
Farel kembali ke Singapura, di dalam kamar apartemennya ia kembali dipenuhi dengan berbagai macam pikiran, melihat Alisa sedih saat di Batam, akhirnya ia memutuskan untuk mengganti wajahnya dan mendapatkan identitas yang baru.
Sementara Alisa, ia kembali ke kantor polisi, niatnya hanya ingin menjenguk Dinar kakak Farel, ia tahu wanita itu tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.
Ia sengaja mengajak adiknya Risky , adiknya tersebut sudah di tugaskan kembali ke Jakarta, karena sebelumnya di tugaskan ke daerah karena permintaan Faisal, tetapi belakangan karena permintaan Farel dan Dimas, Brata membantu dan memindahkannya ke jakarta kembali.
“Apa Mba yakin … bukankah wanita jahat yang ada nanti mbak di maki-maki lagi,” ujar Risky mengingatkan Alisa.
“Mba merasa bersalah Ky, karena aku sudah pernah berjanji mencabut laporan, agar hukumnya lebih ringan”
“Penjahat, harusnya dibiarkan mendapat hukuman toh … Mba,” ujar Risky.
“Baiklah, tapi, biarkan mbak bertemu dia”
Risky tidak menolak permintaan mbaknya kali ini, lelaki itu juga merasa bersalah sama Alisa, karena ia salah satu yang tidak melarang Faisal mendekati Alisa saat itu, sebagai saudara laki-laki Alisa, ia meminta maaf karena tidak bisa melindungi kakak perempuannya.
Maka saat Alisa meminta tolong padanya untuk menjenguk Dinar, Risky tidak menolak.
Saat tiba di depan kantor polisi Alisa hanya diam, bayangan saat ia datang ke tempat menemui Farel kembali terlintas di benaknya.
“Ada apa, ayo turun,” ujar Risky, ia mematikan mesin mobilnya.
“Aku tiba-tiba jadi takut”
“Apa ingin aku antar ke dalam?”
“Tidak usah Ky, aku sendiri saja, bismillah saja,” ujar Alisa .
Menghela napas panjang, lalu ia berkata lagi;
“Baiklah, aku siap”
Alisa menemui Dinar, kakak perempuan Farel, walau sebenarnya ia tidak suka dengan wanita itu karena kelakuan yang jahat, Alisa akhirnya bisa bertemu.
Saat pertama melihat, Alisa sebenarnya kasihan melihatnya dan berniat membantu, tetapi, mulut jahat Dinar membuat Alisa malas untuk membantu.
“Kamu senang ya, karena adik saya meninggal, makannya kamu langsung menikah dengan mantan kekasihmu itu”
“Mba, dengarkan aku dulu”
“Kamu tidak ada hubungan apa-apa lagi denganku, kamu hanya mantan istri adikku!” teriaknya seperti orang gila.
“Mba, Mas Farel pernah memintaku untuk menjenguk mu di penjara”
“Jangan lakukan itu, tidak perlu, aku sangat membencimu, aku akan membalas perbuatan mu jika aku sudah keluar dari sini,”ujarnya lagi, suara teriakannya sudah seperti orang yang sedang bertengkar.
“Mba Dinar, aku datang ke sini, untuk niat baik”
“Pergilah dasar wanita tukang kawin,” ujarnya lagi.
“Astagfillahajim Mba, aku hanya ingin membantu, karena itu pesan almarhum Mas Farel,” ujar Alisa, ia sudah menahan kepalan tangannya ingin rasanya ia menyiram wanita gila itu dengan botol aqua di tangannya.
“Pergilah, aku tidak membutuhkanmu, tunggu aku keluar dari sini, ku akan membalas mu, aku akan mengambil harta benda yang kamu ambil dari keluargaku,” ujar Dinar.
__ADS_1
“Terserah mba saja, aku hanya menjalankan amanah yang di berikan mas Farel, semoga mba sehat selalu,” ujar Alisa ia berdiri.
Alisa hanya mengelus dada dan keluar dari ruangan itu, Risky menunggunya di luar, melihat raut wajah sang kakak yang terlihat buram, Risky sudah tahu kalau wanita itu pasti telah menyakiti hati Alisa.
“Aku juga sudah bilang kalau wanita jahat itu tidak akan berubah,” ujar Risky berucap pelan, ia tidak perlu bertanya, menghidupkan mesin mobil .
“Kita pulang apa aku mengantar mba kerja?”
