masuk perusahaan nanti.
Merasa tanggung jawabnya begitu besar Arsain pun tidak punya pilihan lain selain menuruti ke inginan sang ayah berhubung bukan cuma perusahaan sang ayah yang kelak akan pindah ketangan nya namun perusahaan sang kakek juga karena sang ayah dan sang kakek memiliki perusahaan masing masing dan dibidang yang berbeda dan hanya dirinya lah penerus tunggal dari dua perusahaan sukses itu.
"Mas berangkat dulu ya,Assalamualaikum"ucap Arsain berpamitan dengan sang istri.
"Iya Mas,fi amanillah"jawab Hasna sembari menyalami tangan Arsain dengan takzim.
Arsain sendiri hanya mengusap pucuk kepala sang istri yang tertutup hijab panjang dan besar yang menutupi tubuh bagian atasnya.
Keduanya pun berpisah didepan teras rumah besar milik keluarga Maladewa.Dan setelah mobil yang dibawa Arsain menghilang barulah Hasna masuk kedalam rumah yang kini menjadi rumahnya juga.
*
*
__ADS_1
5 tahun kemudian...
Arsain menatap sendu dua makam dengan batu nisan bertuliskan nama sang ayah dan juga ibunya.Saina Arzenita dan juga Arzio Maladewa.
Dia tidak menyangkan kalau Zio akan pergi secepat itu bahkan baru satu tahun Arsain masuk perusahaan dan merasakan bagaimana kerasnya dunia bisnis.
Zio mengalami serangan jantung saat masih berada dikantor.Dan Zio pun akhirnya pergi satu hari setelah masuk rumah sakit.
Sebuah pukulan terbesar yang Arsain alami di usianya yang baru saja genap 25 tahun.Namun kehadiran Hasna dan juga putri kecilnya sedikit mengobati luka hati karena ditinggal sang ayah.
Kini Arsain dan juga Hasna sudah dikaruniai seorang bidadari kecil berusia dua tahun.Karena pernikahan keduanya yang dadakan membuat Hasna dan juga Arsain membutuhkan waktu cukup lama untuk kehadiran masing masing.
Belum lagi kehadiran sosok wanita penggoda yang bagitu intens mengejar Arsain setelah mengetahui jika Arsain merupakan seorang anak sultan.
Namun semua badai pernikahan itu akhirnya bisa keduanya lalui dengan baik.Meski berdebatan dan juga air mata Hasna tidak bisa terelakan lagi.
Belum lagi dengan kehadiran putri kecil mereka yang kini membuat pernikahan dan hubungan keduanya nampak semakin harmonis.
Namun ditahun kelima kesedihan itu pun datang kembali dengan kepergian seorang Arzio Maladewa sosok ayah yang baik dan bertanggung jawab juga seorang kakek yang begitu hangat dan juga penuh kasih sayang terhadap cucu kecilnya.
"Ayo kita pulang Mas,Najma pasti sudah mencari kita"ujar Hasna yang di angguki oleh Arsain.
__ADS_1
Kedua pasutri itu pun mulai beranjak meninggalkan makam Zio dan juga Saina yang saling berdampingan.
Setelah Bu Nilam dan juga Papah Ardana menikah makam Saina pun dipindahkan ke makam keluarga Maladewa.
Sehingga kini seluruh orang sudah menjadi keluarga Maladewa berada dilokasi pemakaman yang sama.
Meski Saina dan Zio tidak pernah menikah namun keduanya terikat karena memiliki anak dari kekejaman Arzio dahulu dimasa sekolahnya.
...***...
...🌸 Tamat 🌸...
🌸 Alhamdulillah akhirnya kisah Arzio Maladewa selesai dan untuk yang menunggu kisah Arsain insya Allah aku up besok ya.
Mohon maaf jika dalam penulisan masih banyak typo nya dan dalam bahasa belum sebagus para senior yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam bidang pernovelan.
Dan terima kasih atas dukungan para reader semuanya yang masih setia mengikuti kisah Arzio meski tidak sesuai harapan para reader semua.🙏🙏🙏
❤ banyak banyak untuk kalian 🥰🥰🥰
...****************...
__ADS_1