Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
q


__ADS_3

Stanley merasa sangat   menyesal karena mengabaikan nasihat  Dorroty, kini adik tercinta ikut terseret dalam bahaya besar, sebenarnya hal yang wajar ia menemui adiknya saat ia pulang, sudah lima tahun lamanya mereka  tidak bertemu setelah ia masuk penjara, rindu sang adik  sudah lama ia rasakan saat ia masih mendekam di balik jeruji.


Stanley saat dalam penjara , ia mendapat hak istimewa ia  beberapa kali bebas berkeliaran  menikmati udara bebas di luar penjara, hak istimewah itu ia dapatkan sejak  bos gangter  penguasa itu mengangkatnya jadi orang kepercayaanya.


“Kita bertemu di pinggir pantai, saya datang ke sana.”


“Baik Bos.”


“Bagaimana keadaan mereka berdua?”


“Mereka baik-baik saja Bos, hanya mereka berdua jadi terlihat ketakutan,”ujar Billy.


“Katakan pada adikku kalau aku akan datang.”


“Baik Bos.”


Stenley menutup teleponya, baru juga ia  meletakkan memasukkan  ponselnya ke saku celana, tiba-tiba sebuah tangan mencekiknya, dari belakany mobil  melaju tidak seimbang hampir menabrak mobil yang datang dari arah depan, dengan leher tercekik Stanley, ia  menghentikan mobilnya dipinggir jalan lalu mengarahkan sebela tangannya kearah luka musu, mencekram luka itu dengan  kuat.


“AAA!” Ia berteriak kesakitan melepaskan siku tangan yang mengunci leher Stanley, dengan wajah menghitam  Stanley terbatuk-batuk dan berbalik badan menghantam dada lawannya dengan pukulan siku.


Bug …!


Satu pukulan keras mengenai dada kirinya, lalu,  tubuh lelaki itu terhempas  mundur ke belakang, Stanley tidak menyianyiakan kesempatan ia menerjang tubuh lelaki di jok kebalakang, ia mendaratkan satu tinju keras mengenai pelipis kirinya , ternyata ia juga membalas Stanley mendapat pukulan, walau tidak sekeras pukulannya, tetapi tinju pria berkepala botak licin itu mengena bibirnya hingga mengeluarkan cairan berwarna merah.


Saling baku hantam dalam mobil itulah yang terjadi saat itu, saat Stanley terlempar ke depan , ia mmenggunakkan kakinya menendang  si botak sampai terduduk dan Staley melompat ke tubuhnya memberinya hadia bogem mentah sampai berkali-kali,dari pelipis dan mulut pria tersebut menguncur darah segar, ia kalah bertarung  tangan kosong dengan Stanley.


“Kamu akan mati, bos ingin kepalamu,” ujar lelaki itu mengoceh, tubuhnya terkunci oleh kaki Stanley.


“Aku tidak takut,” balas Stanley dengan  napas terengah-engah.


“Bos juga menginginkan adikmu yang cantik,” ucapnya lagi.


Karena adiknya ikut dikait-kaitkan setan dalam tubuhnya  Stanley langsung bangun, lalu menarik pistol dari balik pinggannya.


“Tadinya aku ingin membiarkanmu hidup, tapi melihatmu mengoceh dan menyebalkan aku akan mengirimmu ke alam baka”

__ADS_1


“Dor!”


Stenley menembak tepat di kepala, sekejap lelaki berkepala botak itupun modar …


Ia menunggu hari sampai gelap,  meliht pakaian dan wajahnya yang labam ia tidak mau Luna  takut jadi ia mengeledah barang-barang di mobil penjahat tersebut, ternyata ada tas berisi pakaian dan beberapa pistol, amunisi dan ada tiga paspor.


Ia berganti pakaian, ia yakin ia akan ditemukan para penjahat yang lain, jadi ia mencari cara untuk menyingkirkan mayat lelaki itu, ia mengikat tubuhnya dengan batu besar dan membuangnya ke satu bendungan yang sepi. Lalu ia membawa mobil itu jauh dari sana dan meninggalkannya di  jalan raya, ia tahu kalau ia memaki mobil tersebut menemu Billy musuh akan menemukannya melalui GPS yang dipasang di dala mobil, jadi , jalan satu-satunya  meninggalkan  roda empat tersebut.


