
“Maaf aku tidak akan pernah setuju dengan apa yang bapak rencanakan.
Farel tetaplah akan menjadi ayah biologis mereka, dan saya juga tidak pernah mengatakan kalau mereka anak yang aku lahir kan, mbak Ratna yang akan selalu mama anak-anak dan aku hanyalah ibu pengganti untuk mereka, tidak akan pernah bisa menggantikan posisi kakakku”
“Mereka beruntung karena mendapatkan ibu seperti kamu, tetapi tidak beruntung karena mendapatkan Farel sebagai ayah mereka, tetapi akan lebih baik, jika aku yang akan menjadi ayah anak-anak dan kamu jadi ibu, itu baru tepat,” ucap Lelaki itu, dengan sikap memaksa.
Saat mendengar suara bernada tinggi dari Faisal, keluarga Alisa keluar untuk melihat.
“Alisa, apa semua baik-baik Nak?”
“Iya Yah, tidak apa-apa.”
“Maaf Om, suara saya keras, itu karena Alisa membuatku tersinggung.”
Lelaki paruh bayah itu menoleh Alisa, tanpa mengatakan apa-apa, tetap gerakan matanya bisa artikan ia bertanya tentang situasinya pada Alisa.
“Maaf Yah, hanya salah paham,” ujar Alisa dengan suara melembut, ia paling tidak tahan melihat ayahnya sedih.
“Salah paham apa, Alisa …? saya menganggapnya bukan salah paham, tetapi ini penghinaan,” ujarnya licik.
Tidak lama kemudian Ibu Faisal dan ibu Alisa ikut keluar, penasaran dengan suara tinggi Faisal.
“Ada apa sih Nak?” tanya wanita berpenampilan modis itu menatap putra semata wayangnya.
“Ini Alisa, Bu, saya menjelaskan kalau mantan suaminya itu memiliki sikap buruk malah gak mau dengar,”ujar Faisal.
Sekarang ia berencana akan menghasut pikiran orang tua Alisa.
“Nak Alisa, Faisal itu terluka dan nyaris kehilangan nyawa karena Farel, kalau ibu bisa berpesan sama kamu, sebaiknya kamu menjauhkan diri dari lelaki itu Nak,” ujar Ibu Faisal, sudah pasti akan membela anaknya sendiri, tanpa tahu, hal yang sebenarnya.
“Jangan khawatir Tante tentang rumah tanggaku, saya bisa mengatasinya.”
“Padahal Faisal berniat baik loh sama kamu dan anak-anak, karena ia merasa berhutang budi pada mbak kamu , karena mereka bersahabat dan pernah menjalin hubungan, jadi ia berniat melindungi kamu.
Ibu dan anak itu tampak kompak dalam hal menjelekkan Farel, menghasut kedua orang tua Alisa.
‘Aku berharap ayah dan ibu tidak mudah terhasut’Alisa membatin,
__ADS_1
“Ibu aku mau mengurus mereka dulu, mau berganti pakaian dan minum susu,” ujar Alisa mengendong Akmal dari ibunya, ia menjadikan anak mengemaskan itu jadi alasan untuk meninggalkan Faisal.
Alisa tidak tahan dengan mulut tajam Faisal, karena itu ia meninggalkan ibu dan anak itu, mengobrol dengan kedua orang tua Alisa.
Tinggallah Faisal dan ibundanya yang duduk membahas tentang Farel pada orang tuanya.
Pada akhirnya mereka menjelaskan maksud kedatangan ke rumah Alisa, beruntung, ayah Alisa menolak dengan tegas, saat membahas tentang, dari sana, orang tua itu lihat kalau Faisal dan ibunya hanya ingin memanfaatkan keadaan.,
“Gini loh Om, saya sudah mengenal Farel sejak lama, saya yang menjadi dokternya, tidak mungkin rasanya dua putri ibu, akan mengalami hal yang sama.”
“Nak Faisal tidak baik menjelekkan orang lain,” timpal ayah Alisa, seolah-olah tidak boleh ada orang lain menjelekkan ayah cucunya.
“Pak, saya bukan menjelekkan, tetapi Farel memang tidak bisa melakukan tugasnya sebagai lelaki, kecelakaan itu sudah merusak milikinya.
