Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
e


__ADS_3

Tiba di Jakararta, Stanley  langsung menuju apartemen Billy, niatny hanya ingin istirahat, menghadapi banyak kemarahan dan masalah membuatnya tidak bisa tidur berhari-hari, baru juga  ia ingin masuk lif seorang petuga keamanan gedung mendekat.


“Selamat siang Pak.”


“Ya siang Pak ada apa?”


“Wanita itu sudah beberapa hari ini selalu datang ke sini memaksa ingin bertemu bapak.”


“Siapa?” melirik seseorang yang duduk di sofa yang terhalang   tanaman dalam vot.


Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri  mereka bertiga.


“Bos bukan itu Shopia,” ujar Bill.


“Mungkin dia sudah mendengar semuanya dan dia akan membalas,” ujar Stanley mengusap dagunya dengan tenang.


“Hai sayang …,” sapa wanita seksi itu lansung mengalungkan tangannya di leher Stanley.


Mereka bertiga saling menatap, tadinya Stanley berpikir kalau Shopia akan memarahinya.


‘Apa dia belum tahu apa yang terjadi pada ayahnya di kampung?’


“Shopia apa yang kamu lakukan di sini?”


“Menunggu kamu Bab, kamu dari mana saja.”


Stanley memberi kode pada kedua anak buahnya untuk meninggalkan mereka berdua.


“Baiklah , mari kita bicara sebentar.” Stenley mengajak wanita berpakaian kurang bahan itu ke arah taman.


“Sayang aku merindukanmu.”


“Shopia, aku ingin bicara  jujur padamu.”


“Apa?” tanya Shopia masih manja.


“Aku tidak ingin mendapat masalah dengan Jhon kekasihmu, jadi mari kita jangan bertemu lagi, aku  ingin menjalani hidup dengan tenang. Tapi apa kamu tidak menepeon dia?”


“Aku  sudah ganti nomor aku tidak mau dia menghubungiku.”


“Kenapa  kamu mengganti nomor bagaimana kalau keluargamu  mencarimu.” Stanley menatap wajah Shopia, ia penasaran kenapa wanita tidak tahu kalau ia sudah menghancurkan  keluarganya di kampung.

__ADS_1


“Aku tidak suka melihat ayah yang selalu mengatur hidupku memintaku untuj kuliah dan jadi dokter, aku hanya ingin jadi artis.”


“Kembalilah pada kekasihmu, dia mungkin sudah mencari kamu,” ucap Stanley, ia tidak ingin  mendapat masalah , lebih baik ia mengusir wanita itu dari hidupnya sebelum ia mendapat masalah yang lebih rumit lagi.


“Aku tidak mau, aku ingin kamu.”


“Sayang sekali Nona Shopia, saya sudah punya kekasih apa yang kita lakukan malam itu hanya  ingi bersenang-senang, saya tidak suka meniduri wanita sebanyak dua kali itu sangat membosankan, saya selalu ganti wanita setiap kali ingin  bersenang-senang.”


“Tapi malam itu kamu sangat memujiku,” ujar wanita itu dengan wajah  memerah.


“Memuji bukan berarti ingin memilikikan? Aku hanya suka sesaat lalu perasaan itu hilang lagi.”


“Oh sebaiknya kamu jangan lagi ke sini, petugas keamanan bilang kedatanganmu setiap saat ke sini sangat mereotkan mereka,” ucap Stanley,  “kalau tidak ada hal lain saya ingin istirahat,” sambungnya lagi.


Stanley  berbalik badan ingin meninggalkan Shopia.


“Aku bersedia kok jadi simpananmu, aku tidak akan menuntut banyak hanya ingin bersamamu,” ujar Shopia, ia mengemis cinta pada lelaki yang dulu ia rendahkan dan ia hina.


Aku tidak akan melakukan itu, aku membencimu dan keluargamu’ ucap Stanley dalam hati.


“Maaf,  aku bukan type lelaki yang suka menyimpan sesuatu barang,  biasanya kalau saya sudah bosan dengan barang lama saya akan membuangnya dan membeli yang baru,” ucap Staney, ucapannya mengandung arti yang dalam.


“Tapi sejaka malam itu aku jatuh cinta denganmu Jake,” ujar Shopia.


“Tapi bagaimana dengan aku?” tanya wanita, dengan wajah memelas.