“Aku kerja , di rumah sangat sepi karena tidak ada si kembar”
“Bagaimana kalau besok sore kita pulang naik kereta, libur satu hari tidak apa-apa hanya melihat mereka berdua, lalu kita pulang,” ujar Risky.
“Baiklah, aku setuju”
Dua minggu kemudian .
“Bun, apa kamu bisa tenang setelah putramu pergi?’ tanya ayah Dimas.
“Lalu ayah aku ingin melakukan apa?”
“Berusahalah Bun, bujuk uda biar pulang, kalau dia terjadi apa-apa kita yang akan kehilangan”
“Bunda sudah melakukan itu, dia malah minta bunda untuk bicara dengan Alisa”
“Bunda lakukan itu, kalau itu yang bisa membawa Dimas pulang”
“Bun, aku dengar Alisa sudah membawa anak kembar itu ke kampung, jangan-jangan mereka akan tinggal di kampung, lalu, bagaimana dengan Uda,” ujar Farida.
Setelah mendengar nasihat suami dan anaknya , Bu Yani takut juga terjadi hal buruk pada Dimas, setelah beberapa minggu Dimas pergi, akahirnya ibundanya mengalah juga ia menemui Alisa di rumah sakit.
Saat Alisa sedang selesai bertugas berniat pulang.
“Bu Alisa, ada tamu untuk ibu,” ujar Rini.
“Siapa Mba, aku kurang tau, seorang wanita paru baya dan seorang anak gadis”
“Bunda …?”
Alisa menarik napas panjang menghembuskannya dengan perlahan, entah karena ia pernah mengecewakan orang tua Dimas, Alisa selalu merasa sangat gugup jika bertemu mereka, bukan karena ia takut, tetapi karena wanita cantik itu sadar kalau ia pernah mengecewakan mereka.
“Bun …?”
“Lisa apa Bunda menganggu jam kerjamu,” ucap wanita itu dengan lembut.
“Alisa sudah selesai Bun, ingin pulang,” ujar Alisa menenteng tas jinjing.
“Kok … bawa tas mba.” Farida menunjuk tas bawaan Alisa.
“Oh, rencananya hari ini aku ingin pulang ke kampung”
“Apa kamu benar ingin tinggal di kampung?’ tanya wanita itu dengan sedih.
“Kita cari tempat untuk mengobrol Bun, tidak enak di sini banyak orang,” ujar Farida.
__ADS_1
Alisa membawa ibu anak itu untuk duduk di salah satu cafe tidak jauh dari rumah sakit.
Bu Yani sudah berpikir kalau Alisa memang benar memilih meninggalkan Dimas.
“Apa putraku benar-benar tidak ada artinya lagi bagi kamu?” tanya Bu Yani dengan suara bergetar.
“Bun, aku minta maaf, Bunda benar, semakin aku pikirkan semakin aku sadar … aku ingin Dimas menemukan wanita yang lebih baik dan punya martabat yang bisa menjaga nama baik keluarga, aku merasa tidak pantas untuk Dimas”
‘Jadi benar … Dimas yang tidak mau meninggalkan Alisa, aku sudah salah selama ini, kalau Alisa sampai benar- benar meninggalkan Dimas, aku yakin aku akan kehilangan putraku, dia akan meninggalkan rumah, karena kecewa, aku tidak mau seperti itu, aku akan mengalah demi anak hal yang tepat’ ucap bu yani dalam hati.
“Nak … katakan sama ibumu kalau keluarga kami ingin datang melamar kamu secara resmi”
“HAAA?”
Alisa dan Farida sama-sama kaget, Farida, sampai terbatuk-batuk mendengar ucapan Bu Yani.
“Bun, Alisa sudah jadi istri Dimas, tinggal gelar acara resepsi saja”
“Bunda dan ayah tidak melihatnya, bunda ingin di lakukan ulang acara seperti yang seharusnya di lakukan layaknya orang yang mau menikah”
“Tapi Bun …”
“Tolong jangan membantah Nak, kalau kamu membantah, Dimas tidak akan pulang.
Bersambung ….
KAKAK BAIK …. JANGAN LUPA KASIH lLIKE , VOTE DAN KOMENTAR DI SETIAP BABNYA YA, KASIH HADIAH JUGA , AGAR AUTHORNYA SEMANGAT UP TIAP HARI.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Indentitas Tersembunyi Sang Menantu( BARU)
-Aresya
-Manusia Titisan Dewa
-Menikah Karena Wasiat( Cat story)
-Pariban jadi Rokkap
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (Tamat)