Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Obsesi Faisal


__ADS_3

Dimas  dan Alisa berhasil keluar dari bahaya, walau ada drama antara ia dan Alisa, wanita cantik itu menolak di gendong sama mantan kekasihnya. Apa dilakukan Alisa dapat dimaklumi karena lelaki yang saat itu bersamanya bukan suaminya.Tetapi demi menghindari  bahaya, Alisa akhirnya setuju digendong Dimas.


“Maaf jika aku melibatkan mu dalam masalahku Mas,” ujar Alisa.


Dimas menghela napas berat mendengar ucapan Alisa, ia memilih tidak menjawab, karena ia sendiri tidak tahu ,  mau mengatakan apa.


Hatinya tidak ingin Alisa terluka, ia tidak ingin melihat wanita yang dicintainya itu menangis, tetapi kenyataan  memang lebih pahit, wanita yang dicintainya dan dijaga selama ini, sudah menjadi istri orang lain.


 Mungkin jika wanita yang ia cinta hidup bahagia, mungkin ia akan ikhlas melepaskannya. Tetapi nyatanya, wanita baik dan soleha itu,  dari awal sampai saat itu masih tetap menderita, bahkan nyawanya dalam bahaya.


‘Bagaimana aku tidak terlibat Sa, saat di depan mataku nyawamu diincar orang jahat, karena ulah suamimu’ujar Dimas, ia membiarkan butiran air menetes dari pelupuk matanya.


Setelah berjalan jauh, akhirnya mereka berdua tiba di rumah warga, melihat Dimas berpakaian tentara,  warga tidak ragu untuk menolong.


“Kalau diperbolehkan saya minta tolong, untuk diantar kerumah sakit, mobil saya lagi pecah ban di jalan .”


Dimas terpaksa berbohong kalau mobil mereka hanya pecah ban, bukan karena di kejar penjahat.


Ia takut, kalau ia cerita yang sebenarnya warga malah takut, jadi ia hanya bilang kalau ia sedang bertugas dengan Alisa.


“Teman saya seorang bidan, dia sedang bertugas dan saya mengawalnya,” ujar Dimas berbohong  juga karena warga menata mereka dengan curiga, di tangan ALisa tersebut sebuah cincin pernikahan sementara Dimas tidak, jadi terpaksa ia berbohong.


“Oh, begitu, baiklah pakai  mobil saya saja, nanti mobil bapak akan diantar anak buah saya ke kantor bapak,” ujar seorang warga yang terlihat paling berpengaruh di tempat itu, ia di panggil seorang juragan. Ia  percaya setelah Dimas meletakkan kartu dinasnya dan kartu indentitas.


Akhirnya Dimas bisa menyelamatkan Alisa dan membawanya  menjauh dari sana.


“Kita akan ke dokter mengobati luka  kakimu Sa”


“Tidak usah Mas , kita pulang saja, aku khawatir ibu sudah mencari”


“Bagaimana dengan kakimu?”


“Biarkan saja nanti saja di rumah”


“Justru dengan kamu terlihat berantakan seperti itu mereka curiga”


“Mas … bisa gak kamu membantuku  bertemu Farel malam ini?”


“APA?” Dimas kaget atas permintaan Alisa, selain jam kunjungan sudah habis, ini sudah malam.


“Aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada Farel, apa lagi siang tadi Desi mengirim pesan, kalau si kembar katanya nangis terus dari tadi”


“Ini sudah malam Alisa, tidak ada jam kunjungan malam-malam”

__ADS_1


“Gunakan seragam mu,” ujar Alisa.


“Sa, mana boleh menggunakan seragam tentara menggertak polisi ?


yang ada nanti antara polisi dan tentara salah paham,  tauran lagi”


“Kamu tidak bisa ya, sudahlah, kalau tidak bisa.” Alisa  memalingkan wajahnya , ia  menatap keluar jendela.


“Bagaimana kalau besok saja, aku akan usahakan, asal jangan malam - malam, nanti ada orang yang dapat masalah, justru hal itu akan mengundang kecurigaan pada orang-orang yang mengikuti Farel,” ucap Dimas ia tidak bisa menolak permintaan Alisa.


