Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.11)


__ADS_3

Arsain yang masih kesal karena tidak bisa mengejar Hasna pun akhirnya memilih pulang dan mengabaikan kelas selanjutnya.


Sepanjang perjalanan pulang Arsain tidak henti hentinya memukul bundaran setir yang tengah dia kendalikan,hatinya begitu kesal dan juga marah karena tidak kunjung bisa menguhubungi Hasna.


Bahkan saat Arsain menghubungi untuk yang ketiga kalinya ponsel Hasna malah mati dan tidak bisa dihubungi lagi.


"Sial,brengsek"umpatnya lagi.


Arsain merutuki kebodohan dan kecerobohannya karena membiarkan wanita yang bukan mahramnya menyentuh bahkan memeluk tubuhnya.


Arsain sebenarnya tidak berniat memeluk gadis itu bahkan Arsain ingin melepaskan pelukan itu.Npamun urung dia lakukan dan malah membelai surai milik gadis itu demi menenangkan gadis itu dari tangisnya karena ditinggal pergi sang ayah.


Arsain yang masih kesal karena tidak kunjung bisa menghubungi Hasna terus mengabaikan beberapa panggilan dan juga pesan yang dikirim oleh Naya,gadis yang tadi memeluk tubuhnya.


Arsain sudah tidak lagi memikirkan Naya lagi,dia yakin gadis itu sudah ada yang menemani dimasa masa terpuruknya.


Yang dia pikirkan saat ini adalah keadaan Hasna dan juga keberadaan gadis itu.Pikiran Arsain pun semakin kacau saat mengingat kembali bagaimana dia melihat Hasna menjatuhkan air mata diwajah cantiknya saat melihatnya memeluk Naya tadi.


*


*


Sementara Hasna sendiri masih mencoba menenangkan diri dari perasaan yang menyesakkan dadanya kini.


Bahkan Hasna sampai tidak menyadari jika yang dia naiki bukan lah taksi namun merupakan mobil pribadi seorang pria yang cukup tampan dan sesekali melirik penuh dengan tanda tanya pada Hasna.


Hasna membulatkan matanya saat melirik arah kemudi karena ternyata yang dia naiki bukanlah taksi dan yang duduk disampingnya bukan lah seorang supir taksi.

__ADS_1


"Astaghfirullah al adzim"seru Hasna.


"Nggak usah kaget gitu,kamu sendiri loh yang masuk dan main nyelonong aja kedalam mobil orang"ucap pria itu sembari terus melajukan mobilnya.


"Lagian ya,yang harusnya kaget itu aku bukan nya kamu"lanjutnya lagi.


"Maaf,tadi aku buru buru jadi tidak fokus aku kira ini taksi.Sekali lagi maaf ya?kamu bisa turunin aku didepan sana"tunjuk Hasna ke tepi jalanan yang akan dia lewati.


"Tanggung sudah naik juga.Aku akan antar kamu pulang,tulisin alamat kamu di GPS itu"tunjuknya pada sebuah layar kecil yang terdapat didasbord mobilnya.


"Tidak usah,turunin didepan saja.Saya bisa pulang naik taksi"tolaknya.


"Terus kamu mau buat aku malu dan dicap sebagai pria brengsek yang nurunin seorang wanita dipinggir jalan,gitu?"


"Tapi___"


"Cukup.Astaghfirullah al adzim,kenapa ngomong gitu?"


"Ya sudah kalau gitu,cepat tulis alamat kamunya"


Tidak ingin dianggap wanita aneh aneh lagi Hasna pun menuliskan sebuah alamat rumah yang terletak sebuah diperumahan elite.


"Kamu mahasiswi dikampus itu?"


"Iya"


"Anak fakultas apa?"

__ADS_1


"Ekonomi"


"Sama dong"


"Iya"


"Tadi kenapa lari?dikejar ibu kantin karena nggak bayar?"


"Bukan"


"Lalu kenapa?"


"Bukan urusan kamu.Lagi pula kita tidak seakrab itukan untuk saling cerita kejadian apa saja yang kita alami?"


"Kamu bener juga,kita bahkan belum berkenalan"


"Kenalin aku Rayyan,kamu?"tanya Rayyan sembari mengulurkan tangan nya ke depan Hasna.


Namun uluran tangan itu terpaksa hanya mengambang saja di udara karena tidak ada sambutan dari lawan nya.


Rayyan pun terpaksa menarik kembali tangan nya saat melihat Hasna mengatupkan kedua tangan nya didada saat memperkenalkan dirinya.


"Hasna,namaku Hasna Kak"


"Nama yang cantik,seperti orang nya"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2