Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Pelukan Hangat Untuk Alisa


__ADS_3

“Sa, aku tidak mau kamu melakukan hal ini lagi, mau di mana harga diriku?” ujar Farel marah, saat Alisa melaporkan konsisi suaminya pada atasan Farel.


“Mas, harga diri itu akan pulih kalau kamu bebas dari sini,” ujar Alisa sangat prihatin melihat kondisi Farel.


“Kamu tidak tahu apa-apa Sa, bahkan kamu tidak bertanya kenapa aku di sini, apa yang telah aku lakukan? kamu hanya melihat kondisi luar saja,” ujar Farel, melemparkan buku yang ia baca .


Lelaki berambut cepak itu merasa malu karena Alisa meminta bantuan pada sang komandan.


“Aku sudah tahu Mas, makanya aku tidak perlu bertanya ini dan itu lagi.”


“Apa …? kamu tahu dari mana?”


“Itu tidak penting.”


“Oh, aku tahu apa dokter itu yang memberitahukan mu?” Farel menatap tajam wanita cantik di depannya.


“Kita tidak perlu memba-”


“Buatku penting Sa, penting, karena lelaki itu sengaja memancingku marah, dan dia sudah memasang alat perekam di pakaiannya saat aku datang.”


“Benarkah?” Mata Alisa menatap suaminya dengan mimik yang serius.


‘Lalu bagaimana dengan nasip Brian yang saat itu ada di tempat?’ tanya Alisa dalam hati pikirannya teringat pada lelaki yang saat itu ada di tempat kejadian , bahkan merekam apa kejadian yang yang sebenarnya.


“Maka itu tidak perlu datang lagi ke sini Sa, biarkan aku menjalankan hukumanku.”


“Mas, kan, belum disidang tetapi sudah menderita duluan, bagaimana kamu akan bertahan di sini?”


“Ini lagi menunggu jadwal sidang.”


“Mas, katakan apa yang bisa aku lakukan agar Mas bisa keluar dari tuntutan hukum.”


“Dia mencabut laporannya, tapi, kamu tidak perlu melakukan apa-apa Sa, pulanglah.”


Farel merasa sangat malu saat Alisa menjenguknya, tetapi ada bagian hatinya juga yang sangat senang saat Alisa datang, antara hati dan mulut tidak sepadan.


“Apa kamu punya banyak musuh Mas?” tanya Alisa menatap lelaki yang menikahinya beberapa bulan lalu.


“Banyak!” jawabnya ketus.


“Aku ingin membantu Mas, ini bukan karena aku semata-mata karena kasihan, tetapi ini karena kamu suamiku. Tapi apa benar kamu ingin menceraikan ku?”


Farel tampak terkejut dengan pertanyaan wanita cantik itu, ia bahkan lupa kalau ia telah menalak istrinya.


“Kamu tidak akan bahagia bersamaku Sa, lelaki itu sepertinya bisa membahagiakanmu.”


“Lelaki yang mana?”

__ADS_1


Farel membalikkan badannya lalu menatap Alisa dengan begitu dalam.


“Lelaki yang memenjarakan ku Sa, bukannya ia begitu terobsesi dengan semua wanita yang aku nikahi? Dulu juga dengan Ratna begitu dan sekarang dengan kamu.”


“Aku tidak menyukainya Mas, karena itulah aku bilang aku ingin mengeluarkan mu dari sini, ada oknum yang memanfaatkan keadaan kita untuk keuntungan mereka.”


“Apa maksudmu?”


“Tante mu, menjual semua harta benda keluargamu saat tahu kamu di penjara dan ibu di rumah sakit.”


“Apaaa? Memang tidak ada yang menjaga rumah?”


“Kami sudah membereskannya, kamu tenang, ibu juga sudah di rumah dan satu keluarga itu sudah ditahan polisi.”


“Apa kamu yang melakukannya?” Wajah Farel terlihat sangat panik.


“Bukan hanya aku Mas, Pak Bayu dan Ibu ju-”


“Apa ibu sudah di rumah?”


Wajah Farel sangat terharu


“Ya, aku sudah membawa ibu ke rumah.”