Ibu sama Bapak tahu sendiri kan, anak-anak lahir dari sistim bayi program” ujar Faisal.
Ia berusaha keras menghasut orang tua Alisa, beruntung ayah Alisa sangat kuat pada pendiriannya, beliau tidak berpengaruh dengan apa yang dikatakan Faisal.
Tetapi berbeda dengan ibu Alisa, wanita yang sudah tampak beruban itu terpengaruh dengan hasutan yang di lakukan Dr. Faisal.
Ibu Alisa memikirkan nasip putrinya yang selama ini tidak pernah di beri nafkah batin dari suaminya.
*
Faisal dan ibunya meninggalkan rumah Alisa dengan wajah kecewa, karena kedatangan mereka di tolak mentah-mentah ayah Alisa dan di tidak di setujui Alisa.
“Lupakan saja Sal, masih ada wanita yang jauh lebih terhormat yang bisa kita dapatkan untuk jadi istrimu,” ujar Ibu Faisal.
“Ibu tidak tahu apa yang ada di pikiranku, aku akan selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, aku tidak suka di tolak, itu membuatku semakin penasaran.”
“Nak, ia masih istri orang lain, kita salah jika melamarnya jadi istrimu,”ujar ibu Faisal mengingatkan putra semata wayangnya.
Tetapi apapun yang dikatakan orang tuanya Faisal seolah tidak mendengarkannya, ia selalu bersikap semaunya tidak mau mendengarkan kata orang lain. Wanita paruh baya itu hanya menghela napas panjang melihat sikap Faisal.
Di rumah Alisa kedua orang tuanya terlibat obrolan yang serius, pasangan suami istri membahas tentang nasip kedua cucu kembar Akmal dan Aminah.
“Pak, Farel saat ini ada di penjara, bagaimana mungkin ia bisa melindungi cucu kita dan Alisa ,” tutur wanita menatap serius pada suaminya.
__ADS_1
“Bu, sudah biarkan Alisa yang memutuskan sendiri.”
“Tidak boleh Pak, kita harus mendukung dia agar bercerai dengan Farel,”ujar Ibu Alisa dengan yakin.
Mendengar sikap istrinya yang ingin anaknya tetap bercerai, lelaki itu menatap tajam pada istrinya’
“Ingat Bu, dulu siapa yang memaksa Lisa menikah.”
“Ya, ibu tidak tahu kalau ia akan seperti itu,” ujar wanita itu membela diri.
Mendengar Faisal sudah pulang Alisa turun dari lantai atas, kedua orang tuanya diam saat Alisa turun.
Alisa duduk dengan malas, apa yang dilakukan Faisal padanya tadi, mampu mengusik hatinya, semakin Faisal menjelekkan Farel, justru ia merasa kasihan pada suaminya.
‘Apa jangan-jangan Faisal ada hubungannya dengan gosip perselingkuhan Ratna dengannya.
Kenapa sampai ada foto mereka yang di kirim ke ponsel Farel’ Alisa bermonolog dalam hati.
Melihat sikap Alisa yang berubah jadi pendiam ibunya dan ayah Alisa saling melihat .
“Sa, apa semuanya baik-baik saja?”tanya ayahnya memberanikan diri.
“Tidak ayah, Alisa merasa sangat rendah, karena Faisal, jangan membiarkan pria itu dengan ibundanya datang ke sini lagi,” ujar Alisa marah.
“Tetapi dia pria yang baik Nak,” ujar ibu.
“Baik dari mana Bu? dia lelaki yang licik.”
“Dokter Faisal lebih baik dari Farel, ibu mendukung kamu menikah dengannya jika kamu sudah resmi berpisah dengan Farel,” ujar Ibu Alisa.
Mendengar kata-kata ibunya Alisa menatap kecewa pada ibunya.
“Ibu, beberapa bulan lalu ibu juga mengatakan itu, saat aku menikah dengan Farel, tetapi saat ini ibu juga melakukan hal yang sama pada pria lain,” ujar ALisa menatap ibu dengan raut wajah kecewa.
“Jangan paksa aku menikah dengannya Bu, aku tidak akan mau menikah dengan pria sombong itu,” ujar Alisa.
Bersambung ….
__ADS_1
‘