Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Saat Semua Orang Membenci Suaminya


__ADS_3

Saat ini Alisa dan lelaki berwajah tampan itu duduk berdua, tetapi wajah Faisal sangat marah dan tegang.


“Alisa bukannya kamu sudah berjanji akan berpisah dengan lelaki jahat itu?”


Dalam hati Alisa menjawab; Kamu yang jahat yang memanfaatkan kesusahan orang lain untuk kepentingan kamu sendiri’


“Dok, saya tidak pernah berjanji padamu, saya bilang saat itu akan melihat situasinya.”


“Lalu setelah kamu lihat situasi yang sekarang, apa yang kamu pikirkan?”


Alisa ingin mengatakan kalau ia ingin membantu Farel keluar dari penjara Namun, ia tidak ingin lelaki bertambah marah, jadi ia tidak mengatakan rencananya pada Faisal.


“Aku hanya bertanya, tentang hubungan kami.”


“Lalu apa yang dikatakan?”Faisal bersemangat.


“Dia bilang akan mengurus semuanya.”


“Maksudnya, apa kalian jadi berpisah atau tidak?”


“Dok, saya tidak bisa memaksanya, karena dia akan marah besar kalau aku memaksanya.”


“Baiklah, kalau kamu ingin menemuinya katakan padaku, agar kita pergi bersama,” pinta Faisal, seolah-olah Alisa kekasihnya yang bisa ia atur-atur.


Wanita cantik itu hanya tertawa dalam hati, saat Faisal memerintah, ia tidak ingin ribut, ia terlalu lelah mengurus kebutuhan suaminya di penjara tadi, ia tidak banyak tenaga lagi untuk meladeni permintaan Faisal.


Wajahnya tampak lelah dan beberapa kali ia menggerakkan lehernya karena merasa pegal dan satu cara mengatakan kalau lelah.


Tetapi Faisal bukannya mengerti, walau Alisa memberi isyarat kalau ia sedang capek. Lelaki itu tetap saja bicara panjang lebar, membicarakan keburukan Farel, berharap Alisa akan terpengaruh, tetapi ia sudah tahu kebenaran, jadi ia hanya mendengar saja tanpa minat memberi tanggapan.


Tidak tahan mendengar ketika almarhum sang kakak juga di bawa-bawa dalam pembicaraannya, ia akhirnya membuka mulut.


“Dok, saya minta maaf, tapi saat ini aku sangat lelah, saya ingin istirahat,” ujar Alisa memotong cerita Faisal.


“Oh, baiklah.”Wajahnya tampak tidak senang, saat Alisa memotong kalimatnya, tetapi ia sadar, tidak punya alasan untuk marah karena mereka belum terikat dalam satu hubungan.

__ADS_1


‘Tunggu kamu jadi istriku Sa, suatu hari nanti akan aku buat kamu tunduk padaku’ Faisal membatin.


Tanpa basa-basi, Alisa meninggalkan Faisal yang masih duduk di kursi taman di depan rumah, tidak lama kemudian, ia pamit pulang.


*


“Sa, kamu dari mana sih, kata Faisal kamu ke penjara, untuk apa?” Ibu Alisa mencercanya dengan berbagai pertanyaan.


Kini Ibu Alisa sudah terhasut oleh omongan Faisal yang menyebutkan kalau Farel kasar dan suka main tangan dengan perempuan.


Tetapi Alisa tidak percaya dengan omongan Faisal, ia berpikir, semua itu karena ia tidak suka dengan Farel.


“Ibu aku capek bangat aku ingin mandi,” ujar Alisa meninggalkan kedua orang tuanya.


Dalam kamar mandi, tiba-tiba hatinya sangat sedih saat ia mengingat saat masuk ke kamar Farel tadi. Ia memang dapat fasilitas khusus dari atasannya, tetapi, sesama rekan kerja yang tidak menyukai Farel selama ini melakukannya hal yang tidak adi padanya, mereka semua bekerja sama mengerjai Farel.


“Aku memang marah padamu Mas tetapi aku tidak ingin melihatmu menderita seperti yang tadi,” ujar Alisa, ada bagian yang terasa sakit di dalam hatinya saat ia melihat dengan kepalanya sendiri, rekan kerjanya melakukannya tindakan jahat pada Farel.


