Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Membalas Atau Berdiam Diri


__ADS_3

Apa yang ditakutkan Farel akhirnya terjadi, Faisal bersama dokter yang merawat Akmal melaporkan Dinar dengan tuduhan penganiayaan anak di bawah umur.


Dengan cepat polisi menanggapi kasus mengenai keluarga Farel, tepat saat Farel di rumah sakit menemani Alisa, rumah Farel kedatangan tamu dua orang yang berseragam polisi.


“Selamat Siang Ibu kami dari kepolisian, menerima laporan kalau saudara Dinar Wulandari melakukan kekerasan pada anak dibawah umur dan di laporkan team dokter yang merawat baby Akmal.


Ibu Farel yang saat itu ada di rumah hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berkata apa. Ia takut ucapannya malah bumerang untuk Dinar maupun Farel.


“Kalau bapak ingin menyelidiki rumah saya dan keluarga saya, berbicaralah dulu dengan anak saya, karena dia juga seorang polisi.”


“Baik kami mengerti, tetapi kami tidak ingin menunggu, kami akan membawa anak ibu ke kantor polisi untuk di mintai keterangan," ujar salah seorang polisi.


“Dia tidak ada.”


“Apa kami boleh tahu yang bersangkutan kemana?”


“Saya tidak tahu, silahkan geledah bila kalian tidak percaya. Kedua polisi itu dibiarkan masuk menyelidiki rumah Farel.


Sementara Ibu menelpon Farel.


“Ibu? Ada apa?” suara Farel terdengar kecil tidak bersemangat, lelaki itu lelah.


“Nak, di sini ada dua orang polisi, mereka ingin menangkap mbak mu. Bagaimana ini’ mereka masuk ke dalam rumah.”


“Ibu kenapa membiarkan mere masuk? Kenapa tidak tunggu aku. Jangan biarkan mereka memasuki ke kamarku Bu, selalu ikuti mereka.”


“Baiklah, Ibu akan mengawasi mereka, saya akan datang ke rumah.” Farel bergegas pulang ke rumah, meminta izin pada Alisa dengan alasan mengambil pakaian bersih untuk Alisa.


Saat ia pulang, ternyata ada dua orang polisi yang mendatangi rumah sakit, Faisal sudah mengawasi Farel, ia menunggu pria itu pulang, lalu ia mendekati Desi dan Siti membujuk mereka berdua sebagai saksi untuk menjadikan Dinar jadi tersangka.


Setelah Farel meninggalkan rumah sakit, Farel dan dua orang polisi mendatangi Desi dan siti.


“Saya sudah berteman baik dengan almarhum Ibu Ratna ibunya si kembar, dan saya juga teman baik ibu Alisa, bahkan yang menyelamatkan dia tadi malam, saya juga,” ujar Faisal mulai melakukan pendekatan pada kedua wanita yang bekerja di rumah Farel.


“Menyelamatkan dari siapa?” tanya Siti dengan polos.

__ADS_1


“Kalian tidak tahu? Kalau Farel meninggalkan Alisa di pinggir jalan? dia ingin mencelakai Alisa.”


Wanita yang bernama Desi menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget.


“Kenapa Bapak melakukan itu?”


“Kami tidak tahu, dan kami tidak mau menuduh, karena itu, kami butuh bantuan kalian berdua untuk jadi saksi, agar kita bisa menangkap saudara Dinar.


Orang yang bertanggung jawab untuk penganiayaan Yang di lakukan pada bayi kecil yang malang itu.”


Kedua polisi itu meminta keduanya menjadi saksi utama, tetapi Desi tidak ingin melakukanya, wanita tidak mau terlibat, makanya ia lebih banyak diam saat Polisi menjelaskan padanya kalau keselamatannya di jamin.


Siti juga tampak ketakutan, ia bahkan sudah menangis duluan saat di minta menjadi saksi, ia berpikir saksi itu sama dengan tersangka.


“Saya takut pak, saya tidak mau masuk penjara.”


“Tenanglah Bu, kita tidak akan memasukkan ibu ke penjara, kita hanya meminta Ibu mengatakan kebenaran yang Ibu lihat.”


Kedua polisi itu berusaha membujuk.


