Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Cinta Tulus Istriku


__ADS_3

Alisa masih menangis berdiri memeluk tubuh suaminya, Farel memang mendapat khusus berbeda dengan tahanan lainnya, tetapi tempat khusus itu juga membuat Farel begitu kesepian dan tidak punya seseorang untuk teman bicara.


Kehadiran istrinya saat itu  membuat jiwanya kembali hidup, ia sudah berpikir kalau Alisa tidak akan datang lagi menjenguk dirinya, karena Faisal mengatakan padanya beberapa  hari lalu kalau ibu Alisa memberi restu untuknya, tentu saja Farel marah, tetapi ia menahan diri demi Alisa dan kedua anak- anaknya.


“Sa … jangan menangis, aku mohon, hatiku sangat sakit melihatmu menangis dan terluka seperti ini,” ujar Farel, ia  mengecup kening Alisa.


“Mas aku sangat takut”


“Sayang … kalau kamu ingin mengatakan sesuatu yang penting. Sebaiknya kamu berbisik, di sini masih ada penyadap,” bisik Farel, ia masih memeluk tubuh Alisa dengan erat.


“Kata Desi, mereka membawa ayah, Mas”


“Dia … benar-benar dengan ancamannya keparat itu memang lelaki iblis,” ujar Farel marah.


“Mas … aku sudah mendapatkan rekaman itu”


“APA …? Bagaimana kamu memilikinya?”


“Bukankah kamu meminta Reimon mengirimnya padaku?”


Farel menarik tubuh istrinya dari pelukannya, ia menatap wajah  Alisa dengan tatapan dalam.


“Apa karena itu kakimu?”


“Ya,” jawa Alisa dengan deraian air mata, biasanya dia wanita yang tegar dan kuat, tetapi tiba-tiba di hadapan suaminya saat itu, ia menunjukkan sisi lemahnya, ia menangis tanpa henti di dada Farel, sampai-sampai kemeja yang dipakai Farel basah.


“Oh … Oh, maafkan aku sayang, maafkan aku telah membuatmu dalam bahaya, tidak seharusnya aku meminta Reimon mengirimnya padamu,” ucap Farel, ia kembali menarik tubuh Alisa ke pelukannya dan ia meminta maaf karena  telah menyebabkan keluarganya dalam bahaya.


"Percayalah Ayah tidak akan apa-apa, mereka hanya ingin menggertak"


“Mas … aku juga sudah ke rumah, Pak Brata mantan atasanmu”


“APA?” Lagi-lagi Farel kaget dengan apa yang sudah dilakukan istrinya.


“Bagaimana kamu melakukannya Sa rumahnya ada di Parung i-itu sangat jauh,” ucap Farel dengan mata berkaca-kaca mendengar perjuangan istrinya menyelamatkannya

__ADS_1


Farel juga menunjukkan kelemahannya juga di hadapan Alisa, ia sungguh tidak tahan, air matanya menetes mendengar perjuangan Alisa, apa lagi saat melihat luka di tangan dan di kaki Alisa.


“Mas … Dimas menyelamatkan, kalau tidak ada dia aku sudah mati."Alisa menceritakan semuanya pada Farel.


" Mas, apa kamu marah padaku?”


“Tidak Sa, aku tidak marah, aku percaya padamu sayang … justru aku berterimakasih pada Pak Dimas, karena dia menyelamatkanmu,” ucap Farel semakin memeluk tubuh istrinya.


Melihat Farel tidak marah dan percaya padanya, Alisa merasakan ketenangan diperlukan lelaki tersebut.


“Aku mencintaimu Mas,” ujar Alisa dengan tulus.


Farel sangat tersentuh setelah mendengar pengakuan cinta Alisa, ia seolah-olah mendapatkan suntikan tenaga berlipat-lipat ganda, di saat ia terpuruk tidak berdaya ternyata, di saat itulah ia Mendapatkan pengakuan cinta yang tulus dari wanita yang ia nikah.


“Aku juga  mencintaimu Sa, bertahanlah Sayang, aku akan keluar dari sini,” ujar Farel dengan semangat


“Mas … Dimas memberikan sebuah jam untukmu, dan kamu juga bisa pakai buat telepon dan kirim pesan, ada camera, kamu juga bisa gunakan untuk mendeteksi camera tersembunyi di ruangan ini, aku akan memasukkannya ke balik kemejamu” bisik Alisa ia masih memeluk Farel, tetapi tangannya menyelinap dan memasukan kedalam  kemeja Farel.


“Baiklah, jaga dirimu dan jaga anak-anak kita,” ujar Farel.  Ia melepaskan pelukannya karena jam kunjungan sudah habis dan penjaga sudah datang memberi Alisa peringatan.


“Baiklah. Sa!” Panggil  Farel.


Wanita cantik itu berbalik dan menatap Farel.