Tidak ada air minum dan saluran tv dan ace dalam ruangan diputus, “Bagaimana Farel beberapa minggu bertahan di sana, kasihan, ia ingin menuntut ketidakadilan itu tetapi pada siapa dia akan mengadu, tidak ada saudara yang membantunya, saudara satu-satunya pun ada di penjara ibu juga saki, hanya aku yang bisa. Kasihan Farel’ ucap Alisa dalam hatinya.


Farel mengatakan secara gamblang kalau ia minum air dari kamar mandi.


“Ah, apa dia memasak airnya atau ia minum begitu saja …?” ujar Alisa tiba-tiba merasa marah dan kesal pada semua penjaga lapas .


”Mereka pikir Farel akan selamanya di penjara? Apa ia melakukan kejahatan yang besar sampai harus diperlakukan seperti itu?” Alisa bicara sendiri di kamar mandi, karena merasa sangat marah.


“Lisa, ada apa?” tanya sang ibu yang kebetulan datang ke kamarnya membawa si kembar. Karena tidak melihat ibu mereka satu hari keduanya rewel.


“Tidak apa-apa Bu, hanya ada kecoa di kamar mandi,” balas Alisa.


“Cepatlah Nak, ibu mau bicara dengan kamu”


“Baik Bu.”


‘Apa lagi yang ingin ibu bicarakan denganku, kalau bicara tentang Faisal lebih baik jangan, lelaki yang satu itu membuatku bertambah tua, karena selalu merasa kesal saat melihatnya datang’ Alisa membatin.

__ADS_1


*


Setelah makan malam selesai Ayahnya memanggil Alisa bicara.


Membicarakan hubungan pernikahan putri mereka.


“Duduklah Nak, Ayah dan Ibu ingin bicara,” ujar lelaki yang memakai kopiah berwarna putih itu.


“Apa Yah.” Alisa duduk di sofa di ruang tamu.


“Maaf, Ayah bukannya terlalu ikut campur Nak, tetapi ayah hanya ingin tahu keputusan yang kamu pilih”


“Tentang apa Yah?”


“Alisa tentang kejelasan rumah tanggamu dengan Farel,” timpal sang ibu dengan cepat.


“Bu, Yah, aku masih istri Farel, palu belum diketuk di pengadilan.”


“Tetapi mulut Farel sudah lebih mengucapkannya, kamu jangan mau berbaikan dengannya, berpisah lah dengan dia, tidak mungkin kamu bersama lelaki mantan napi.”


“Aku juga tida suka Mbak itu kembali sama Mas Farel, biarkan dia membusuk di penjara,” ujar sang adik, ia juga membenci Farel


“Alisa … dulu Ibu salah, karena telah memaksa kamu menikah dengan Farel , tetapi saat ini yang terbaik untuk kamu … ayo kita urus perceraian kamu dengannya, Faisal bersedia membantu kita , masukkan gugatan cerai ke pengadilan dengan Farel, ibu yakin proses perceraian kamu dengannya akan mudah.”


Alisa tadinya ingin marah, pada orang tuanya, karena terus memaksanya bercerai dengan Farel. Tetapi, ia sadar semua karena hasutan Faisal pada keluarganya.


“Aku tidak ingin membahasnya Bu, aku ingin tidur, aku lelah memikirkan semua ini, tolong jangan membahas itu lagi, biarkan aku menyelesaikan sendiri Bu, Yah,” ujar Alisa ia meninggalkan kedua orang tuanya.


Saat semua orang semua orang membenci Farel, tetapi entah kenapa hatinya sangat sedih, ia merasa kasihan pada Farel. Apakah hatinya sudah tumbuh benih-benih cinta?


Bersambung.


Bantu subscribe dan like dan masukkan ke rak buku kalian kakak. Kasih ulasannya juga di kolom komentar agar ceritaku bisa masuk rank


Kasih hadiah juga jika kalian suka ceritanya, Terimakasih.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain ya,semoga kakak suka dan terhibur dengan karya ku,terima kasih.


__ADS_2