Stanley naik taxi menuju pantai, [aku datang kalian di mana?]


Mengirim pesan untuk Billy [ Kami menyewa satu penginapan di dekat pantai untuk mereka berdua, Bos di mana?]


Ia datang  ke sana menemui mereka, kedua lelaki yang berjaga di luar itu terkejut melihat wajah Stanley.


“Apa yang terjadi Bos?” Billy menatap kaget.


“Kenapa tidak mengabari Bos.”


“Tidak apa-apa, saya bisa mengatasinya.”


“Apa yang terjadi?” mata Luna berkaca-kaca.


“Tidak apa-apa Luna, hanya kesalapahaman,” ucap Santeley.


Tetapi wanita cantik  itu bukan anak-anak lagi yang bisa dibohongin seperti yang dulu, kalau dulu saat ia masih sekolah  saat Stanley terlibat perkelahian ia selalu ia berbohong  dan mengatakan tidak terjadi apa-apa hanya terjatuh, tetapi kali ini, Luna dan Dita sudah tahu, saat bersama Billy dan Neil mereka sdah curiga kalau sang kakak  terlibat dalam organisasi kejatahan, saat mereka makan di cafe tadi Luna tanpa sengaja sudah melihat pistil milik Billy terselib di pinggang di balik jaket.


“Apa kalain punya kotak obat?” tanya Luna ia sengaja menghindari tatapan Stanley.


“Aku tidaka apa-apa Lun, hanya terjatuh.”


“Beehentilah berbohong padaku Kak, aku bukan anak kecil lagi, ini luka perkelahian apa perlu aku jabarkan, kakak dicekik dari belakang menyebabkan luka dileher lalu mendapat pukulan di bibir dan luka  lebam di akibatkan tendangan sepatu itu artinya ada perkelahian  hidup dan mati, jika kakak masih hidup iu itu artinya orang itu yang lenyap,” ucap Luna menjabarkan dengan sangat rinci hanya dengan  menatap luka tersebut.


“Luna ikut pelatihan team fronsek,  makanya dia tahu,’ ucap Dita menjelaskan tentang sahabatnya.


“Tidak usah Lun, aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, tai kita dalam bahaya ada seseorang yang akan menghabisiku, maka itu aku sudah minta Dorroty membawa kalian pulang.”

__ADS_1


“Aku tidak ingin merepotkan Kak Dorty lagi.”


“Nanti kalau situasinya sudah tenang aku akan menjemputmu.”


Saat lagi bicara serius Dorroty menelepon.


“Kalian sudah di mana aku sudah di pantai?”


“masuk ke dalam saja, kami ada.”


Lelaki itu datang lagi menggunakan   kerudung bercadar, ia  datang  dengan sikap buru-buru.


“Apa kamu puas sekarang!”


Bukkk …!


Memberi bogem  metah lagi tepat di wajah sang sahabat.


“Ah sial, kamu  membuatku berdarah lagi,” ucap Stanley, ia tidak marah atauun melawan saat Dorroty menghajarnya.


“Apa kamu ingin menerima lagi.” lelaki berambuk keriting itu  membanting tubuh Stanley ke lantai.


“Aih … brengsek kamu membuat pinggangku patah,” rintih Stanley ia tidak melawan.


“Ah mulai lagi,” ujar Dita dan Luna mereka berdua meninggalkan kedua sahabat yang sedang  guling-gulingan itu.


“Apa mereka selalu seperti itu?” tanya Billy, ia terkejut melihat bosnya yang tidak marah ataupun kesal saat seorang pria menghajarnya.


“Aku minta maaf tidak ada niat untuk membuat kalian dala bahaya,” ujar Stanley.


“Harusnya kamu tidak pulang ke sini, dengar menjauh dari Dita … jangan sesekali kamu mengharapkan nya,” ancam Dorroty dengan tegas.


“Bro … aku tidak akan melakukan itu,” ucap Stanley dalam hati, mulut boleh berbohong tetapi hati tidak, tetapi Stenley akan mengubur perasaannya lagi pada adik sahabatnya tersebut, demi kebaikan mereka semua.


Dorroty membawa mereka kembali asrama menggunakan penyamaran , setelah mereka aman barulah Stenly kembali ke Jakrta besok  harinya.

__ADS_1


__ADS_2