Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.7)


__ADS_3

"Mas bangun"


Hasna yang bangun terlebih dahulu tengah membangunkan Arsain yang masih terlelap dalam tidurnya.


Namun nampaknya guncangan dibahu pria tampan itu tidak mempengaruhi tidur lelapnya.Hasna yang untuk pertama kalinya menatap wajah Arsain dari jarak dekat begitu terpesona dengan wajah tampan sang suami.


Perlahan tangan lentik nan mungil itu terulur membelai pipi mulus milik pemuda yang sudah mengucapkan qobul untuknya didepan sang ayah.


Namun Hasna segera menarik tangan nya kembali dan langsung berdirib tegak saat melihat mata Arsain mengerjap ngerjap berusaha membuka mata ngantuknya.


"Sudah subuh ya?"


"Iya Mas,ayo sholat dulu sebelum waktu subuhnya habis"


"Mmm,baiklah"


Arsain pun langsung berlalu masuk kedalam kamar mandinya meninggalkan Hasna yang masih terpaku ditempat nya menatap punggung kekar Arsain yang mulai menghilang dibalik pintu kamar mandi.


"Kalau mengagumi suami sendiri dosa nggak ya?ya ampun Hasna Hasna kamu ini kenapa sih?"gumam itu setelah Arsain tidak lagi terlihat dari pandangan nya.


Berhubung kini dirinya tidak melakukabn shalat seperti sang suami,Hasna pun berinisiatif untuk membantu menyiapkan sarapan untuk pagi ini.


Saat tiba didapur yang lumayan luas dan juga bersih itu Hasna menemukan Nenek Nilam tengah menyiapkan beberapa bahan yang akan dibuat masakan untuk sarapan pagi ini.

__ADS_1


"Pagi Nek,ada yang bisa Hasna bantu?"tanya nya saat tiba disamping Nenek Nilam.


"Eh cucu Nenek sudah bangun,sudah sholat nak?"


"Hasna lagi halangan Nek,lalu apa nih yang bisa Hasna bantu"


"Memang bisa masak?"


"Insya Allah bisa Nek,tapi masih masakan ringan saja sih.Masih butuh banyak belajar kalau mau masak yang berbumbu berat dan kumplit"


"Pelan pelan saja,tapi jika kurang berkenan untuk memasak tidak usah dipaksakan disini sudah ada Mbok Inah dan juga Mbok Rumi yang akan membantu"


"Tidak kok nenk,Hasna jusrtu suka banget sama masak"


"Iya Nek,terima kasih karena sudah mau menerima Hasna menjadi anggota baru dikeluarga ini"


"Sama sama sayang,Nenek juga berterima kasih karena kamu juga mau menerima cucuk Nenek yang bandel itu"


Kedua wanita beda usia itu pun nampak asik berbincang dengan tawa ringan yang melengkapi perbincangan mereka.


*


*

__ADS_1


"Mas berangkat kekampus dulu ya,kalau ada apa apa jangan lupa kabari Mas"ujar Arsain yang kini sudah mulai melanjutkan studinya disebuah kampus ternama dikota itu.


"Iya Mas"


"Mas pergi ya,Assalamualaikum"


"Waalaikum'salam,fiamanillah Mas"


Sebuah lambaian tangan menjadi penuitup perpisahan antara pasutri yang masih terlihat canggung satu smaa lain itu.


Baru sama sama saling menmgnal membuat keduanya sepakat untuk mengenal pribadi masing masing dan menahan diri untuk tidak melakukan penyatuan hingga perasaan mereka berada digaris poros yang sama.


Meski mereka tetap satu kamar,satu ranjuang bahkan satu selimut namun keduanya tetap sama sama menahan diri demi sebuah keyakinan hati yang saat ini masih gamang dan abu abu.


Dikampus Arsain mulai mendapatkan teman baru yang merunurutnya cukup menyenangkan untuk di ajak berdiskusi tentang tugas kuliah ataub pun tentang prihal diluar kampus seperti hobi dan lain lain nya.


Arsain kini berteman dengan dua orang pria muda yang lumayan slengean dan juga kocak bin gokil.Mereka adalah Bumi dan juga Rasyid.


Namun diantara ketiga cowok itu terselip satu wanita cantik yang tidak lainadalah saudara sepupuhnya Bumi,yaitu Naya.


Gadis cantik yang begitu santai dan juga enak untuk diajak berdiskusi.Jujur Arsain merasa nyaman didekat gadis cantik yang ceria itu.


Namun Arsain terus berusaha mengontrol dirinya saat bayang bayang Hasna selalu muncul saat dirinya memikirkan wanita lain yang tentunya bukan mahramnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2