Farel tiba-tiba memeluk Alisa dengan erat, membuat tubuh wanita itu tiba-tiba menegang seketika. Bagaimana tidak? Sejak mereka menikah tidak sekalipun lelaki itu, pernah menyentuhnya. Boleh dibilang Alisa wanita yang jarang dibelai.


“Terimakasih Sa, karena kamu mau menolong ibuku, padahal ia sudah sangat jahat padamu.”


Alisa memberikan ponsel milik tantenya, di sana ada bukti chating dan bukti transferan.


“Apa ini?” tanya Farel bingung menatap ponsel dan mulai menggeser layarnya naik keatas.


Seketika wajahnya tampak menegang.


“Kurang ajar, aku tidak menduga kalau mereka sampai sejauh ini”ujar Farel marah.


“Mas, aku merasa bersalah padamu, aku tidak pernah menduga kalau mereka ikut campur sejauh ini”


“Apa maksudnya?”


Alisa menundukkan kepalanya dan tidak berani mengangkat wajahnya.


“Saat kejadian malam itu, dua orang polisi memintaku melaporkanmu atas KDRT, aku setuju saat itu karena aku sangat marah malam itu padamu, aku tidak tahu kalau mereka melakukan semua terlalu jauh.”


“Aku tahu Sa, Faisal sudah memberitahukan semua padaku, ia juga bilang padaku kalau ia datang ke rumahmu untuk melamar mu.”


Akhirnya Alisa paham, lelaki yang ia pikir menolongnya, sebenarnya bukan menolong hanya memanfaatkan untuk tujuannya .Ternyata dari awal ia ingin Farel masuk penjara, sudah sejak lama lelaki berkulit putih itu membenci Farel dan ingin mengirimnya ke penjara .

__ADS_1


“Apa semua ini ulah dia?”


Farel menggeleng pelan.


“Ada beberapa orang rekan kerja yang tidak menyukaiku dan mereka ingin aku meninggalkan divisi yang aku pegang saat ini.”


“Kenapa?”


“Ada alasan pekerjaan yang tidak bisa aku jelaskan padamu.”


“Baiklah, setelah mendengar semua ini aku semakin yakin mengeluarkan kamu dari sini Mas.”


“Itu susah, karena barang bukti di tangannya.”


“Itu palsu Mas, kita bisa menyanggah itu dengan barang bukti palsu itu.”


“Apa maksudnya, apa benar kamu tahu kejadian hari itu?”


Farel terlihat bersemangat saat Alisa ingin membantunya, bukan hanya membantu, tetapi siap jadi saksi untuk Farel.


“Lihat ini Mas, Alisa dengan semangat memperlihatkan video rekaman yang diberikan Brian.


“Dari mana kamu mendapatkan ini?” Farel kali ini lebih semangat.


“Ada seseorang yang melihat kejadian hari itu,aku akan membantumu keluar dari sini.”


“Baiklah,” akhirnya, ia bisa mempercayai Alisa dan membiarkan wanita cantik itu membantu.


*


Alisa keluar dari penjara setelah menjenguk Farel, kini ia memikirkan cara bagaimana cara untuk melepaskan Farel dari tuntutan penjara.


Saat Alisa berusaha ingin membantu suaminya, ternyata kabar itu sampai ke telinga Faisal. Lelaki itu marah, ia menuduh Alisa berbohong kepadanya.


Ia mendatangi rumah keluarga Alisa tepat saat wanita itu menemui seorang pengacara, ia ingin konsultasi bagaimana caranya melepaskan Farel dengan tuduhan penganiayaan yang dilakukan suaminya pada Faisal.


Pada saat pulang ke rumah, ia sudah disambut Faisal dengan tatapan tidak suka.


“Ayo kita bicara,” ujar Faisal saat Alisa tiba di rumah.


‘Benar-benar tidak ada sopan santun ini orang, ini rumah siapa? Kenapa jadi dia yang bersikap berani? ibu dan ayah tidak dihargai, aku tidaka akan menikah dengan orang yang seperti kamu’ ucap Alisa dalam hati.


“Baik Pak, saya ganti pakaian dulu sebentar ,” ujar Alisa menghela napas.


“Tidak usah, kita hanya sebentar.”


Tidak ingin ada kesalahpahaman yang berlarut-larut Alisa menghadapi Faisal

__ADS_1


Bersambung..


Bantu vote like kakak biar semangat update


__ADS_2