
Tekanan Di Dalam penjara.
Malam itu Alisa tidak bisa tidur, pikirannya terus saja tertuju pada Farel, ia punya firasat kalau suaminya mengalam sesuatu.
Alisa duduk di si sisi tempat tidur, memikirkan acara apa yang akan ia lakukan untuk membebaskan suaminya dari penjara. Ia berdiri karena mendengar suara tangis dari kamar bayi.
“Kenapa Des?”
“Tidak tahu Bu, dari tadi mereka berdua sangat gelisah”
Melihat kedua anak itu gelisah ia percaya kalau mereka merasakan batin ayah mereka, setelah mereka semua tidur Alisa mengirim pesan pada Farel.
[Assalamualaikum Mas … sudah tidur?]
Alisa berjalan mondar mandir , saat Farel tak kunjung membalas pesan darinya.
‘Apa hape mas Farel juga disita’ Ia bertanya dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian ia menelepon.
“Halo Sa”
“Assalamualaikum Mas”
“A.-Walaikumsalam, ada apa Sa?’ Suara Farel tergagap.
“Mas … tidak apa-apa kan, aku pikir ponselnya disita sama petugas lapas”
“Tidak, masih aku pegang, kenapa Sa?”
“Aku punya firasat kalau Faisal melakukan sesuatu pada kamu Mas”
“Apa ada masalah lagi?”
“Dia terang-terangan meminangku di depan keluargaku, tentu saja aku menolak karena aku masih istrimu, tetapi karena sikapku yang acuh, aku takut dia akan membalaskan padamu”
“Jangan khawatir aku akan bai-baik saja”
“Mas … apa kamu punya kenalan polisi yang bisa membantumu?”
Farel diam, tadinya ingin menerima hukuman dengan mendekam di dalam penjara tetapi, di sisi lain ia takut Faisal melakukan hal buruk pada keluarganya.
“Sa, aku punya, dia mantan bosku dulu, hanya di sudah pensiun, mungkin dia bisa membantu kita”
“Mas, katakan saja di mana alamatnya aku akan mendatangi rumahnya besok”
“Masalahnya dia sudah pensiun dari kepolisian”
“Tidak apa-apa Mas, aku akan mencoba”
“Baiklah, aku akan mengirimnya ke ponselmu, Sa, sudah dulu ya ada orang di luar”
__ADS_1
“Baik Mas …”
“Sa …!”
“Ya Mas”
Suara Farel terjeda, ia menghela napas berat, lalu ia berkata lagi .
”Sa, maaf ya kalau aku merepotin kamu”
“Tidak apa- apa Mas, aku ini istrimu, jangan lupa sholat agar kamu selalu di beri kekuatan dan petunjuk Mas”
“Baiklah”
Setelah mengucapkan salam Alisa menutup telepon, tetapi setelah ia mendengar ada seseorang di luar ruangan Farel, ia semakin takut
Setelah menutup teleponnya, Farel waspada setelah Alisa memperingatkannya, lalu ia memakai rompi karet yang ia pesan dari Alisa, ia memakainya untuk melindungi perutnya.
Dugaan mereka benar, dua orang lelaki memaki penutup kepala masuk ke dalam ruangan Farel, tanpa memberi salam satu orang memegang tangan Farel ke belakang lalu menonjok bagian perut dada sampai berung kali, Farel mengeluarkan darah dari mulutnya, melihat Farel sekarat barulah mereka melepaskannya, dengan tubuh tergelatak di lantai dan mulut mengeluarkan darah, lalu mereka mengambil gambar sebagai bukti lalu mengirimnya pada orang yang memerintahkan mereka.
[Perintahkan sudah dijalankan] isi chating lelaki itu lalu mengirim gambar Farel yang berlumuran darah.
[Bagus, pastikan aman] Balas orang yang memerintahkannya.
[Sudah Pak, petugas penjaga tidak ada yang curiga]
[Bagus … biarkan dia merasakan apa yang pernah kalian rasakan]
Begitulah biasanya para penjahat dalam lapas di lakukan, dan kini ia merasakannya, saat ia terkapar di lantai tidak sengaja petugas jaga ganti shift dan melihat Farel terluka, dia satu-satunya yang belum di suap untuk mencelakai Farel.
Ia membuka ruangan Farel dan menyelamatkan polisi tersebut.
“Pak Farel, apa yang terjadi tolong buka mata Bapak.” Farel membuka mata seorang polisi muda memangku badannya.
“Pak Reimon”
“Ya Pak”
“Tolong bantu saya duduk”
Lelaki yang baru bertugas dua bulan itu membantu pak Farel untuk duduk, ia memang sudah pernah mendengar desas-desus ada orang besar yang mencoba menginginkan Farel di penjara selamanya, tetapi ia tidak tahu kalau sampai ada penganiayaan seperti ini.
“Pak … siapa yang melakukan ini?”
“Pak Reimon, kamu keluar saja , mereka akan memperalat mu nanti”
“Katakan saja ada apa Pak, saya akan bantu semampuku,” ujarnya dengan wajah yang sangat prihatin,
‘Apa ini bantuan yang dikirim Tuhan untukku? Selama ini tidak ada satu orangpun rekan polisi yang bersedia membantuku’
“Kamu akan mendapat masalah jika menolongku”
__ADS_1
“Tidak masalah Pak, bapak juga pernah menyelamatkanku”
“Baiklah, kalau begitu tolong berikan ini pada istriku.” Farel memberikan sebuah memori dan satu jam tangan.
“Baiklah, aku akan memberikannya”
“Pak Reimon hati-hatilah karena semua rekan polisi, ingin aku tetap di penjara ini … kamu tahu kenapa?”
“Tidak tahu Pak”
“Karena aku mengetahui rahasia besar mereka”
Wajah Reimon langsung berkeringat, jadi kabar yang dengar ternyata benar, kalau Farel memang sengaja di jebak sama teman-temannya.
Reimon pergi ke kamar mandi, ia awalnya sangat menyesal ikut terlihat, tetapi melihat wajah Farel dan mengingat kalau Farel pernah menolongnya ia, ia bingung mau menyembunyikan kartu memori tersebut, ia tahu kalau polisi yang temannya berjaga sudah mengawasinya.
Ia bingung mau menyembunyikan kartu memori tersebut, karena Farel mengatakan itu hal yang sangat penting dan itulah benda yang diincar rekannya, Reimon punya ide gila, ia menggulung kartu memori itu dalam gulungan plastik lalu dilakban dan ditelan.
Jam yang diberikan Farel padanya ia membungkusnya dalam plastik, lalu mengikat ujungnya dengan tali panjang membuang jamnya ke dalam kloset, tetapi ia mengikat ujung talinya di tutup kloset saat disiram dengan air benang pancing tersamarkan dengan air, setelah selesai mengerjakan itu ia pura-pura buang air besar.
Saat ia keluar tiga orang polisi ternyata sudah mengawasinya.
“Lama bangat sih Bro, gue mau buang ampas ni,” ujar rekannya ia masuk ke bilik yang habis di pakai Reimon, padahal kamar mandi kanan kiri kosong, saat Reimon pura-pura mengikat sepatu dan melihat ke bawah, ia sedang mencari barang yang disembunyikan Reimon.
‘Gawat … Pak Farel benar, mereka sudah mencurigai ku, aku harus bersikap tenang’ Reimon memakai jam miliknya yang dari tadi ia simpan dalam kantong.
Apakah barang kartu memori yang dititipkan Farel pada istrinya akan selamat?
Bersambung ….
Baca terus kisahnya ya.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasih untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)