“Pulanglah kembali pada kekasihmu … Oh satu hal lagi, cobalah untuk menelepon keluargamu mungkin setelah kamu menelepon mereka dapat motivasih hidup yang berbeda,” ucap Stanley, ia yakin kalau wanita itu sudah  menelepon Brankas dan Jhon


Stanley meninggalkan Shopia yang duduk termenung di kursi taman. Padahal ia sudah berharap banyak dan punya impian,  jika sudah kekasih pria bertubuh kekar itu, ia sudah bermimpi akan memamerkan Stanley pada teman-temannya, ia  juga ingin membalas Jhon karena sudah menyia-nyiakannya, tapi, impian  besar itu buyar begitu saja setelah Stanley menolaknya. Shopia juga tidak mengetahui kalau Stanley sudah menghancurkan keluarganya di kampung.


Stanley naik keatas


“Bos ada pesan dari ketua, transaksi malam ini ditunda,” ucap Billy.


“Kenapa …? Bukankah pembeli dari Honkong  akan tiba malam ini?” tanya Stanley, ia merasa ada yang janggal.


Tetapi ia tidak ingin menunjukkan kecurigaannya pada kedua anak buahnya, penghiatan perebutan tahta sudah hal biasa di dunia para mafia, Stanley sadar akan hal itu ia menyadari sikap Neil sudah mencurigakan sejak  dari malam itu, ia sibuk menelepon dengan seseorang.


Saat ia ingin mandi, seseorang menelepon dirinya dengan nomor baru.


“Halo”

__ADS_1


“Ini aku Azka,”ucap sipenelepon memperkenalkan diri.


”Ada apa, dari mana kamu tahu nomorku?”


“Itu tidak pentig, aku hanya ingin bilang padamu hidup kalian bertiga dalam bahaya.”


“Bahaya kenapa?”


“Harusnya aku bebas, kemarin, tapi aku menolak.”


“Dasar manusia aneh, orang senang jika bebas dari penjara, kamu malah lebih memilih di penjara.”


“Kamu tidak tahu, betapa menakutkan dunia yang kita tempati saat ini,”ujar lelaki itu lagi.


“Lalu apa yang ingin kamu katakan?”


“Jadi saat aku sedang duduk di luar, saat itu aku mendengar desas desus kalau  ketua sangat marah , karena kamu menunda-nunda transaksi pejuallan barang itu, apa kamu sengaja?”


“Tidak,” jawab Stanley dengan wajah datar.


“Aku juga mendengar Jhon menemui sang ketua.”


Mendengar nama penghianat itu seketika wajah Stanley geram, ia yakin kalau nyawa mereka benar-benar dalam bahaya.


“Aku ingin membantu kamu .”


“Apa yang bisa dilakukan  manusia kaleng seperti kamu.”


“Aku sudah bilang padamu, kalau aku hanya berpura-pura banci agar tidak dimasukkan satu sel sama para mafia itu,” ucap Azka untuk ke sekian kalinya.


Azka  sempat satu sel dengan Stanly atas permintaannya,  ia mengaku pada polisi kalau ia jatuh cinta dengan Stanley  ia ingin membayar polisi agar menematkannya satu sel dengan pria berbadan kokoh tersebut.


Selama di satu selnya dengannya Azka bersikap layaknya  pria setengah mateng alias banci kaleng, Stanley  sangat marah mendengar seorang banci menginginkannya, ia menghajar Azka sampai masuk perawatan, bukannya menjauh Azka semakin mendekatinya dan suatu kali ia mengaku berpura-pura satu kamar dengannya bukan karena menginginkannya melainkan pelindunginya dan berniat membantu. Tetapi  Stanley tidak ercaya.


“Aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa mengatasinya,” ujar Stanley menolak.


“Kamu jangan menolak, kamu tidak punya pilihan.”


“Kenapa?”


“Karena lelaki itu menganggap kamu penghianat, dia ingin menumbalkan kalian lagi.”

__ADS_1


Stanley sudah mempersiapkan diri untuk hal itu, ia tidak ingin hanya pesuruh pada pria yang ia panggil dengan sebutan guru itu. Ia ingin jadi kepala  untuk kekuasaan sendiri, bukan hanya ekor,   ia berterimakasih pada Azka, lelaki yang ahli dalam meretas data itu. Kini ia mempersiapan diri dan mental untuk kemungkinan dihabisi orang yang aling berkuasa di dunia mafia.


__ADS_2