
"Berikan foto gadis itu biar Papah bantu mencarikannya untukmu"lanjut Ardana yang melihat keputus asaan dimata putranya itu.
"Aku tidak memilikinya Pah"lirih Zio yang masih belum berani mengangkat kepalanya didepan Ardana.
Helaan nafas panjang kembali terdengar saat Ardana mendengar jawaban dari Zio.Ardana pun segera menguhungi seseorang dari pihak sekolahnya untuk mengirimkan data lengkap dengan foto Saina.
"Lalu foto yang kamu ambil saat itu?kemana foto itu?"tanya Ardana lagi yang ingat cerita anaknya yang memgambil foto Saina untuk mengancam gadis itu.
"I_itu foto pribadi Pah,ti_tidak boleh ada yang melihatnya.Lagi pula aku sudah menghapusnya"jawab Zio cepat.
"Foto pribadi katamu?hey,bukannya kamu tadi bilang kalau foto itu sudah tersebar diforum sekolah?lalu apanya yang pribadi saat semua orang sudah melihatnya?dasar bodoh"kesal Ardana menghadapi putranya itu.
Tidak lama dari itu ponsel Ardana pun berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.Data tentang Saina pun kini sudah ada diitangan Ardana.Ardana menelitis setiap kata yang ada disana.
"Nilam?kenapa nama ibunya sama dengannya?"gumam Ardana saat melihat nama wali dari Saina yang bertuliskan nama Nilam.
Namun dengan segera Ardana menggelengkan kepalanya untuk membuang semua praduganya karena disitu hanya tertulis Nilam saja bukan Nilamsari Ayuni atau Sari.
__ADS_1
Yang dimana itu adalah nama dari sebuah kisah cinta dimasa lalu yang belum usai.Atau lebih tepatnya Ardanalah yang tidak pernah ingin melepas kisah indah itu,meski dirinyalah yang sudah menghancurkan dan meluluh lantahkan cerita cinta indah itu.
Hingga membuat Sari pergi entah kemana,merasa dibohongi dan dikhianati membuat Sari mengambil keputusan yang berat dengan pergi meninggalkan keluarganya.
Namun untuk bertahan disana juga tidak mungkin saat mengetahui kalau dirinya sudah tidak suci bahkan kini ada nyawa baru tumbuh dalam tubuh Sari.
Kecewa dengan keadaan nya saat itu membuat Ardana menjadi gila kerja,bahkan melupakan istri sah nya yang tengah hamil demi pekerjaan.Namun saat itu Mariana hanya bisa pasrah menerima perlakuan Ardana yang bahkan selama 13 tahun menikah tidak pernah sakali pun menyentuhnya.
Nama Sari nampaknya sudah terlalu melekat dalam hatinya sehingga tidak mampu menggetarkan hati Ardana meski Mariana jauh lebih cantik dari pada Sari.
"Tapi Pah bagaimana dengan Saina?dia bahkan sedang hamil anakku"lirih Zio.
"Ckckckc,sudah pergi saja orang nya baru ngaku anakmu.Dasar bocah"gemes Ardana saat melihat wajah muram Zio.
"Nanti kalau sudah ketemu kalian bisa menikah dan sama sama kuliah diluar.Tidak masalahakan kuliah setelah menikah?"
"Iya sih Pak.Ya sudah kami pulang dulu,kabari aku jika Saina sudah ditemukan"
__ADS_1
"hhhmmm"
Zio dan Bayu pun akhirnya pamit undur diri dari ruangan itu.Berjalan beriringan menuju parkiran mobil dimana tadi Bayu menyimpan mobilnya.Namun begitu tiba didekat mobil Bayu tiba tiba menarik baju Zuo dan....
Buuggkkk...
Srruukkk...
"Aaww,sssttt"
Lagi dan lagi,Zio harus merintih kesakitan saat kembali bogem mentah Bayu mendarat dipipinya.Tidak ada perlawanan dari Zio,dia hanya menatap sendu pria yang berdiri didepannya tengah mengatur nafas guna menekan amarahnya.
"Gue harap Saina akan memaafkan semua kesalahan loe Zi,Gue nggak habis pikir kenapa loe bisa berpikir kalau Saina juga tidur dengan gue,padahal loe tahu sendiri loe pria pertama yang menyentuhnya,loe pria pertama yang menjamah tubuhnya dan loe yang sudah mengambil keperawanan nya.Apa loe pikir gue sebajingan itukah sampai loe mikir gue juga melakukan itu dengan Saina?bahkan di Angga dan si Raja yang bajingan aja tahu batasan Zio.Loe ga tahu bagaimana hancurnya Saina pada saat itu dan loe seenak jidat loe nuduh dia yang nggak nggak dan itu pun dengan gue,loe gila Arzio.Loe bener bener nggak waras"
Setelah mengatakan semua unek uneknya Bayu pun segera pergi meninggalkan Zio yang masih terpaku ditempatnya menatap penuh dengan penyesalan pada Bayu yang semakin menjauh dan menghilang di ujung parkiran.
...****************...
__ADS_1