
"Bunda cantik ya?"tanya Arsain yang kini sudah duduk disamping Zio ditemani oleh Bayu.
"Iya cantik,cantik sekali seperti bidadari"lirih Zio dengan mata yang berkaca kaca.
"Jangan menangis lagi,cukup tadi menangisi Bunda.Biarkan Bunda tenang dengan melihat senyum kita bukan kesedihan kita"ucap Arsain menenangkan sang ayah yang kini akan menangis lagi.
"Ini,Bunda nitip ini untuk ayah"lanjutnya sembari menyodorkan buku pink bertuliskan Saina Arzenita pada Zio.
"I_ini apa?"tanya Zio dengan suara bergetar kala sesak itu kembali terasa saat membaca tulisan nama Saina.
"Ini buku catatan milik Bunda,disitu juga ada foto ayah meski pun kecil tapi aku bisa melihat wajah ayah dengan jelas.Pantas saja wajahku ganteng pari purna ternyata ayah ku jauh lebih pari purna"jawab Arsain dengan guyonan nya membuat sudut bibir Zio terangkat dan menampilkan senyum kecil.
Dengan tangan sedikit gemetar Zio mengambil buku yang disodorkan oleh Arsain dan memandangi buku bertuliskan nama Saina dengan nanar.
"Apa kamu sudah mengetahui tentang Saina selama ini Bay?"tanya Zio pada Bayu yang masih setia menemani dirinya diruangan rawat inap itu.
"Tidak,setelah kehilangan Saina pada hari kita mencarinya aku sama sekali tidak pernah bertemu lagi dengan nya.Bahkan orang suruhan ayahku pun tidak bisa menemukan nya ternyata disana Saina merubah namanya dengan Nita"jelas Bayu.
"Aku juga baru tahu kemarin dan langsung kemari.Bu Nilam bilang mungkin ini waktu yang tepat untuk mempertemukan kita dengan Saina karena Saina mungkin saja tidak akan bertahan lebih lama lagi"lanjut Bayu sendu.
__ADS_1
"Kuatlah,ini kesempatan kamu buat perbaiki dan dan minta maaf sama dia.Meski kondisinya saat ini masih belum bisa dipastikan tapi aku yakin masih ada harapan untuk kamu meminta maaf sama dia sebelum dia benar benar pergi"lanjut Bayu lagi menepuk bahu Zio memberikan dukungan nya.
"Kamu bener Bay,terima kasih karena kamu selalu ada buat aku dan juga Saina"jawab Zio sendu dan terharu karena sosok Bayu selalu begitu peduli padanya dan juga Saina.
"Iya sama sama,kalian adalah sahabat aku Zi dan aku akan selalu berusaha ada buat sahabat sahabat aku."
Keduanya pun kembali terdiam menikmati perasaan mereka yang entah seperti apa.Tidak hanya Zio yang merasakan sesak namun Bayu juga merasaka hal yang sama saar melihat keadaan Saina saat ini.
*
*
"Eeuuggghhhttt"
Kini Ziolah yang bertugas menjaga Saina dirumah sakit dan ditemani oleh Bayu,sedangkan Papah Ardana memilih beristirahat disebuah hotel didekat rumah sakit.
Sedangkan Bu Nilam dan Arsa diantarkan pulang oleh Papah Ardana agar mereka bisa beristirahat dengan tenang dirumah karena dirumah sakit kini ada Zio dan juga Bayu yang menemani Saina.
Untuk mengisi waktunya Zio pun membuka laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena perjalanan nya ke tempat Saina berada.
__ADS_1
Mendengat lenguhan lemah Saina,Zio pun segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Saina yang mulai membuka matanya.
"Kamu sudah bangun Na?apa ada yang kamu butuhkan?"tanya Zio yang kini sudah berada didekat Saina.
Mendengar suara dan melihat wajah Zio ada didekatnya membuat Saina shock dan kembali ketakutan hingga tubuhnya bergetar.
"Ka_Kak Zio?"lirih Saina dengan raut wajah yang ketakutan saat melihat Zio disampingnya.
"Jangan takut,aku tidak akan menyakitimu.Aku datang untuk meminta maaf dan bertanggung jawab padamu Na"ucap Zio yang tidak bisa lagi menahan air matanya.
"Kak Zio"lirih Saina lagi.
Mendengar suara lemah Saina Zio pun langsung menarik tubuh lemah itu masuk kedalam pelukan nya.
Pecah sudah tangis Zio didalam pelukan tubuh lemah Saina.Rasa sesak begitu menyerang hati Zio saat melihat kondisi Saina yang lemah tak berdaya seperti saat ini.
Zio tidak menyangka kalau tuhan akan mempertemukan mereka dalam kondisi yang seperti ini.
Meski begitu Zio bersyukur karena memiliki kesempatan untuk bertemu dan meminta maaf pada gadis itu.
__ADS_1
"Maafkan aku,aku mohon maafkan aku Saina".
...****************...