Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
er


__ADS_3

Stanley   menghabisi semua anak buah Ketua karena mencoba mengusik adik perempuanya, menurut cerita Dorroty ada dua orang yang selalu mengawasi mereka, Luna sampai  ketakutan keluar rumah, mendengar hal itu emosi Stanley memuncak. Ia mendatangi bar dan menghabisi semua anak buah ketua.


Setelah semua di lenyapkan ia berencana ingin menghabisi bos mafia itu juga di dalam penjara.


‘Untuk membunuh seekor ular, harus menangkap kepalanya, tidak ada gunanya menangkap ekor’ ucap Stanley dalam hati.


Stanley dengan tenang pulang ke apartemenya dulu, hal yang pertama yang dilakukan mandi memberseihkan  percikan noda darah yang mengotori pakaiannya.


Tidak lama kemudian ia keluar dari apartemen, mengendarai  mobil, Stenley memiliki beberapa koleksi mobil mewah, karena sejatinya ia pencinta mobil terutama  mobil mewah,  karena itulah ia membangun usahan jual mobil mewah dan usaha yang ia rintis sedang berjalan.


“Hal yang pertama yang aku kerjakan mencari taxi  itu dulu, aku harus menemukan hapeku.” Stenley menuju sebuah perusaan taxi.


Setelah melapor tidak berapa lama, taxi ditemukan,  supir yang mengendarai mobil  saat itu ternyata menyimpan ponsel Stenley.


“Terimakasih Pak, karna menyimpan ponselku.” Stenley mengeluarkan beberapa uang lembaran seratus memberikan pada pak supir.


“Apa teman kamu baik-baik saja?”


“Ya, dia baik Pak   terimakasih, aku pergi dulu,” ucap Stenley, dengan sikap buru-buru, ia juga tidak ingin memperanjang pembahasan.


“Tapi  bukan hanya teleponmu yang aku  temukan di sana, ada benda lain yang terjatuh.”


“Benda apa?” tanya Stanley ia mengingat tidak ada barang yang ia tinggalkan selain ponsel.


Pak supir merogoh saku belakang dan mengeluarkan dompet mengeluarkan secarik kertas dari sana, “kalau tidak salah  aku melihat jatuh sari saku pria gemuk berseragam loreng-loreng tersebut,” ucanya dengan yakin.


Sebuah kertas yang bertuliskan alamat rumah, setelah mengucapkan terimakasih Stanley pergi, saat menyetir ia menatap kertas yang diberikan supir taxi,  otaknya terus berpikir keras, mencari tahu alamat rumah siapa  gerangan yang ada di sana. Dari pada penasaran Stanley akhirnya mencari tahu ia mengarahkan mobilnya ke arah Bogor, ternyata  sebuah Villa yang   berada tepat di puncak Bogor. Sebuah Villa mewah , ia mencari tahu menggunakan teropong untuk melihat keadaan di sana, ternyata Villa itu di jaga beberapa orang yang  bersejata lengkap.


“Siapa di dalam kenapa harus di jaga orang bersenjata?” tanya Stanley, tidak lama kemudin seorang pria paru baya berseragam keluar dari dalam Villa lalu menuju mobil, tidak lama kemudian keluar lagi lelaki yang sama dengan pangkat yang lebih tinggi.


‘Oh, pertemuan para pejabat, tidak seharusnya aku datang ke sini, ini bukan urusanku’ ucap Stenley dalam hati lalu ia ingin meninggalkan lokasi.


Namun saat ia ingin pergi tidak sengaja ia juga melihat mobil ketua keluar dari sana, kedua alis Stanley menyengit saat melihat bos penjahat bertemu dengan abdi negara yang berpangkat tinggi, ia ingin masuk dan melihat apa saja yang ada di sana. Saat ingin turun, sebuah pesan masuk keponsel miliknya

__ADS_1


[Apa kamu sudah melihat?] Isi pesan tersebut, ia tidk tahu siapa pemilik nomor.


Stanley buru-buru menelepon , tetapi tidak di angkat ia terus saja mengulang menelepon, pada akhirnya  seseorang menjawab di ujung telepon, sembari  menahan napas … Stenley membuka suara lalu bertanya.


“Kamu siapa?”


“Tidak baik bicara tidak sopan pada orang yang lebih tua umurnya dari kamu, Nak,” jawab pemilik suara tersebut.


Jantung lelaki berrambut gondrong itu semakin berdebar,  saat pria pemilik suara itu mengenal dirinya, “Jangan main-main denganku siapa, kamu!?”