Saat mengobrol dengan Dimas, Desi pengasuh si kembar menelepon Alisa ke nomor Dimas, melihat nomor Desi  ia panik, ia berpikir kalau terjadi sesuatu pada si kembar, Alisa memang sengaja mematikan teleponnya dan ia meminjam ponsel Dimas untuk mengabari  Desi, kalau ia baik-baik saja.


“Ada apa dia menelepon?”


“Apa ada masalah?” Dimas menoleh Alisa.


“Desi, suster anak-anak”


“Angkat saja”


Alisa mengusap tombol berwarna hijau.


“Halo, Assalamualaikum Des”


“Walaikumsalam BU”


“BU Alisa ada di mana?” Tanya Desi masih dengan suara bisik-bisik.


“Saya lagi jalan mau ke rumah, apa terjadi sesuatu sama anak-anak?”


“Alhamdudillah mereka sudah tidur Bu, ibu tidak usah pulang malam ini”


“Loh …. Kenapa?” Tanya Alisa kaget dengan permintaan Desi suster si kembar.


“Dari tadi ada pak Faisal di sini, dia marah-marah, sama ibu , karena tidak bisa menelepon  Ibu”


“Kenapa dia marah-marah sama ibu?”


“Gak tahu Bu, aku merasa ada sesuatu yang aneh, Mas Risky tiba-tiba diminta tugas di luar kota satu bulan ini katanya, aku merasa ada sesuatu yang aneh, dia  dan beberapa orang berbadan tegap, memaksa masuk ke kamar ibu tadi”


“Apa Mau ngapain dia ke kamarku! Tidak sopan  memang itu orang,” ujar Alisa.


“Maka itu Bu, aku mengintip ke kamar ibu,  mereka  membongkar semua barang-barang ibu dan aku melihat temannya yang dibawa  menempatkan sesuatu di bawah tempat tidur ibu”

__ADS_1


“Apa ayah ada?”


“Ayah juga tidak ada, tadi dibawa kemana aku tidak tahu,  hanya ada ibu di rumah, makanya aku bilang jangan pulang, di sini ada empat orang laki-laki berjaga di luar”


“Baiklah Des, makasih sudah memperingatkan, kamu hati-hati, kabarin aku kalau ada apa-apa”


“Baik Bu, hati-hati, aku tidak tahu apa yang terjadi , tapi aku takut”


Setelah mengucapkan salam Alisa menutup teleponnya, ia diam beberapa menit. Dimas lelaki yang punya tata krama dan sopan santun, ia bisa menjaga batas hubungan dengan Alisa ia tidak lantas ia bertanya  buru-buru tentang apa yang terjadi, walau ia tahu kalau ada sesuatu yang terjadi di rumah mantan kekasihnya tersebut, ia juga  merasa penasaran, tetapi a tidak mau Alisa merasa tidak nyaman dengannya, maka itu ia menahan diri untuk tidak bertanya, ia  menunggu Alisa menenangkan diri.


“Mas, kita jangan ke rumah, bawa aku ke rumah sakit saja”


“Baiklah, apa terjadi sesuatu di rumah?”


“Ya, Faisal membawa beberapa orang ke rumah dan mengeledah kamarku”


“Itu artinya semua itu … ada hubungannya dengan dr. Faisal, kita bisa menyelidiki nanti, jangan khawatir”


“Tapi dia membawa ayah entah kemana, kalau begitu jangan nyalakan ponselmu, dia hanya ingin menekan”


‘Ya, Allah apa yang terjadi, kenapa membawa ayah’ Alisa sangat khawatir,  mereka berpikir orang yang ingin mengambil rekaman itu ingin  menjadikan ayahnya sebagai alat pertukaran, karena itu Dimas meminta Alisa jangan pernah menyalahkan ponselnya,


“Sekarang kamu kirim pesan agar ia menghapus riwayat panggilan dari ponselnya dan katakan dan menghubungi lagi”


“Baik”


Alisa melakukan apa yang dikatakan Dimas, lalu mereka ke rumah sakit untuk mengobati kakinya setelah itu, besok hari  berencana  menemui Farel di penjara. Ia tahu kalau semua yang terjadi ada hubungannya dengan dr, Faisal.


‘Aku berharap Farel, baik-baik saja  dan berharap dia tidak salah paham padaku karena aku bersama Dimas’ Alisa membatin.


Bersambung ….


Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari


Baca juga karyaku yang lain ya.


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (on going)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2