“Hati-hati Ya … kalau Pak Dimas ada waktu, tolong katakan aku ingin bicara dengannya”


“Baik Mas”


Tidak lama  kemudian, ternyata Dimas di kasih waktu berkunjung sebentar, ia bicara empat mata dengan Farel, Dimas memberitahukan letak camera tersembunyi di ruangannya melalui jam yang dipakai. Setelah bicara  beberapa hal Dimas keluar dan ia pulang dengan Alisa.


Ternyata kedatangan Alisa dan Dimas ke sel Farel di lihat Faisal melalui camera pengawas yang dipasang di sel Farel.


“Kurang ajar, apa sih yang kalian bicarakan, siapa lelaki ini. Lihat saja aku akan menghancurkan kamu Farel”


Lalu ia datang lagi ke ruangan Farel, setelah Alisa dan Dimas pulang, ia ingin menghancurkan emosi Farel.

__ADS_1


Lelaki itu memang orang yang sangat nekat.  Faisal   mengakui pada Farel, kalau ia sengaja memotong saraf-sarat  bagian Kejantanan Farel, saat ia kecelakaan dulu,  ia sengaja merusak agar tidak berfungsi, ia ingin Ratna meninggalkannya. Tetapi semua rencananya di masa lalu gagal dan sekarang ingin merebut Alisa juga darinya.


“Apa kamu tahu saat kamu kecelakaan saat itu, sebenarnya ... kamu salah memilih seorang dokter, aku yang menyebabkan senjata milikmu itu tidak berfungsi, aku yang memotong saraf-sarafnya,” ujar Faisal.


Farel mengepal tangannya,  ia ingin meledak,  ingin memukuli Faisal sampai mati, tetapi itulah yang ditunggu Faisal, dua orang polisi sudah berjaga di dibelakang sel, kalau Farel memukul Faisal, itulah alasan mereka untuk menghajar Farel, tulisan Alisa yang ia baca dibungkus nasi padang itu akan menyelamatkannya kali ini. Ia menutup mata tetapi bayangan almarhum seakan-akan berbisik di telinganya.


“Bertahanlah Mas, ingat anak-anak kita, ingat Alisa istrimu, dia membutuhkanmu,” bisik suara itu di telinga Farel, seketika matanya terbuka.


“Ratna!” Ucap Farel menoleh kanan-kiri.


“Ratna kamu kah itu … maafkan aku maafkan aku,” ujar Farel menoleh ke depannya.


Mendengar Farel menyebut almarhum Ratna, seketika wajah Faisal menjadi pucat dan ketakutan, ia juga melihat kanan -kiri.


“Jangan  berpura-pura mana mungkin orang mati bisa ada di sini,” ujar Faisal.


“Ratna maafkan aku, aku mengerti,  aku tahu, aku yang salah,” ujar Farel, ia menutup matanya dengan telapak tangan.


“Dasar gila, sinting lu,” ujar Faisal, saat melihat Farel bertingkah seperti melihat Ratna. Ia keluar dari ruangan Farel, rencananya gagal lagi, tadinya ia ingin memancing emosi Farel, bahkan ia sudah rela menjadikan tubuhnya jadi umpan kemarahan Farel. Ternyata  semuanya gagal, saat ia membongkar semua kejahatannya pada Farel, Farel bertingkah seolah-olah didatangi almarhum istrinya.


Faisal keluar dengan marah, sementara Farel, tersenyum licik, ia terpaksa melakukan itu agar Faisal keluar dan tidak mengacaukan pikiran dan emosinya, kejahatan yang di lakukan Faisal padanya sudah ia ketahui dari Alisa,  wanita cantik itu sudah mencari tahu semuanya dan menceritakan padanya tentang semua kejahatan yang di lakukan Faisal.


Aktingnya seolah-olah melihat hantunya Ratna, Alisa yang mengajarinya, ia menulisnya di kertas bungkus nasi padang yang ia bawa untuk Farel, karena ia tahu kelemahan Faisal, lelaki jahat itu takut sama setan.


“Maafkan aku Ratna, kalau aku memanfaatkan mu tadi, beristirahatlah dengan tenang, Al fatihah untukmu,” ujar Farel.


Ia sengaja bersikap gila di hadapan Faisal agar,  dokter jahat itu  meninggalkannya sendirian, ia mampu bertahan hingga saat itu karena cinta Alisa.


“Kamu  benar sah, si brengsek itu, takut setan,” ujar Farel pelan


‘Aku tidak akan masuk dalam perangkapmu , bodoh … aku akan bertahan demi keluargaku, pengorbanan Alisa tidak akan aku sia-siakan; sekalipun kalian membunuhku di sini aku tidak akan melawan’ ucap Farel dalam hati.


Kali ini ia menang karena kekuatan cinta Alisa istrinya.


Bersambung  …

__ADS_1


__ADS_2