Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Di Suruh Melarikan Diri


__ADS_3

Setelah Alisa pulang, supir menelepon Farel yang saat itu berada di ruang penyelidikan.


“Hallo” Farel mengangkat teleponnya dengan semangat, Farel yakin kalau Alisa sudah pulang. Farel tidak tahu karena perbuatanya yang meninggalkan Alisa di jalanan, telah terjadi hal besar di rumahnya.


“Pak Farel, Bapak harus segera pulang, terjadi masalah besar di rumah Pak”


“Ada apa?”


“Ibu Dinar, melempar Baby Akmal ke lantai dan terluka, saat ini berada di


rumah sakit dan belum sadarkan diri.”


“Apa?” Wajah Farel menegang.


“Lalu …”


“Ibu sudah pulang saat ini, ibu belum sadarkan diri juga.”


“Baik Pak Bayu, saya datang.”


Farel yang sudah mengetahui kalau Alisa sudang pulang, ia berdiri dan meninggalkan ruangan interogasi tanpa mengatakan apa-apa, ia menyambar jaket kulit di atas meja dan keluar.


Polisi wanita yang menginterogasinya hanya bisa diam dan melihat Farel meninggalkan ruangan.


Bahkan kata permisi tidak keluar dari mulut Farel, tetapi mereka semua hanya diam, mereka tahu kalau Alisa sudah pulang itu artinya para rekan kerjanya yang menuduhnya sudah melakukan kesalahan.


“Pak Farel, bapak mau kemana?” tanya seorang polisi saat Farel keluar buru-buru.


“Urusan kalian, nanti kita selesaikan,”


ucap Farel tegas, jari-jarinya menunjuk semua polisi yang menuduhnya. Lalu ia berlari ke parkiran mobil untuk pulang.


“Ah, gila kenapa istrinya pulang segala sih, kenapa tidak menghilang saja selamanya biar lelaki kurang ajar ini mendapat hukumannya?” bisik polisi yang tak lain adalah bawahan Farel yang tidak menerima kalau Farel yang jadi atasan mereka.


“Ah, tenang, masih ada celah yang lain untuk kita gunakan untuk menyeretnya turun dari kursinya,” balas seorang polisi yang berpenampilan seperti preman, Ia orang paling keras menolak Farel sebagai atasan mereka.


Menurutnya masih banyak orang yang masih waras yang bisa diangkat jadi pemimpin mereka.


Namanya Bimo seorang polisi yang bertugas jadi polisi intel yang banyak menangani kasus kriminal. Dia orang yang tidak suka dengan Farel dan selalu ingin menyingkirkan Farel dengan alasan tertentu.


Farel melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sebelum ia tiba ia menelepon Bayu untuk tidak membiarkan orang lain mengetahui tentang, kejadian yang menimpa keluarganya.


Farel tidak tahu kalau Dr. Faisal sudah melihat dan mendengar semuanya dan lelaki itu tidak akan tidak tinggal diam, melihat baby Akmal terluka seperti itu membuat sangat sedih, sementara Alisa dalam ruang perawatan, ia juga belum sadarkan diri setelah tadi pingsan, setelah melihat Akmal terluka dan belum bangun.

__ADS_1


Farel merasa hidupnya masih belum tenang.


Ia mengeluarkan heard bluetooth dari saku celananya memasang ke kuping lalu ia menelepon Bayu.


“Pak Bayu, belum ada yang tahu, kan tentang yang terjadi?”


“Maaf Pak, seorang lelaki yang mengantar Ibu mengetahui semuanya,” ujar Bayu, ia bicara pelan dan berjalan ke arah luar, agar Faisal tidak mendengar pembicaraannya dengan Farel .


Tetapi Bayu tidak tahu, kalau Faisal sudah mengetahui kebenaranya, bahkan ia sendiri bertanya pada Siti asisten rumah tangga Farel, orang melihat kejadian.


“Siapa?”


“Kalau tidak salah namanya dr. Faisal Pak Farel.”


“Apa? Kenapa lelaki keparat itu ada di sana?”


“Dia yang mengantar Ibu pulang Pak,” ujar Bayu takut.


Farel sadar ia dalam masalah, ia memutar balik kendaraanya ke arah pulang ke rumah, ia berpikir lebih baik mengamankan sang kakak sebelum ada yang melaporkan kejadian.