[Bu, dua orang polisi mendatangi kami saat pak Farel tidak ada] isi pesan Desi untuk Alisa, untung saat itu Alisa bangun, jadi dia bisa mencegah.


[Jangan katakan apapun, bilang ke Siti untuk tutup mulut, katakan kalian tidak tahu dan tidak mau. Kalau mereka ingin bicara suruh datang ke kamarku]


[Baik Bu]


Desi menunjukkan pesan dari Alisa pada Siti, wanita itu juga menolak untuk bersaksi.


Melihat mereka berdua menolak bersaksi, seorang polisi melakukan penekanan untuk Siti, karena diantara mereka berdua wanita itu yang tampak lemah ia selalu ketakutan. Hal itu juga yang ingin di manfaatkan kedua polisi itu untuk menjadikanya jadi saksi.


“Apa kalian dua tahu, orang yang menyembunyikan kejahatan adalah penjahat juga?”


“Maaf pak, kalau bapak ingin kami jadi saksi silahkan tanyakan langsung pada Ibu Alisa, kami tidak bisa,” ucap Desi dengan berani.


Setelah melihat apa yang dilakukan Polisi Alisa sadar, kalau masalah di keluarganya dimanfaatkan Dr, Faisal untuk membalas dendam sakit hatinya.

__ADS_1


“Alisa … Farel dan keluarganya orang yang sangat jahat. Lihat apa yang sudah di lakukan padamu. Apa kamu masih membela dia?” tanya Dr. Faisal ingin memprovokasi pikiran Alisa. Ia bukan wanita yang gampang di hasut.


Saat beberapa polisi dan Dr Faisal di kamar Alisa, ternyata Farel berada di balik pintu mendengar semua apa yang dikatakan rekan kerjanya untuk menghasut Alisa untuk laporan kekerasan di rumah tangga KDRT.( kekerasan dalam rumah tangga)


‘Aku ingin lihat sampai di mana kalian melakukannya dan sampai mana kalian menghasut mereka’ Farel menjadi terlihat seperti menguping.


“Apa yang ingin kalian rencanakan untuk Farel, aku ingin tahu?” tanya Alisa, seolah-olah ia sangat marah dan terlihat seperti seseorang yang ingin membalaskan dendam. Tetapi tangannya diam-diam merekam semua yang dikatakan Dr. Faisal dan kedua polisi.


Sebuah rencana yang jahat dan jebakan yang bisa membuat Farel dan keluarga bisa jadi tersangka utama untuk satu kejadian yang tidak sangkut ada sangkut pautnya dengan masalah itu.


‘Sangat jahat, ternyata Farel punya banyak musuh di kepolisian’ Alisa membatin, tiba-tiba ia merasa kasihan pada Farel.


Farel yang mendengar semua dari luar tampak tenang, ia tidak ingin terjebak dalam permainan yang di lakukan Dr. Faisal.


Ia sudah sangat per pengalaman menghadapi situasi seperti ini di saat bertugas. Tapi kali ini pribadinya sendiri yang terlibat dalam kasus.


Melihat Alisa terus di bujuk untuk melaporkan dirinya. Farel mengetuk kamar Alisa membawa pakaian ganti untuk Alisa dan membawa makanan.


Tok … Tok … !


Farel bersikap kaget karena ada polisi.


“Sa, aku membawa pakaian ganti untukmu dan makan siang.”


Kedua polisi yang mendatangi Alisa berdiri menyapa Farel dengan hormat. Lalu mereka bergegas pamit pada Alisa


Padahal belum mendapatkan apa yang mereka inginkan, Dr Faisal mendekati Alisa.


“Hubungi aku jika kamu butuh bantuan dan jika kamu berubah pikiran,” ucap Faisal . Alisa hanya mengangguk kecil meng -iyakan ucapan lelaki yang sudah menolongnya.


Lalu apakah Alisa menerima tawaran Faisal untuk membalas perbuatan Farel dan Dinar saat ada kesempatan baik untuk menghukum keduanya?.


Bersambung....


Bantu like dan komen ya kakak di setiap bab nya,biar semakin semangat menulisnya,baca juga karya saya yang lain ya kakak,semoga kakak suka dengan karya saya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2