“Kita baru saja bertemu tadi dan kita saling mengenalkan diri. Apa kamu tidak ingat?”


Ia balik bertanya, membuat kepala lelaki itu kian mumet tetapi otak dalam kepalanya terus dipaksa untuk  bekerja.


‘Apa ini supir taxi yang tadi …?’ tanya Stanley dalam hati.


“Pak Damar?”


“Ya, anak muda, ini saya.”


“Saya tahu, ada banyak hal yang ingin kamu tanyakan padaku, datanglah ke alamat ini, ayo kita  bicara.”


Ia mengirim alamat rumahnya pada Stanley tidak jauh dari Villa yang di temui Stanley saat itu,   memutar balik kendaraannya kealamat yang di berikan Pak Damar.  Hanya menempuh waktu  lima belas menit Stenley tiba di sebuah rumah, rumah itu hanya berdiri sendirian tidak punya tetangga. Dari luar, rumah itu  berdinding papan, Tetapi saat di dalam sebuah  rumah mewah dengan interior  mahal dan berkelas.


“Siapa sebenarnya anda?” tanya Stenley dengan wajah serius, mustahil rasanya kalau ia hanya seorang supir taxi


“Duduklah, aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang.”


Tidak lama kemudian Azka keluar dari kamar


“Azka? Bagaimana mungkin?”


“Ya sudah waktunya aku mengatakan yang sebenarnya. Aku  agen mata-mata, kami bertugas untuk menyelidiki sebuah organisasi yang memiliki rencana besar yang bisa menghancurkan negara kita,” ucap Stanley.

__ADS_1


“Aku tidak perduli dengan negara, negara saja tidak perduli padaku bagaimana mungkin  aku melakukan itu.”


“Kami bisa memulihkan nama baikmu .”


“Tidak perlu, aku tidak tahu siapa  yang bisa dipercaya dan aku juga tidak tahu tujuan kalian mengincarku,” ucap Stenley ketus.


Ternyata Azka  seorang angen mata-mata rahasia negara yang sedang  bertugas menyelidi beberapa oknum pejabat yang melakukan sebuah kerja sama dengan bos mafia yang dipanggil sang Ketua.


“Kode yang diberikan kakakmu, mungkin menyimpan rahasia mereka,” ucap Azka


“Aku sudah menyelidiki … sebelum kakakmu menghilang dia mengikuti sebuah pertandingan di Thailand,” ucap  Damar menujukkan foto sang kakak saat wajah babak belu sehabis bertarung.


“Mungkin Dave sudah meninggal, aku sudah memutuskan melupakan kode yang diberikan padaku.”


“Bagaimana kalau dia belum meninggal … mungkin dikurung di satu tempat menunggu kamu yang menyelamatkan hidupnya,”ucap Azka mereka berdua mempropokasi pikiran Stanley.


“Aku tidak ingin melakukan itu lagi, kalau kalian ingin mengungkapkannya lakukan saja, aku akan memberikan kode itu padamu, aku tidak tertarik ladi dengan hal itu.” Stanley merasa semakin bigung dan tidak tahu mana orang yang bisa ia percaya. Tadinya Azka mengaku padanya kalau ia hanya seorang hacker jalanan yang menjual situs milik negara ke para mafia. Ternyata lelaki itu sengaja masuk penjara demi mendekati Stenley untuk mengajaknya bekerja sama dan menekukan  untuk membongkar kejahatan Bos mafia yang paling berkuasa di dalam penjara.  Ternyata Azka seorang agen rahasia.


Stanley semakin kesal saat mengetahui kebenaran kalau kedua lelaki itu, padahal mereka saat itu pernah sama-sama  merampok Jhon.


“Lalu kenapa kita merampok, Jhon?”


“Lelaki keparat itu salah satu sampah masayarakat.”


“Apa dia terlibat dalam  rencana besar itu.”


“Ya secara tidak lansung iya … karena  dia salah satu pendonor  besar, dia melakukan itu agar barang miliknya lolos dari pemeriksaan petugaa, tetapi kali ini Ketua menganggapnya sebaga penghianat, karena perampokan yang kita lakukan saat itu. Ketua juga sedang memburu dia untuk mendapatkan barang  miliknya.”


“Kami akan melakukan perlindungan padamu dan adikmu, tidak ada siapun yang berani meyakitinya.”


“Aku tidak ingin bekerja sama dengan siapapun, aku sendiri yang akan menghabisi ketua dipenjara,” ucap Stanley, kedua agen rahasia itu saling menatap.


Apakah  Stanley mampu meleyapkan  penguasa bisnis gelap itu di penjara

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2