Farel tiba di rumah, tetapi rumahnya kosong, ia semakin yakin kalau sudah terjadi hal besar di rumah.


Lalu ia menekan nomor ibunya.


“Farel kamu sudah pulang Nak syukurlah aku_”


Belum menyelesaikan kalimatnya Farel sudah membentaknya dengan pertanyaan


“Aku tanya ibu dimana …?” wanita tua itu sampai terkejut saat Farel membentaknya.


“Kami ada di rumah Nak.”


“Ibu , kenapa jadi pembohong sih, aku di rumah, ibu tidak ada.”


“Farel, itu … ibu sama Mbak mu -”


“Ibu cukup katakan kalian di mana?” Suara Farel meninggi membuat wanita itu ketakutan.


“Kamu tolong jangan marahin Mbak mu itu semua kesa_"


“Ibu anak itu hampir mati, ibu masi membelanya juga, sebentar lagi polisi akan mencari dia.”


Mendengar Dinar dicari polisi, wanita sombong itu masih bersikap angkuh karena ia pikir Farel juga akan membelanya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan alamat ibu dan Mbaknya ia menuju sebuah hotel mewah di daerah Jakarta.


Saat baby malang yatim itu sedang berjuang hidup di rumah sakit, sang pelaku sedang menikmati hidup dengan santai di hotel mewah, tidak ada raut wajah takut tersirat di benaknya tidak ada kata penyesalan yang keluar di bibirnya.


'Sakit jiwa memang kamu mbak' Farel membatin.


Ia selalu berpikir apa yang ia lakukan itu tidak masalah. Karena setiap masalah yang dilakukan wanita gila itu selalu dapat diselesaikan. Ada Ibu yang selalu membelanya ada sang adik yang selalu membantunya setiap kali ia mendapat masalah. Lalu apakah kali ini kasusnya akan selalu sama?


“Enak hidup lu, saat anak itu berjuang hidup di rumah sakit kamu hidup santai di sini”ujar Farel marah.


“Farel, tolong mbak mu tadi hanya terbawa emosi,” bela sang ibu seperti biasa.


“Ibu! Apa ibu tahu anak itu belum sadarkan diri? Kenapa wanita ini kok kejam begini!” Farel menatap tegas pada kakak perempuannya.


“Kenapa kamu harus peduli, toh juga mereka bukan anakmu?" balas Dinar masih dengan raut wajah cuek bebek tanpa dosa.


“Dengar mbak Dinar, dia anak istriku, artinya anakku juga, walau aku kecewa, tidak sekalipun niatku menyakiti kedua anak itu. Aku tidak sekejam Mbak.


Dengar. Aku yakin dokter yang menanganinya akan melaporkanmu, jadi pergilah sementara waktu sampai aku menyelesaikan kasus ini, berdoalah agar anak itu tetap hidup agar Mbak tidak masuk penjara,"ujar Farel ia muak juga melihat kelakuan sang kakak.


“Aku tidak mau pergi, aku hanya menyuruhnya diam, tidak ada niat untuk memukulnya.”


“Tidak ada niat, tapi kamu melakukannya Mbak! Kamu membanting bayi usia empat bulan, di mana hatimu sebagai manusia?” Farel berteriak marah.


Sedangkan ibu Farel terlihat ketakutan melihat Farel marah besar.


"Baiklah, kemana mbakmu akan pergi?” tanya Ibu akhirnya.


“Aku tidak mau Bu.” Dinar masih menolak pergi.


“Baik, sebentar lagi aku juga akan di pecat dari kepolisian karena aku hampir membunuh Alisa tadi, jika kamu tertangkap kamu akan diproses hukum dan aku pastikan aku tidak bisa membelamu.


Jika anak itu meninggal kamu akan membusuk di penjara selamanya, pikirkan itu, aku hanya ingin menyelamatkan Mba, ingin menyelamatkan keluarga ini,” ujar Farel.


Setelah dibujuk dan dijelaskan Farel tentang hukuman yanga akan ia terima Dinar, akhirnya ia bersedia melarikan diri keluarga negeri.


Apakah baby Malang Akmal akan selamat, setelah di banting bibi jahanam tersebut?


Ikuti kisahnya hanya di Noveltoon Gratis tanpa koin


Bersambung ...


Bantu review dan sub donk kakak agar ceritaku masuk rang. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2